Kamis, 25 Agustus 2011

Sinopsis Prosecutor Princess Episode 1


Sinopsis Prosecutor Princess Episode 1 

Inilah acara wisuda bagi para jaksa. Para wisudawan dan wisudawati terlihat serius dan angkuh. Hye Ri tampil dengan sepatu hak tingginya yang cemerlang. Dia juga terlihat gembira menyambut hari besar itu.
Akan tetapi, segera setelah acara wisuda berakhir Hye Ri berkata kalau dia tidak bisa menghadiri acara after ceremony. Masalahnya, ibunya sedang sakit parah. Siapa yang bisa bilang kalau itu hanya perkataan bohong. Tapi begitulah. Hye Ri pergi ke sebuah resort ski setelah acara wisudanya.
Hye Ri pergi berbelanja terlebih dahulu baru ke resor ski itu. Kelihatannya dia akan bertemu dengan seorang teman jadi mereka bisa menghadiri acara lelang Gioberni. Acara lelang itu menampilkan baju mahal dan eksklusif.
Sementara itu, ayah Hye Ri rada-rada kesal dengan alasan sakit itu. Dia berbicara pada istrinya dengan sedikit kasar. Namun, istrinya menjawab dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Ibu Hye Ri: “Mungkin… aku menderita anemia.”
Pak Ma: “Dengan tubuh seperti itu… anemia?”
Ketika Hye Ri sampai di resor ski, Jaksa Yoon juga sampai di tempat itu. Kenapa Se Joon ada di tempat itu? Alasannya adalah karena seorang plagiat bernama Kim Dong Suk akan menghadiri acara lelang Gioberni. Dia membawa seorang anak buah yang akan merekam barang-barang yang di lelang jadi bisa dibuat tiruannya dan dijual sebagai benda yang asli. Asisten Jaksa Yoon bertanya-tanya kenapa semua wanita menyukai koleksi itu. Se Joon menjawab kalau semua wanita ingin menjadi ratu.
Dong Suk adalah bagian dari penjahat yang suka membuat barang tiruan dan merugikan banyak selebritis. Orang ini sering sekali lolos dan Jaksa Yoon ingin membalas dendam. Dia pergi ke tempat itu tanpa penasehatnya. Kasus ini sangat penting buatnya jadi dia tidak peduli pada birokrasi.
Beberapa meter jauhnya, Hye Ri sedang main ski. Dia sudah bekerja keras selama ini jadi pantas mendapat liburan. Akan tetapi, Hye Ri sedang dibuntuti. Orang ini tidak jelas laki-laki atau perempuan. Orang misterius.
Waktunya beraksi! Hye Ri dirampok. Liburan kali ini tidak semulus yang dia kira. Sekarang dia tidak punya apa-apa, uang atau telepon. Satu lagi, kamar yang telah dia pesan ditempati oleh orang lain. Dialah In Woo, pria yang keren yang bisa bikin jatuh cinta. Teman Hye Ri tidak jadi datang. Satu yang pasti, Hye Ri tidak membatalkan pemesanannya.
Acara lelang dimulai. Se Joon, asistennya, Hye Ri, Dong Suk, dan anak buahnya bersama. Hye Ri duduk di disamping anak buah Dong Suk dan bahkan meminjam telpon wanita itu untuk menelpon mama Ma. Sayangnya, dia sedang tidur. Hye Ri bahkan tidak peduli kalau dia tidak punya uang dan memulai penawaran. Dia ingin sepatu itu.
In Woo juga di acara itu dan mulai menawar. Hye Ri tidak dapat membiarkan itu. Jadi dia menawar 7 juta won untuk sepatu itu dan menang. Gila! Masalahnya, Hye Ri itu tidak punya uang jadi sepatu itu toh jatuh juga ke tangan orang lain: In Woo. Hye Ri diganggu oleh orang yang dia sangka telah mencuri uangnya. Sialnya, orang itu adalah Jaksa Yoon.
Se Joon kesal dengan ulah Hye Ri. Dia memandang Hye Ri sekilas dan memerhatikan anting-anting wanita itu. Tiba-tiba dia ingat pada sesuatu. Dong Suk! Akan tetapi, Se Joon kalah cepat. Penipu itu sudah kabur.
Hye Ri benar-benar hancur sekarang. Dia tidak punya uang, telpon, tidak ada tempat menginap dan bahkan tidak bisa menghubungi kenalannya. Dia melihat In Woo dengan sepatu di acara lelang. Dan hanya ada satu ide di kepala Hye Ri: pergi ke kamar In Woo dan menyetujui penawaran pria itu untuk berbagi kamar. In Woo setuju. Sementara dia pergi, Hye Ri mencoba sepatu itu lalu mandi.
Ketika In Woo tiba, dia menemukan Hye Ri tenggelam di bathtub dan menolongnya. Hye Ri mengira pria itu psikopat dan berteriak. Keesokan harinya, mereka berjanji untuk bertemu lagi jadi Hye Ri bisa membayar semua uang yang dipinjamnya dari In Woo.
Kekasih In Woo tidak datang. Jadi Hye Ri lantas berkata kalau sebaiknya dia menjual sepatu itu saja. In Woo setuju dan Hye Ri pulang ke rumah dengan hati senang. Tapi ada masalah: dia kehilangan nomer telpon In Woo!
Hye Ri akhirnya mulai bekerja sebagai jaksa. Dia berdandan sangat canggih. Sikapnya sangat salah dan dia sama sekali tidak menyadari itu. Dia menolak mendengarkan perintah dari Jung Sun. Ini memang nasib. Hye Ri bekerja di kantor yang sama dengan Yoon Se Joon. Hye Ri langsung mengenali Se Joon sejak pertama kali melihatnya. Tapi, Se Joon bersikap kalau dia sama sekali tidak mengenal Hye Ri.
Keesokan harinya adalah yang paling aneh. Hye Ri belum juga mengganti roknya yang terlalu pendek dan malah membuat pertanyaan mengganggu: apakah Se Joon dan Jung Sung berpacaran? Masalahnya mereka datang bersama. Jung Sun hanya menyuruh Hye Ri untuk mengurus urusannya sendiri dan dia ditegur karena pakaian dan dandannya sngat tidak sesuai.
Ada acara yang diadakan dan Hye Ri serta rekan-rekan sekantornya pergi minum. Jung Sun khawatir sebab Hye Ri minum banyak banget. Ada juga acara karaoke dimana Hye Ri menyanyi dengan antusias. Hye Ri juga menari gila-gilaan dengan pakaian sensualnya! Se Joon terlihat bingung.
Ketika mereka semua pergi dari tempat hiburan itu, ada seorang pria misterius lagi. Dia mirip dengan pria tempo hari yang merampok Hye Ri. Weitsss… dia cuma In Woo.
Hye Ri ingin menyembunyikan mabuk yang dia alami semalam dari ibunya. Dia sudah hampir kabur waktu melihat mama membawakannya… teh? Ibu berpikir kalau berat badan Hye Ri naik.
In Woo memutuskan untuk terlibat dalam kehidupan Hye Ri. Jadilah dia berakhir di kantor Jaksa Yoon. Kantor itu cukup terkenal di sekitar sana dan Hye Ri berpikir kalau In Woo datang kesana untuk meminta uangnya. Takut dan gelisah, Hye Ri berteriak.

BERSAMBUNG


credit : http://meylaniaryanti.wordpress.com/2010/05/08/sinopsis-prosecutor-princess-%E2%80%93-episode-1/

Sinopsis Prosecutor Princess Episode 1


Sinopsis Prosecutor Princess Episode 1 

Inilah acara wisuda bagi para jaksa. Para wisudawan dan wisudawati terlihat serius dan angkuh. Hye Ri tampil dengan sepatu hak tingginya yang cemerlang. Dia juga terlihat gembira menyambut hari besar itu.
Akan tetapi, segera setelah acara wisuda berakhir Hye Ri berkata kalau dia tidak bisa menghadiri acara after ceremony. Masalahnya, ibunya sedang sakit parah. Siapa yang bisa bilang kalau itu hanya perkataan bohong. Tapi begitulah. Hye Ri pergi ke sebuah resort ski setelah acara wisudanya.
Hye Ri pergi berbelanja terlebih dahulu baru ke resor ski itu. Kelihatannya dia akan bertemu dengan seorang teman jadi mereka bisa menghadiri acara lelang Gioberni. Acara lelang itu menampilkan baju mahal dan eksklusif.
Sementara itu, ayah Hye Ri rada-rada kesal dengan alasan sakit itu. Dia berbicara pada istrinya dengan sedikit kasar. Namun, istrinya menjawab dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Ibu Hye Ri: “Mungkin… aku menderita anemia.”
Pak Ma: “Dengan tubuh seperti itu… anemia?”
Ketika Hye Ri sampai di resor ski, Jaksa Yoon juga sampai di tempat itu. Kenapa Se Joon ada di tempat itu? Alasannya adalah karena seorang plagiat bernama Kim Dong Suk akan menghadiri acara lelang Gioberni. Dia membawa seorang anak buah yang akan merekam barang-barang yang di lelang jadi bisa dibuat tiruannya dan dijual sebagai benda yang asli. Asisten Jaksa Yoon bertanya-tanya kenapa semua wanita menyukai koleksi itu. Se Joon menjawab kalau semua wanita ingin menjadi ratu.
Dong Suk adalah bagian dari penjahat yang suka membuat barang tiruan dan merugikan banyak selebritis. Orang ini sering sekali lolos dan Jaksa Yoon ingin membalas dendam. Dia pergi ke tempat itu tanpa penasehatnya. Kasus ini sangat penting buatnya jadi dia tidak peduli pada birokrasi.
Beberapa meter jauhnya, Hye Ri sedang main ski. Dia sudah bekerja keras selama ini jadi pantas mendapat liburan. Akan tetapi, Hye Ri sedang dibuntuti. Orang ini tidak jelas laki-laki atau perempuan. Orang misterius.
Waktunya beraksi! Hye Ri dirampok. Liburan kali ini tidak semulus yang dia kira. Sekarang dia tidak punya apa-apa, uang atau telepon. Satu lagi, kamar yang telah dia pesan ditempati oleh orang lain. Dialah In Woo, pria yang keren yang bisa bikin jatuh cinta. Teman Hye Ri tidak jadi datang. Satu yang pasti, Hye Ri tidak membatalkan pemesanannya.
Acara lelang dimulai. Se Joon, asistennya, Hye Ri, Dong Suk, dan anak buahnya bersama. Hye Ri duduk di disamping anak buah Dong Suk dan bahkan meminjam telpon wanita itu untuk menelpon mama Ma. Sayangnya, dia sedang tidur. Hye Ri bahkan tidak peduli kalau dia tidak punya uang dan memulai penawaran. Dia ingin sepatu itu.
In Woo juga di acara itu dan mulai menawar. Hye Ri tidak dapat membiarkan itu. Jadi dia menawar 7 juta won untuk sepatu itu dan menang. Gila! Masalahnya, Hye Ri itu tidak punya uang jadi sepatu itu toh jatuh juga ke tangan orang lain: In Woo. Hye Ri diganggu oleh orang yang dia sangka telah mencuri uangnya. Sialnya, orang itu adalah Jaksa Yoon.
Se Joon kesal dengan ulah Hye Ri. Dia memandang Hye Ri sekilas dan memerhatikan anting-anting wanita itu. Tiba-tiba dia ingat pada sesuatu. Dong Suk! Akan tetapi, Se Joon kalah cepat. Penipu itu sudah kabur.
Hye Ri benar-benar hancur sekarang. Dia tidak punya uang, telpon, tidak ada tempat menginap dan bahkan tidak bisa menghubungi kenalannya. Dia melihat In Woo dengan sepatu di acara lelang. Dan hanya ada satu ide di kepala Hye Ri: pergi ke kamar In Woo dan menyetujui penawaran pria itu untuk berbagi kamar. In Woo setuju. Sementara dia pergi, Hye Ri mencoba sepatu itu lalu mandi.
Ketika In Woo tiba, dia menemukan Hye Ri tenggelam di bathtub dan menolongnya. Hye Ri mengira pria itu psikopat dan berteriak. Keesokan harinya, mereka berjanji untuk bertemu lagi jadi Hye Ri bisa membayar semua uang yang dipinjamnya dari In Woo.
Kekasih In Woo tidak datang. Jadi Hye Ri lantas berkata kalau sebaiknya dia menjual sepatu itu saja. In Woo setuju dan Hye Ri pulang ke rumah dengan hati senang. Tapi ada masalah: dia kehilangan nomer telpon In Woo!
Hye Ri akhirnya mulai bekerja sebagai jaksa. Dia berdandan sangat canggih. Sikapnya sangat salah dan dia sama sekali tidak menyadari itu. Dia menolak mendengarkan perintah dari Jung Sun. Ini memang nasib. Hye Ri bekerja di kantor yang sama dengan Yoon Se Joon. Hye Ri langsung mengenali Se Joon sejak pertama kali melihatnya. Tapi, Se Joon bersikap kalau dia sama sekali tidak mengenal Hye Ri.
Keesokan harinya adalah yang paling aneh. Hye Ri belum juga mengganti roknya yang terlalu pendek dan malah membuat pertanyaan mengganggu: apakah Se Joon dan Jung Sung berpacaran? Masalahnya mereka datang bersama. Jung Sun hanya menyuruh Hye Ri untuk mengurus urusannya sendiri dan dia ditegur karena pakaian dan dandannya sngat tidak sesuai.
Ada acara yang diadakan dan Hye Ri serta rekan-rekan sekantornya pergi minum. Jung Sun khawatir sebab Hye Ri minum banyak banget. Ada juga acara karaoke dimana Hye Ri menyanyi dengan antusias. Hye Ri juga menari gila-gilaan dengan pakaian sensualnya! Se Joon terlihat bingung.
Ketika mereka semua pergi dari tempat hiburan itu, ada seorang pria misterius lagi. Dia mirip dengan pria tempo hari yang merampok Hye Ri. Weitsss… dia cuma In Woo.
Hye Ri ingin menyembunyikan mabuk yang dia alami semalam dari ibunya. Dia sudah hampir kabur waktu melihat mama membawakannya… teh? Ibu berpikir kalau berat badan Hye Ri naik.
In Woo memutuskan untuk terlibat dalam kehidupan Hye Ri. Jadilah dia berakhir di kantor Jaksa Yoon. Kantor itu cukup terkenal di sekitar sana dan Hye Ri berpikir kalau In Woo datang kesana untuk meminta uangnya. Takut dan gelisah, Hye Ri berteriak.

BERSAMBUNG


credit : http://meylaniaryanti.wordpress.com/2010/05/08/sinopsis-prosecutor-princess-%E2%80%93-episode-1/

Sinopsis Oh My Lady Episode 12


Sinopsis Oh My Lady Episode 12


Kae Hwa mengaku pada Shi Joon kalau dia dan Min Woo tinggal bersama tapi dia dengan tegas mengatakan kalau mereka tidak punya hubungan apa-apa. “Aku pembantunya.” Kae Hwa merasa sangat bersalah pada Shi Joon. Dalam perjalanan pulang ke rumah, Shi Joon mengingat lagi apa yang dikatakan Yoon Seok bahwa sebaiknya dia tidak mempercayai Kae Hwa. Di pihak lain, Reporter Han menelpon editornya untuk meminta seluruh halaman depan koran yang akan terbit besok.
Kae Hwa berjalan lesu saat kembali ke apartemen dan Min Woo mengatainya sebagai pembohong yang mengerikan karena sudah seenaknya mengumumkan pada orang lain jika mereka tinggal bersama. Mereka bertengkar tapi Kae Hwa sedang tidak mood melakukan apa-apa karena masih teringat pada apa yang baru saja terjadi. Dia tidak tahu bagaimana cara memberitahu Shi Joon yang sebenarnya – keberadaan Ye Eun sama sekali tidak boleh terbongkar.
Jung Ah meminta waktu untuk berbicara dengan Shi Joon. Jung Ah berkata, “Aku ingin berpisah darimu.” dan menyarankan agar mereka bercerai saja. Sudah bertahun-tahun sejak mereka bersikap sebagai pasangan yang sesungguhnya. Hidup seperti ini sangat tidak berarti, “Aku lelah pada suami yang bahkan tidak marah jika istrinya berselingkuh!” Setelah Jung Ah pergi, barulah reaksi dapat dilihat di wajah Shi Joon.
Ye Eun bersikap lebih terbuka dan aktif, seperti ketika dia meminta tanda tangan Kae Hwa. Akan tetapi, Kae Hwa sedang sibuk saat itu jadi dia mencari Min Woo untuk meminta tanda tangan. Min Woo setuju untuk tanda tangan dan menyuruh Ye Eun untuk menyombong dihadapan kawan-kawannya kalau Sung Min Woo memberinya tanda tangan.
Meski Min Woo masih menganggap dirinya sebagai ‘oppa’-nya Ye Eun, tapi setidaknya dia mau menenangkan gadis itu dan menyebutnya anak yang mengagumkan. Ini membuat Kae Hwa tersenyum dan yakin kalau dia harus merahasiakan keberadaan Ye Eun dari Shi Joon. Meskipun seandainya hal itu akan membuat Shi Joon marah padanya. Akan tetapi, tidak ada yang sadar kalau sebuah berita dengan judul ‘Bintang Top Mr. S Tinggal dengan Wanita yang Lebih Tua!’.
Shi Joon muncul dengan sikap santai jadi Produser Eom menyimpulkan kalau dia belum mendengar berita yang sekarang lagi hot dan langsung memberitahu Shi Joon. Berita sudah menyebar dengan cepat tapi Min Woo masih bisa duduk santai di rumah sambil menonton West Side Story. Dia bahkan sempat-sempatnya menyanyi.
Yoon Seok, yang diburu pencari berita, sampai di tempat Min Woo untuk menunjukkan koran hari ini pada sang artis. Inikah maksud Min Woo ketika dia bilang dia akan menghancurkan mereka berdua? Yoon Seok terlihat bingung dan meminta Min Woo untuk tetap tinggal di rumah.
Dalam waktu singkat lobby segera dipenuhi oleh wartawan dan fotografer yang ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas tentang berita hari ini. Yu Ra menuduh Reporter Han telah menulis berita palsu. Akan tetapi, Han mengatakan kalau dia punya sumber yang dapat dipercaya, yang memancing rasa ingin tahu Yu Ra. Sayangnya, Han tidak mau memberitahunya siapa orang itu.
Semuanya jadi buruk buat Kae Hwa. Dia meninggalkan kantor untuk pergi ke toko sebentar. Dalam perjalanannya, dia melihat banyak sekali wartawan di luar gedung kantor The Show Company. Salah seorang reporter bertanya apakah dia bekerja disini dan apakah dia tahu siapa Yoon Kae Hwa. Ketika dia menjawab kalau dia adalah Yoon Kae Hwa, semua orang jadi gila.
Tidak hanya para wartawan yang jadi gila tapi para penggemar Min Woo juga mulai melempari Kae Hwa dengan telur. Shi Joon tiba tepat saat Kae Hwa sedang diserang lalu menyelamatkannya. Dia melindungi Kae Hwa dan mendorongnya masuk ke mobil. Shi Joon menunjukkan berita di koran pada Kae Hwa dan dia langsung tahu kalau dia adalah headline utamanya!
Shi Joon bertanya apakah Kae Hwa mau memberitahunya ada hubungan apa sebenarnya dia dengan Min Woo. Kae Hwa hanya bisa berkata, “Aku minta maaf.” Shi Joon bertanya apa yang akan dia lakukan – jika Kae Hwa tidak bisa menjelaskan yang sebenarnya, maka dia tidak akan bisa meluruskan pemberitaan. Meski sedang di tengah-tengah masalah, Kae Hwa masih mengkhawatirkan Min Woo soalnya dia yang akan kena dampak paling besar.
Yoon Seok meminta agar bisa bertemu dengan Reporter Han. Rencananya adalah dia akan memutarbalikkan fakta untuk menyelamatkan Min Woo. Jadi Yoon Seok berpura-pura senang denga artikel yang ditulis Han – tidakkah dia tahu kalau dia telah ketinggalan berita yang lebih besar? Yoon Seok berkata, “Kami sebenarnya adalah korban. Apa kau tahu betapa mengerikannya Yoon Kae Hwa?” Dengan informasi tambahan ini, Han mulai menulis artikel lagi dan menggambarkan Kae Hwa sebagai tukang terror.
Min Woo menelpon Kae Hwa. Akan tetapi, hp-nya tertinggal di kantor jadi tidak ada yang mengangkat telpon itu. Ketika Yoon Seok datang lagi, dia menjamin Min Woo bahwa urusan ini sudah ditangani dengan baik dan menyuruh Min Woo untuk beristirahat saja. Yoon Seok juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengingatkan Min Woo kalau dia selalu ada di saat-saat sulit seperti sekarang.
Kae Hwa meminta maaf pada Min Ji karena dia tidak datang ke acara di kelasnya. Min Ji mendengus dan langsung menutup telponnya. Kae Hwa kemudian mengecek keadaan Min Woo dengan hp Shi Joon dan senang setelah mendengar dia baik-baik saja. Kae Hwa mengatakan kalau dirinya juga baik-baik saja dan kehadiran Shi Joon merupakan sebuah pertolongan paling besar. Kae Hwa meminta maaf karena terlibat skandal dengannya yang sudah membuat Min Woo malu. Dia juga mengaku kalau sebenarnya dia takut.
Setelah menutup telpon, Min Woo melepaskan kejengkelannya kenapa Kae Hwa harus bersama Shi Joon. Apa dia tidak punya teman yang lain? Semuanya berubah dari buruk menjadi lebih buruk saat berita di tv menayangkan informasi dari Yoon Seok. Sekarang Kae Hwa disebut blackmailer yang memaksa Min Woo untuk bergabung dengan acara musikal. Dia dituduh mengancam Min Woo dengan memakai alasan tabrak lari.
Kae Hwa dan Shi Joon melihat berita ini saat makan siang, yang membuat Kae Hwa kesal lagi. Dia lalu menyingkir untuk menelpon Bok Nim agar mau menjaga Ye Eun (Shi Joon mendengar semuanya). Kae Hwa akhirnya mengungkap kebenaran. Shi Joon tidak percaya Kae Hwa rela disakiti hanya untuk tetap merahasiakan anak Min Woo.
Kae Hwa menjawab bahwa dia harus melindungi gadis itu dan mengatakan kalau tuduhan blackmailing itu benar – dia akan merahasiakan Ye Eun dengan syarat Min Woo mau bergabung dalam acara musikal. Kae Hwa meminta maaf karena sudah menyeret perusahaan ke dalam masalah ini dan tahu kalau Shi Joon pasti marah. Shi Joon memang marah tapi kemarahannya tertuju pada hal lain.
Min Woo juga melihat berita itu dan meneriaki Yoon Seok karena sudah menuduh Kae Hwa melakukan blackmail. Ini sebenarnya pembalikkan fakta saja karena sebenarnya Yoon Seok-lah yang memakai alasan kecelakaan mobil untuk melawannya. Min Woo juga membela Kae Hwa dengan mengatakan kalau dia adalah wanita yang baik dan tulus dan menjelaskan bahwa Kae Hwa-lah yang selama ini membesarkan Ye Eun.
Yoon Seok merasa kalau reaksi Min Woo sangat aneh, dan bertanya apakah dia akan lebih memilih mengungkap yang sebenarnya. Yoon Seok menjelaskan strateginya dengan mengatakan kalau tidak ada seorang pun yang tahu siapa Kae Hwa, jadi apa salahnya memanfaatkan dia sekali lagi, jika hal itu bisa menyelamatkan Min Woo.
Min Woo bahkan tidak bisa menyelesaikan pembicaraan telponnya lalu menutupnya. Dia berteriak sangat putus asa. Segera setelahnya, teman Min Woo, Tae Gu, datang dengan membawa penyamaran untuk membuat Min Woo terlihat seperti pria pengantar makanan. Dengan memakai helm dan jaket, Min Woo berhasil tidak dikenali dan masuk ke dalam mobilnya. Dia kemudian mendapat telpon dari Shi Joon yang ingin bertemu.
Byung Hak masuk ke dalam kantor sambil marah-marah, mencari Kae Hwa. Dia bahkan bertanya dengan curiga apakah ini sebenarnya salah perusahaan dan apakah mereka menggunakan Kae Hwa sebagai kambing hitam. Jika dia terus menyiksa Kae Hwa maka dia akan menarik investasinya.
Shi Joon bertemu Min Woo. Dia terlihat tidak senang. Min Woo sudah menyatakan dirinya sebagai korban dan ini membuat Shi Joon marah. Beraninya dia menyebut dirinya sebagai korban padahal ada wanita tak bersalah yang mengambil bagian terberat skandal ini untuk tetap menjaga rahasianya? Shi Joon: “Aku tidak peduli pada kehidupan pribadimu tapi kau seharusnya mempunyai hati nurani?!”
Shi Joon berkata pada Min Woo: “Kae Hwa pasti bodoh. Meski aku sudah tahu kebenarannya, dia tetap saja mengkhawatirkanmu!” Min Woo terganggu mendengar tuduhan ini. Shi Joon mengingatkan Min Woo kalau dulu dia pernah berkata kalau dia sekarang sudah dewasa dan untuk itu Shi Joon tidak boleh meremehkan usianya. Shi Joon menantang Min Woo: “Jadi mari kita lihat kau bersikap sebagai orang dewasa!” Min Woo harus maju dan menyelesaikan masalah ini.
Min Woo bertanya dimana Kae Hwa sekarang. Kae Hwa tidak bisa kembali ke tempat Min Woo jadi dia datang ke sauna. Disanalah Min Woo menemukannya. Min Woo menutupi kepalanya dengan handuk lalu duduk di sebelah Kae Hwa, yang mencoba mengabaikan orang asing yang tiba-tiba duduk disampingnya. Dia pindah ke ruangan lain dan Min Woo mengikutinya.
Min Woo berlari dengan cepat. Kae hwa ketakutan. Min Woo akhirnya memegang kaki Kae Hwa agar dia tidak pergi lagi. Kae Hwa mencoba melawan dengan melempar bantal ke wajah Min Woo. Barulah kemudian dia sadar kalau orang asing itu adalah Min Woo. Dia bertanya apakah Kae Hwa baik-baik saja. Awalnya Kae hwa berbohong tapi akhirnya mengaku kalau dia dalam keadaan yang tidak baik. Dia khawatir kalau Min Ji bakal membaca berita itu. Min Woo lalu berkata jika dia adalah orang yang berpengalaman dalam urusan seperti ini dan dia disini untuk menasehati Kae Hwa.
Kae Hwa tidak merasa tuduhan itu tidak adil – dia memang meneror Min Woo. Dia sendiri bilang seperti itu dulu. Min Woo berkata kalau gossip bisa saja diubah menjadi lebih menyeramkan. Internet bakal melebih-lebihkan komentar negatif. Akan tetapi, dalam beberapa hari hal itu bakal mulai menghilang. Min Woo menasehati Kae Hwa untuk menahannya sekarang karena itu toh akan berlalu.
Kae Hwa menjadi ceria mendengar hal tersebut tapi tidak begitu dengan Min Woo. Di dekat mereka para ibu mulai bergosip dan menyebut-nyebut nama Kae Hwa. Min Woo memanggil nama Kae Hwa untuk mendapatkan kembali perhatiannya dan berkata, “Tetaplah memandang mataku!”
Min Woo memegang kepala Kae Hwa dan mengarahkannya tepat menghadap wajahnya sambil berpikir (tapi tidak mengatakannya keras-keras!), “Aku minta maaf. Sebab membuatmu menemui semua hal ini karena seorang pria bernama Sung Min Woo, yang tidak akan pernah kau kenal jika kau tetap berada di dunia Yoon Kae Hwa. Karena tidak mampu memberitahumu hal lain selain bertahan, aku minta maaf.”
Setelah Min Woo pergi, Bok Nim membawa Min Ji dan Ye Eun ke sauna. Kae Hwa meminta maaf pada putrinya karena sudah melewatkan acara di sekolah. Tapi sekarang Min Ji sudah lebih mengerti – Bok Nim memberitahunya kalau pekerjaan ibunya sangat tidak bisa ditebak dan sibuk.
Min Ji dan Ye Eun sudah akrab. Untuk itu, mereka pergi meninggalkan Bok Nim dan Kae Hwa. Bok Nim sudah mengecek semua foto Kae hwa yang beredar di internet tapi anehnya semua foto itu sudah hilang. Pasti sudah ada orang yang menghapusnya. Kae Hwa berkata dengan sedih kalau dia harus berhenti dari pekerjaannya. Dia merasa sangat bersalah karena sudah menyeret nama perusahaan. Bok Nim berkata dengan tegas kalau Min Woo yang harus bertanggung jawab, bukan Kae Hwa.
Min Woo menelpon Shi Joon dan memintanya agar bertemu dengannya. Mereka bertemu di sebuah restoran kosong. Min Woo berkata kalau dia sudah biasa menjalani hidupnya seperti yang selalu dia lakukan dan agak merasa kesulitan bila harus berubah. Dia takut dan tidak tahu harus bagaimana melakukannya. Shi Joon menyemangatinya agar dia bersikap berani!
Di lobby apartemennya, Min Woo mempersiapkan diri sebelum menghadapai para wartawan. Mereka langsung mengenali Min Woo dan berkumpul. Min Woo mengumumkan kalau dia akan mengadakan konferensi pers besok pagi dimana dia akan mengungkap segalanya – tapi dengan syarat. Semua foto Kae Hwa yang beredar online harus dihapus. Yoon Seok mendengar kabar ini dan langsung menelpon. Dia marah sebab Min Woo telah setuju untuk melakukan konpres. Dia memperingatkan Min Woo agar tidak melakukan hal aneh.
Pada paginya, Min Woo berada di aula konferensi dan menghadapi para wartawan yang penasaran. Sementara itu, Ye Eun yang paling pertama mengenali Min Woo di Tv. Dia menunjuk untuk mendapatkan perhatian Kae Hwa.
Pertama-tama, Min Woo meminta maaf karena sudah menyebabkan kekecewaan dengan gossip yang beredar belakangan ini. Dia juga menjelaskan kalau dia akan meluruskan beberapa kesalahpahaman. Yaitu: (1) Dia yang memilih untuk bergabung dalam acara musikal. Tidak ada yang menekannya. (2) Kecelakaan memang terjadi tapi Kae Hwa tidak pernah menggunakan hal ini untuk memaksanya. (3) Yoon Kae Hwa tidak ada hubungannya dengan apapun. Dia orang yang jujur dan lurus.
Meski terkejut, para wartawan dapat menerima penjelasan Min Woo. Tapi Reporter Han tetap ngotot kalau Min Woo pasti punya hubungan dengan Yoon Kae Hwa – dia sering keluar masuk apartemen Min Woo. Jadi apa tepatnya inti dari hubungan mereka?
Min Woo tentu tidak mengharapkan pertanyaan ini. Untuk itu, dia berhenti sejenak dan memikirkan jawaban yang mungkin sementara semua orang menunggu dengan nafas tertahan. Setelah melewati beberapa saat yang tegang, Min Woo akhirnya memutuskan untuk berkata, “Dia dan aku berkencan.”

BERSAMBUNG

credit : http://meylaniaryanti.wordpress.com/2010/05/24/sinopsis-oh-my-lady-%E2%80%93-episode-12/

JANGAN LUPA FOLLOW ya...

sinopsis drama, info music dan film korea

patrarush.blogspot.com