Senin, 05 September 2011

Sinopsis Prosecutor Princess Episode 11

Prosecutor Princess Episode 11 


Hye Ri terlihat ketakutan. Ma Sang Tae adalah teman masa kecil Go Man Chul sewaktu masih di desa dulu. Go tidak bisa melanjutkan ceritanya sebab dia sangat kaget yang membuatnya keluar ruangan. Apakah ayahnya terlibat dalam kegiatan illegal? Yang Hye Ri tahu ayahnya adalah pria yang baik. Hye Ri sedang memikirkan harus mengapakan ayahnya ketika Se Joon masuk. Dia bertanya apa yang Hye Ri lakukan. Hye Ri menolak memberikan apa yang telah dia dapat dari Go man Chul.

Hye Ri kembali ke Go yang dengan gelisah menunggu. Hye Ri bertanya apakah mereka bisa melanjutkan semua ini besok. Apa yang terjadi? Tapi tentu saja Hye Ri tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Hye Ri harus keluar dari sana. Dia merasa sangat lemas. Ketika mendekam di dalam sel-nya, Go sangat terkejut karena Hye Ri begitu gampang membuatnya bicara. Tapi ada yang aneh. Jaksa itu punya nama keluarga yang sama dengan Sang Tae. Apa mungkin mereka punya hubungan? Go menyesal karena gampang saja bicara!
Jenny menyebutkan kalau Go Man Chul adalah makhluk yang jinak, dia bergerak sesuai yang direncanakan. Ini sangat menggembirakan. Yang lebih heboh lagi, Jenny dan In Woo bahkan tahu Hye Ri sangat terkejut dan keluar dari kantornya. In Woo mengatakan kalau keterkejutan Hye Ri itu hanya bersifat sementara.

Hye Ri pergi ke kantor ayahnya. Ayah menawari Hye Ri minum untuk menenangkan diri. Tapi Hye Ri langsung pada pokok permasalahannya. Apa ayah tahu pria bernama Go Man Chul? Ma Sang Tae mengakui kalau dia memang mengenal pria itu dan menyuruh Hye Ri untuk pergi. Hye Ri tidak puas – kenapa pria itu bilang ayah meminjam namanya? Sang Tae lalu menceritakan sebuah cerita tentang hubungan persaudaraan di desa dimana ayah meminjamkan uang untuk bisnis Go Man Chul.
Lalu, apakah ayah tahu tentang Young Jin Construction? Ayah mengatakan kalau di dunia ini tidak semua hal merupakan hal yang menggembirakan, tapi dia bukanlah pria jahat. Hye Ri sangat ingin ayahnya bersikap jujur jadi dia menerima saja apa yang dikatakan ayah! Ayah bertanya2 apakah dia akan diinterogasi oleh Hye Ri? Tentu saja tidak! Tapi yang jelas karena pengakuan Go Man Chul, ayah pasti akan diinterogasi!

Kembali ke rumah. In Woo sedang berada di pintu masuk dengan baju kuningnya. Hye Ri memperhatikan dan langsung mengajak In Woo bersenang-senang. Tapi In Woo tidak tertarik. Hye Ri mencoba menarik perhatian In Woo, dan dia tersandung dan hampir jatuh. In Woo memegang tangan Hye Ri agar tidak jatuh. Dia bahkan tetap memegang tangan Hye Ri! Inilah untuk pertama kalinya Hye Ri memperhatikan kalau In Woo memegang tangannya. Hye Ri bertanya kemana In Woo akan pergi? Mereka bisa pergi bersama kan? Hye Ri mengatakan pada In Woo kalau tips yang dia berikan sukses dan Go Man Chul malah menyebutkan nama Ma Sang Tae. In Woo kaget (ini harus!).

Sang Tae berbicara dengan Direktur Min. Mereka terlihat khawatir dan Min menyarankan agar mereka mengungkapkan tentang Direktur Song, yang bertanggung jawab atas Young Jin Construction tapi ternyata juga sudah meninggal. Hye Ri yang akan memeriksa ayahnya membuat Direktur Min menguatkan alasannya: salahkan Direktur Song! Tapi apa mungkin membuat keluarga Direktur Song tutup mulut? Untuk itu, Ma Sang Tae harus memberikan sejumlah uang pada mereka agar kasus Nam Woo beres.

In Woo masih berbicara pada Hye Rid an heran kenapa dia masih sedih. Jika ayahnya mengatakan kalau dia tidak bersalah, bukannya semuanya akan baik2 saja. In Woo juga bertanya tentang kisah Go Man Chul. Kemudian dia menanyakan pertanyaan paling besar: tidakkah Hye Ri membenci ayahnya? Tidak juga karena dia adalah ayah Hye Ri. jadi bagaimana bisa membencinya? Hye Ri kemudian bertanya apakah In Woo membenci ayahnya? In Woo juga menjawab tidak. Dia tidak pernah membenci ayahnya sebab ayahnya selalu menepati janjinya.

Ae Ja mengatakan pada Sang Tae kalau Hye Ri sudah punya pria yang dia sukai. Tidak, dia bahkan mencintai pria itu. Mereka saling mencintai. Ae Ja menceritakan tentang In Woo: pengacara, pintar, lucu, tampan, dan hangat. Dengan adanya pria seperti itu, Hye Ri tidak perlu pergi ke acara kencan buta. Pengacara Seo sudah cukup. Ibu menyingkirkan segala rasa takutnya, dia menyerahkan surat cerai pada suaminya. Sang Tae tidak terkesan, dia menjawab dingin dan tidak tertarik, “Baiklah!” Sang Tae bukan pria jahat. Ae Ja terlalu lemah melanjutkan ancamannya. Tapi yang jelas dia berhasil.
Ae Ja sangat gembira. Bukan hanya karena dia tidak jadi bercerai tapi juga karena dia mampu membela kehidupan cinta anaknya. Dia ingin agar Hye Ri segera menikah, yang malah dijawab Hye Ri dengan mengatakan kalau dia tidak ada hubungan apa2 dengan In Woo. Hye Ri melepas perhiasannya dan dia menemukan bros keberuntungan yang In Woo berikan padanya sebelum menyelesaikan urusan judi itu. In Woo sudah memberikan banyak hal untuknya: handphone, jam weker ajaib, dan In Woo memasak untuknya.
Di kantor, Hye Ri menghadapi masalah besar: ayah Hye Ri terlibat dalam kasus konstruksi itu. Pimpinan memberitahukan kalau ayah Hye Ri akan diperiksa. Hye Ri yakin pada ayahnya jadi tidak ada masalah disini. Pimpinan mengikutsertakan Se Joon dalam kasus ini. Segera setelah pertemuan, Hye Ri mengirimkan setumpuk dokumen pada Se Joon yang merupakan catatan kasus Go Man Chul.

Se Joon menanyai Go Man Chul, yang malah menarik kembali tuduhannya: Sang Tae tidak meminjam namanya tapi Direktur Song yang sudah mati yang melakukannya. Lalu, kenapa Go dulu menuduh Sang-tae? Go menjelaskan kalau dia ingin balas dendam pada Sang-tae karena dulu dia pernah mempermalukannya saat meminjam uang. Ini adalah kesempatan besar sebab putrinya adalah jaksa dalam kasus ini. Bagi Se Joon, ini tidak masuk akal. Dia menuduh seseorang tapi kemudian menariknya kembali. Dia pasti tidak ingin kebohongannya ketahuan. Kenapa dia tidak memikirkan ini dari awal? Go Man Chul memerikan jawaban yang tidak memuaskan. Ketika jaksa bertanya tentang kematian Direktur Song, Man Chul menjelasakan kalau kejadiannya setahun yang lalu. Dia bahkan hadir di acara pemakaman.
Setelah interogasi itu, Se Joon melaporkan pada pimpinan bahwa terdakwa mengubah pernyataannya. Interogasi berjalan lancar. Ma menjawab dengan tenang, serta menyangkal adanya hubungan antara dirinya dengan Direktur Song yang sudah meninggal. Dia bahkan meminta untuk adanya investigasi menyeluruh. Hanya ada dua kemungkinan: Ma memang orang yang sangat percaya diri atau memang dia tidak bersalah. Sejauh ini, tidak bukti hubungannya dengan Man Chul dan Direktur Song.

Ma Hye Ri tenang dan memutuskan pergi shoping. Dia sudah lama tidak berbelanja. Tapi ada yang berubah: dia menacri sesuatu yang berhubungan dengan In Woo. Hal pertama yang dia ambil adalah sepasang kaca mata. Yoo Na kebingungan. Apakah pacar Hye Ri itu penguntit. Hye Ri tidak menjelaskan apa2. Akhirnya, dia memutuskan untuk membeli gelang. Sementara itu, Se Joon menerima foto2 keren yang menampilkan Jung Sun. Bin yang mengirimkan itu – tidakkah Jung Sun sedang bersama ayah sekarang? Bin sangat putus asa! Apakah Se Joon tidak tahu kalau Jung Sun menyukainya?

In Woo menerima telpon dari Hye Ri. Dia meletakkan hadiah yang akan diberikannya pada In Woo dalam sebuah ember dan sekarang mengirimnya dengan pancing. In Woo sebenarnya ingin bersikap dingin tapi ini sangat menyentuh dan dia memegang hadiah yang diberikan Ma Hye Ri!
Hye Ri: Ibuku mengatakan kalau aku seharusnya tidak berhutang besar pada orang lain. Ketika aku memikirkannya, aku telah berhutang banyak padamu!
In membuka kotak kecil itu. Dan ternyata berisi gelang dan sebuah kartu. Kartu Hye Ri: “Pengacara Seo, yang selalu aku syukuri, aku menyukaimu. Tapi tentu saja ini bukan pernyataan cinta!” In Woo sama sekali tidak bisa berkata apa2. Dia mengeluarkan gelang itu dari kotaknya dan menggenggamnya erat sekali.
Di apartemennya, Hye Ri menunggu telpon In Woo dengan tidak sabar. Kenapa dia perlu waktu begitu lama. Pada akhirnya, In Woo tidak menelpon. Jadi keesokan harinya, Hye Ri menunggu In Woo di dalam lift. In Woo muncul seolah-olah tidak terjadi apa2. Dia menyapa Hye Ri dengan gaya cool-nya. Hye Ri mencari gelang yang diberikannya tapi kelihatannya In Woo tidak memakainya. In Woo melihat kekecewaan Hye Ri. Sebelum pergi, Hye Ri berbicara dengan In Woo.
Hye Ri: Apakah kau tidak menyukainya? Seseorang seharusnya mengatakan apakah dia menyukainya atau tidak. Aku bisa menukarnya kalau kau tidak menyukainya!
In Woo: Apa?
Hye Ri: Gelang itu!
In Woo: Ah, itu. Maaf, aku tidak terlalu memerhatikannya.
Kehidupan cinta Jaksa Yoon tidaklah mudah. Dia dan Hye Ri seharusnya membentuk klub patah hati saja. Se Joon lewat di depan rumah Jung Sun dan dia melihat mobilnya masih ada di rumah. Ibu Jung Sun memberitahu Se Joon kalau Jung Sun mengantar Bin ke sekolah. Untuk itulah, Se Joon langsung melesat ke sekolah anaknya. Disana dia melihat Jung Sun yang sedang menggendong Bin. Se Joon sangat kaget karena, yang pertama pengakuan Bin tadi malam dan pemandangan yang ada di depannya.
Ketika sedang bicara pada pimpinan tentang kasus yang ditanganinya, pimpinan memberitahu Hye Ri sebuah pepatah: “manusia menentukan takdir manusia lainnya, itu adalah sebuah beban!” Hye Ri tersadar dan dia pergi ke Jung Sun untuk meminta bantuan tentang masalah yang dihadapinya – masalah suami/selingkuhan yang menjadi pembunuh – Hye Ri ingin agar mereka diberikan terapi. Setelah mengatakan kalau dia mau melakukan itu, Jung Sun diberitahu kalau ada yang menunggu untuk diinterogasi – ternyata mantan penguntit Hye Ri. Dia datang bersama ibunya yang menawarkan uang. Tapi Jung Sun menolaknya, dia bisa melakukan kerja sosial. Ketika Hye Ri menyapa sang penguntit, dia bertanya bagaimana kabar pacar Hye Ri.

Jung Sun membawa Hye Ri keluar. Dia tidak bisa mengerti hubungan yang dijalani Hye Ri dengan Se Joon. Karena Hye Ri tidak menjelaskan apa2, jadi Jung Sun memperingatkan Hye Ri: jangan mempermainkan perasaan Se Joon, jangan membuatnya menangis, atau kalau tidak Hye Ri akan berada dalam bahaya. Hye Ri tidak takut pada ucapan Jung Sun. Dia malah bertanya-tanya kenapa Jung Sun tidak bisa mengatakan perasaannya pada Se Joon. Bagi Jung Sun, cinta adalah tidak mengatakan perasaan pada orang yang disukai untuk menghindarkan ketidaknyamanan dan agar selamat dari penolakan. Dia berpikir kalau Jaksa Yoon belum siap, jadi dia menunggunya.
Hye Ri kelaparan tapi tidak ingin makan makanan vegetarian. Jadi dia mengambil ramen dan mulai memasak seperti yang diberitahukan In Woo. Merasa kalau semuanya tidak sama tanpa In Woo, jadi Hye Ri menelponnya dan mengatakan kalau dia tidak punya makanan di rumah. Ketika In Woo memasak, Hye Ri berkeliling di rumah In Woo seolah-olah dia belum pernah kesana sebelumnya. Mereka mulai makan dan Hye Ri tidak bisa menutup mulutnya untuk bertanya apa hubungan In Woo dengan Jenny. Tapi In Woo hanya diam.

Jenny menelpon di saat yang tidak tepat. Tapi ini memberi In Woo kesempatan untuk mengusir Hye Ri. In Woo tidak menghiraukan kehadiran Hye Ri dan malah mengundang Jenny makan malam. Hye Ri pergi setelah dia tahu apa pesan yang terkandung dalam kata2 In Woo. Tapi dia tidak mengerti kenapa dia menangis karena kejadian itu. Dia melanjutkan memakan ramen yang dia masak sendirian. Sementara itu, In Woo merasa sangat hancur dan memakan sisa ramen Hye Ri dengan sumpit yang Hye Ri gunakan.
Hari berikutnya, Jaksa Yoon membicarakan masalah Go Man Chul dengan pimpinan. Mereka sampai di jalan buntu dan semua tersangka ternyata bersih. Sedangkan Song Ki Joon sudah mati jadi tidak bisa ditanyai. Go Man Chul dibebaskan. Tapi Se Joon tidak mengikuti apa yang Hye Ri ikuti: rupanya Ma Sang Tae memberikan tanah pada Go Man Chul. Jadi Hye Ri bertanya pada Nyonya Ha. Tapi wanita ini berkata kalau dia tidak tahu apa dan menolak mengaku kalau dia membeli apartemen dengan uang yang didapat dari hasil menjual tanah yang diberikan Ma Sang Tae.

Jenny mengatakan kalau segalanya sangat menyenangkan karena berjalan sesuai dengan rencana. In Woo mengatakan kalau semuanya memang menyenangkan dan lucu. Tapi In Woo terlihat marah. Dia marah karena semua berjalan tidak sesuai dengan rencana: dia tidak berencana untuk jatuh cinta pada anak musuhnya!
Ma Hye Ri tidak bisa berhenti menggali tentang masa lalu ayahnya. Dia mencari di internet dan mendapatkan info kalau 15 tahun yang lalu ada pembunuhan terjadi di lokasi pembangunan dan Tuan Seo dituduh melakukannya. Tapi Hye Ri perlu lebih banyak informasi jadi dia pergi ke ruang dokumentasi. Flashback memberitahu kita kalau In Woo juga melakukan hal yang sama bertahun-tahun yang lalu. Hye Ri membaca semua pernyataan sama seperti yang In Woo lakukan.

In Woo menunggu di luar gedung itu, menunggu Hye Ri sampai ke luar. Dia bersembunyi di balik pohon. Sayangnya, In Woo tidak bisa menemai Hye Ri di saat2 susah seperti sekarang. In Woo merentangkan tangan (dia memakai gelang yang diberikan Hye Ri) seolah-olah dia menyentuh wajah Hye Ri. Baiklah, In Woo kembali ke jalannya semula untuk membalas dendam.
Hye Ri mencoba menghubungi In Woo. Dia sangat memerlukan In Woo untuk menumpahkan kesedihannya dan untuk meminta nasehat. Hye Ri cepat sekali putus asa jadi dia pergi ke apartemen In Woo. Tapi buruknya, tidak ada jawaban. Hye Ri buru2 ke kantor In Woo tapi dia berhadapan dengan Jenny yang mengatakan kalau dia tidak bisa memberitahu masalah pribadi Pengacara Seo kepada sembarangan orang.
Hye Ri ingin percaya kalau In Woo akan segera menghubunginya karena dia tahu Hye Ri dalam kesulitan. Tapi pikiran rasional Hye Ri mengatakan kalau tidak akan seperti itu. Dia keluar gadung kantor In Woo. Sambil menangis, Hye Ri memanggil nama In Woo.

Hye Ri: “Pengacara Seo… Pengacara Seo…”

BERSAMBUNG

credit : http://meylaniaryanti.wordpress.com/2010/07/17/sinopsis-prosecutor-princess-%E2%80%93-episode-11/

Sinopsis Prosecutor Princess Episode 10

Prosecutor Princess Episode 10 

In Woo mengaku pada Jenny kalau sebenarnya dia tidak ingin melakukan apa2 dengan Hye Ri. Dia tidak ingin mencintainya dan dia tidak ingin melukainya. In Woo hanya ingin pergi dari kehidupan Hye Ri! Jenny meminta In Woo untuk menelan kata2 itu lagi – Hye Ri adalah putrinya Ma Sang Tae! Hye Ri cukup bodoh karena mau melakukan apa yang disuruh In Woo.

Tapi In Woo menjawab kalau Hye Ri tidak bodoh dan dia bukan anak Ma Sang Tae. Jadi sekarang apakah mereka harus menghentikan semua yang telah mereka lakukan sejauh ini? In Woo juga tidak akan bertemu dengan Hye Ri kalau bukan karena Ma Sang Tae. In Woo memandang Jenny dengan sedih. Tapi Jenny hanya menutup matanya.

Sementara itu, Hye Ri sama sekali tidak bisa tidur. Ibu tiba2 menelpon dan langsung bertanya apakah Hye Ri sedang bersama In Woo. Ibu berkata, “Aku ingin mengucapkan selamat tinggal padamu.” Ibu akan pergi ke ‘dunia yang lain’. Ibu juga minta maaf pada Hye Ri yang menambah keprihatinan Hye Ri. Ternyata ibu tidak pernah memberitahu Hye Ri kalau perusahaan ayah sedang mengalami kondisi buruk. Dia hanya meminta Hye Ri untuk pulang ke rumah dan menyelesaikan permasalahan itu. Hye Ri bilang kalau dia akan pulang bila kasusnya sudah selesai. Tepat pada saat itu, ayah datang yang membuat ibu langsung menutup telpon. Ibu mencari alasan kalau dia hanya ingin bicara pada Hye Ri tapi ayah tidak peduli.
Merasa kesepian, Hye Ri menelpon In Woo. Tapi telponnya tidak dijawab. In Woo mabuk di bar dan Jenny tidak mau menerima telpon itu. Di teras, Hye Ri bertanya2 kenapa In Woo tidak di rumah tapi kemudian dia mendapat telpon dari Se Joon. Dia sedang menunggu Hye Ri di kursi taman dan Hye Ri langsung berlari menemuinya. Se Joon bertanya apakah Hye Ri telah begadang semalaman makanya dia pulang pagi. Hye Ri sekarang pasti kelelahan dan untuk itulah Se Joon datang. Dia ingin mengajari Hye Ri beberapa gerakan peregangan untuk menenangkan pikiran Hye Ri.

Se Joon mulai melakukan peregangan di tangan dan memberitahu Hye Ri bagaimana melakukannya. Hye Ri melihat ke sekeliling dan Se Joon berhanti melakukan peregangan. Hye Ri berkata kalau mereka harus melakukannya bersama agar terlihat seperti kencan. Se Joon mengiyakan dan mereka mulai melakukan stretching dengan mengangkat yang lain dengan pungung. Hye Ri berteriak waktu Se Joon mengangkatnya. Dan waktu giliran Hye Ri untuk mengangkat Se Joon, dia berteriak kesakitan. Hye Ri hampir tumbang dan Se Joon menggenggam tangannya agar tidak jatuh. Mereka kemudian tersenyum dan tertawa!

In Woo akhirnya bangun dan Jenny menyuruh In Woo tidur di rumahnya saja. In Woo menolak – dia harus melindungi Hye Ri yang sering ketakutan waktu malam. In Woo tersenyum pada diri sendiri waktu dia ingat Hye Ri yang ketakutan. Jenny jadi berpikir, “In Woo begitu tergila-gila pada gadis ini!” Jenny mengantar In Woo ke apartemennya tapi In Woo menyuruhnya pulang. Di saat yang sama, Se Joon mengantar Hye Ri ke apartemennya. Mereka tidak bertemu tapi Hye Ri melihat In Woo yang mabuk sedang berjalan sendiri. In Woo hampir jatuh dan Hye Ri memegang tangannya. In Woo malah menepis tangannya. Hye Ri mencoba membantu In Woo lagi dan kali ini In Woo memegang tangannya dan berteriak, “Tinggalkan aku! Tapi aku benar2 tidak ingin kau…”
In Woo jatuh di tempat tidur dan mulai bermimpi tentang segala hal yang dia lalui bersama Hye Ri, mulai dari resor ski hingga di bandara. Hye Ri kembali menonton semua rekaman CCTV. Dia berhenti sebentar untuk memikirkan tentang keehatan In Woo sebelum akhirnya melanjutkan pekerjaannya hingga pagi. Akhirnya! Hye Ri melihat mobil Woo Sung Mi yang melintas di depan toko. Sepertinya ada bayangan aneh yang terlihat seperti suami korban. Hye Ri benar2 kegirangan dan dia menelpon In Woo.

In Woo bangun dan melihat kalau Hye Ri manelpon. Hanya saja dia mengabaikan telpon itu. In Woo lalu bangun dan akan membuka bajunya untuk mandi waktu Hye Ri membunyikan bel di pintu. In Woo membuka pintu dan Hye Ri bertanya apakah In Woo baik2 saja. In Woo menghindari tatapan Hye Ri serta menjawab pendek2. Hye Ri jadi lupa maksud kedatangannya karena sikap In Woo. Tapi kemudian dia mengundang In Woo untuk melakukan perayaan atas kesuksesannya mendapatkan bukti untuk kasusnya. Meski In Woo ingin menolak tapi dia merasa begitu terkesan pada keberhasilan Hye Ri. Berikutnya, In Woo mandi.

In Woo menemui Hye Ri di luar dengan kaca mata. Hye Ri melihat kedatangan In Woo dan dia terlihat sedikit gugup – sadar kalau In Woo ternyata keren dengan kaca mata. Hye Ri berkata kalau mereka akan pergi ke restoran yang lain sebab resto yang biasa dia kunjungi tidak menyediakan sup. In Woo tadi malam mabuk jadi dia perlu sup. In Woo terlihat kaget sebab Hye Ri begitu perhatian. Mereka pergi ke resto yang dimaksud dan In Woo sama sekali tidak menyentuh makanannya. Malah, In Woo hanya memandang Hye Ri yang sedang makan.

Hye Ri: Apa kau memandangiku?
In Woo: Aku sedang menyaksikan.
Hye Ri: Kenapa? Karena aku makan dengan anggunnya?
In Woo: Karena kau terlihat seperti kelinci yang makan daging untuk pertama kalinya dan heran karena ternyata ada rasa seenak ini di dunia!
Hye Ri: Apa kau bisa melepas kaca matamu?
In Woo: Jangan hiraukan aku dan lanjutkan saja makanmu.
Hye Ri: Kenapa kau menangis kemarin?
In Woo: (menunduk)
Hye Ri: Aku melihat semuanya. Jadi apa maksudnya menutupi matamu hari ini? Kau menangis kan?
In Woo: Bagaimana dengan Yoon Se Joon? Bukankah kau datang kesini dengan Jaksa Yoon pada hari seperti hari ini kan? Pada hari ketika kau mencapai sesuatu, ketika hal bagus terjadi, pada hari yang menggembirakan dan menyedihkan – bukankah orang2 selalu bertemu orang yang mereka sukai?

In Woo sebenarnya ingin membuat Hye Ri kesal agar dia menjauh. Hye Ri merespon dengan mengatakan kalau hari ini weekend jadi Se Joon ingin menghabiskan waktu dengan anaknya. Hye Ri berkata, “Hari ini adalah hari minggu yang menggembirakan. Pada hari seperti ini, dengan orang yang membuatmu nyaman, duduk seperti ini sambil makan makanan enak, ini adalah perasaan paling membahagiakan. Tidakkah kau berpikir begitu?” Hye Ri lalu melanjutkan makannya. In Woo terlihat sedikit malu dan langsung melepas kaca matanya.
Keesokan harinya, Hye Ri menganalisis rekaman itu jadi dia bisa mendapatkan gambar yang jelas. Jelas sekali kalau mereka bersama – Woo Sung Mi dan suami korban. Jadi Hye Ri hanya perlu membawa mereka kemari untuk ditanyai. Akan tetapi, Park Yoo Chul (suami korban) bersiap2 untuk meninggalkan negara ini dan membiarkan anak2nya sendiri. Di saat yang sama, Woo Sung Mi meminta libur dari tempat kerjanya. Hye Ri bertanya pada atasan apakah dia bisa pergi dengan polisi saat melakukan penangkapan. Se Joon mendukung Hye Ri. Dia tahu bagaimana rasanya menyaksikan penangkapan pertama. Atasan memberitahu Se Joon kalau dia benci ambil bagian tapi kemudian dia bertanya bagaimana perasaan Hye Ri.

Hye Ri menjawab kalau dia bisa membayangkan bagaimana wajah para tersangka ketika ditangkap, khususnya Park Yoo Chul karena dia sudah menantang Hye Ri untuk menemukan bukti. Dan atasan berteriak, “AKU PUNYA BUKTINYA DISINI, KAU BAJINGAN! Itu kan, yang ingin kau bilang?” Hye Ri berkata, “Bajinga? Bagaimana kalau aku ditangkap komisi disiplin?” Hye Ri (yang ditemani Penyidik Cha dan asisten Se Joon) pergi untuk menangkap Park Yoo Chul di luar rumahnya. Dia mulai membacakan hak2 Park lalu melihat dua anak Park mengintip dari pintu sambil menangis. Mereka meminta agar Hye Ri tidak membawa pergi ayah mereka. Hye Ri merendahkan suaranya dan menyelesaikan pembacaan hak2 itu.

Polisi membawa Park dan Woo ke kantor Hye Ri lalu menunjukkan bukti dari rekaman CCTV itu. Hye Ri tidak akan mengurangi tuntutan mereka tapi dia ingin tahu bagaimana Choi meninggal. Woo mengaku kalau dia menyuntikkan obat ke Choi pada suatu pagi. Dia tahu Choi punya kebiasaan minum segera setelah bangun jadi suatu pagi Woo memasukkan obat tidur ke minuman Choi. Waktu korban tertidur, dia menyuntikkan dua dosis obat ke Choi hingga dia meninggal. Mereka membawa tubuh Choi keluar lalu ke TKP dimana Woo menabrak lagi tubuh Choi.

Hye Ri tidak percaya ini. Choi dibunuh dua kali! Park Yoo Chul malah bisa2nya membela diri, “Aku tidak melakukan pembunuhan itu secara langsung. Dia (Woo) yang melakukan suntikan itu!” Hye Ri kabur ke kamar mandi dan mulai menangis. Jung Sun menyuruh Hye Ri keluar sebab dia akan menggunakan kamar mandi. Hye Ri keluar dan Jung Sun menyuruhnya untuk pergi. Dia harus menghadapi hukum sebab mereka yang terlibat di dunia hukum selalu bertemu dengan orang2 seperti itu. Jung Sun berkata, “Jika kau menangis di saat seperti ini, maka kelopak mata gandamu akan lepas!” Hye Ri tidak bisa membesarkan anak2 itu sendiri dan dia memang tidak harus melakukan itu. Sebagai Jaksa, mereka hanya melakukan hal yang sesuai dengan kapasitas mereka!
Se Joon punya masalah sendiri. Kelihatanya Go Man Chul kabur sebab dia tidak bisa dihubungi lewat telpon. Jadi Se Joon meminta surat perintah. Pada acara rapat, Pimpinan mereview semua kasus lalu menutup rapat dengan mendadak. Jung Sun memandang Min Suk dengan tatapan aneh. Pimpinan melebih-lebihkan reaksinya dan Jaksa Chae langsung memandang Hye Ri dengan tatapan ingin ditraktir. Semua orang tertawa melihat hal itu dan Hye Ri bilang kalau itu tidak apa2. Semua orang ingin diperlakukan special hari ini dan mereka ingin pergi ke rumah Hye Ri. Hye Ri bisa memilih makanan.
Jung Sun memperhatikan kalau ini adalah perhatian singkat tapi Jaksa Chae mengatakan kalau ini adalah ide Jung Sun. Se Joon berkata kalau menangkap penjahat di tahun2 pertama bisa menjadi hal yang rumit dan Hye Ri harus bersama banyak orang pada saat itu. Hye Ri sangat tersentuh karena mereka semua peduli padanya! Sementara itu, In Woo mengantar Jenny ke rumahnya. Dia mengucapkan terima kasih pada Jenny karena sudah bisa bersabar dengannya dan tidak banyak bertanya. Jenny mengatakan kalau dia bukan istri In Woo jadi dia tidak perlu mengomel. Tapi kalau mau tahu, Jenny sangat khawatir dan takut kalau rencana mereka akan kacau!

Hye Ri menyambut semua teman2nya di rumahnya. Dia menggelar pesta wine di teras rumahnya. Dia bahkan mengganti bajunya dengan baju merah, khusus untuk acara itu. Lucunya, Hye Ri sudah membuat semacam jadwal untuk acara pesta wine ini. Pertama-tama mereka akan minum wine kemudian nongkrong di balkon untuk berbincang-bincang. Padahal semua temannya mengharapkan jjajangmyun dan soju. Pimpinan bersulang untuk Hye Rid an Hye Ri tergoda untuk bertanya tentang istri pimpinan. Jung Sun mencoba memberi sinyal pada Hye Ri tapi terlambat.
Pimpinan berkata kalau dia tidak pernah menikah. Kenapa? Karena dia tidak bisa. Hye Ri terkejut mendengar hal seperti itu. Jaksa Chae bahkan cukup berani untuk berkata kalau semua orang bisa menikah. Dia sendiri menikah. Dan Min Suk juga membuat pernyataan berani dengan mengatakan kalau seseorang sedang mencoba menikah dua kali. Lebih aneh lagi waktu Jung Sun menegak semua wine-nya sekalian. Teman2 kerja Hye Ri tidak terbiasa dengan makanan eropa. Mereka hanya ingin makan kimchi. Hye Ri memutuskan bahwa dia bisa minta pada In Woo.

Hye Ri pergi ke apartemen In Woo dan Jenny membukakan pintu untuknya. Hye Ri terkejut tapi dia bertanya apakah In Woo ada – dia ingin meminjam sesuatu padanya. Jenny berkata kalau In Woo sedang ada di kamar mandi tapi Jenny bisa pergi dan bertanya pada In Woo kalau Hye Ri mau. Hye Ri menghentikan Jenny dan berkata kalau itu bukan masalah besar lalu kabur! Sebenarnya Hye Ri cemburu sebab Jenny ada di apartemen In Woo dan In Woo sedang mandi pula!
Tapi Jenny bohong. In Woo pergi untuk membeli makanan amerika buatnya. Sementara menunggu In Woo, Jenny memikirkan lagi kesan pertamanya waktu bertemu dengan Hye Ri. Waktu itu, Hye Ri pergi ke kantor In Woo dan berteriak kalau dia akan menuntut In Woo sebab sudah mengatakan pada semua orang kalau dia pergi ke acara lelang ketimbang menghadiri seminar Jaksa. Jelas Jenny tidak menyukai Hye Ri serta, dia lebih tidak suka lagi bila In Woo jatuh cinta pada Hye Ri meski tidak diakuinya. Ketika In Woo kembali ke apartemennya, didikan Jenny ketahuan. Dia diadopsi oleh ibu amerika dan dibesarkan dengan diberi makanan amerika jadi dia tidak terbiasa makan makanan Korea.

Hye Ri berkata pada semua temannya kalau dia tidak bisa menemukan kimchi. Jaksa Chae menawarkan diri untuk membeli di toko terdekat. Dia sekalian juga akan membeli soju. Pimpinan mengikutinya. Saat itulah, Se Joon dan Hye Ri menengadah dan melihat In Woo di terasnya. Dia melihat ke tempat Hye Ri tapi menolak untuk bersikap ramah. Jung Sun melihat kalau Hye Ri + Se Joon begitu seimbang memutuskan untuk pergi. Min Suk yang merasa akan menjadi orang ketiga pergi juga!
Se Joon bertanya kenapa In Woo masih disini padahal dia pikir In Woo sudah pindah. Hye Ri mengatakan kalau dia yang menghentikan In Woo dan setelahnya In Woo membantu Hye Ri waktu penguntit aneh tinggal di apartemennya. Se Joon sedikit marah karena Hye Ri tidak menelponnya. Hye Ri menjelaskan kalau In Woo lebih dekat jadi lebih nyaman kalau menelponnya saja. Semua jaksa pulang dalam keadaan mabuk. Jung Sun bilang kalau dia akan pergi dulu dan Se Joon bisa membantu Hye Ri bersih2. Hye Ri tidak ingin Jung Sun pulang sendiri malam2 begini. Tapi Jung Sun berkata kalau dia bisa hapkido dan takwondo – dia akan baik2 saja. Dia kabur untuk menghindari interaksi aneh lainnya. Hye Ri mendesak Se Joon untuk mengikutinya.

Se Joon mengikuti Jung Sun sambil berteriak memanggilnya, “Jaksa Jin! Jaksa Jin!” Dan Jung Sun berjalan lebih cepat dan lebih cepat lagi. Akhirnya Se Joon memanggil, “Jung Sun ah!” Jung Sun berhenti dan menghapus air matanya sebelum berbalik untuk memandang Se Joon. Jung Sun beralasan kalau dia ingin olahraga karena sudah makan terlalu banyak. Se Joon senang karena dia tidak marah padanya. Jung Sun berkata kalau dia bisa merasakan perasaan antara Se Joon dan Hye Ri. Se Joon memberikan jawaban yang tidak jelas, “Perasaan seseorang tidak bisa dikendalikan sesuai keinginannya!” Jung Sun berkata kalau selama Se Joon menyukai hal itu, itu bagus – dia senang kalau Se Joon senang!
In Woo dan Jenny mendiskusikan rencana mereka. In Woo meminta Jenny untuk menginap di rumahnya sebab keesokan harinya dia punya pekerjaan penting untuk dilakukan. Jenny mengingatkan kalau dia datang ke Korea dengan In Woo selama setahun jadi In Woo boleh melakukan apapun yang dia ingin lakukan. Ketika sudah genap setahun, dia ingin kembali ke Amerika dengan cepat, bersama2. Kemudian Jenny langsung merebut tempat tidur dan bilang kalau In Woo tidur di karpet saja sebab sofanya sama sekali tidak nyaman.

Sebaliknya, Hye Ri tidak bisa tidur. Jadi dia keluar ke teras untuk melakukan peregangan. Sialnya, dia melihat Jenny sedang berdiri di teras In Woo dan mengenakan baju In Woo! Itu bukan sesuatu yang ingin Hye Ri lihat. Jadi Hye Ri bersembunyi ketika Jenny memandang ke tempatnya. Jenny tidak terlalu memikirkan Hye Ri lagi. Sedangkan, Hye Ri tidak terlalu kaget waktu melihat wanita lain yang menarik perhatian Pengacara Seo In Woo.
Keesokan harinya, Hye Ri pergi ke tempat parkir dan bertemu dengan In Woo yang baru saja pulang dari mengantar Jenny. In Woo bertanya apakah Hye Ri bersenang-senang dengan semua jaksa kemarin. Hye Ri malah membalikkan pertanyaan dengan berkata kenapa In Woo menanyakan hal yang sangat jelas. Hye Ri bicara cukup cepat jadi In Woo bertanya apakah Hye Ri bertengkar dengan Jaksa Yoon. Hye Ri malah terganggu dan bertanya kenapa memanggil Se Joon seperti itu, seolah-olah In Woo sedang mengejek pahlawannya. Hye Ri pergi tapi dengan cepat dia memaki diri sendiri karena bicara seperti itu.

Jung Sun sedang dalam mobilnya sendiri – waktu Se Joon datang untuk menjemputnya, Jung Sun bilang kalau dia tidak ingin menumpang dengannya lagi. Alasannya adalah dia akan mulai melakukan olahraga di pagi hari. Dan dia tidak akan bisa pergi ke kantor berbarengan dengan Se Joon lagi. Ini adalah langkah awal Jung Sun untuk melupakan Se Joon! Oh no!

Sementara itu, Go Man Chul sedang menelpon Ma Sang Tae. Dia diperintahkan agar meninggalkan Korea melalui Incheon. Ma Sang Tae ingin agar Go menghilang selama beberapa bulan dan dia bisa kembali dengan diam2 nanti. Go langsung berangkat tapi mobil yang ada di depannya sengaja pelan2. Go ingin menyalip tapi mobil itu malah negbut. Dan mendadak mobil itu berhenti di tempat pemberhentian. Go tidak bisa mengerem dan menabrak mobil itu. Ternyata itu Jenny. Polisi yang ada di pemberhentian itu mendatangi mobil Go dan dia malah membuat kesalahan besar dengan menvoba kabur. Tentu saja dia ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Jenny hanya tersenyum.

Hye Ri akhirnya memperhatikan kalau Ha Jung Nan menarik tuntutan hukumnya. Dia dipanggil oleh pimpinan. Pimpinan akan menggabungkan kasus Hye Ri dengan kasus Se Joon (kasus Go Man Chul). Se Joon memberikan Hye Ri catatan. Hye Ri memeriksa catatan itu dan tahu kalau Go tidak pernah melakukan pekerjaan rombongan malah, dia adalah CEO sebuah pabrik kertas. Hye Ri curiga kalau dia meminjamkan namanya pada orang lain, yang kemudian melakukan deal illegal. Akan tetapi, waktu Hye Ri menanyainya, Go menolak untuk buka mulut dan memberitahu siapa yang menjalankan perusahaan itu. Ma Sang Tae sangat kaget waktu mendengar kalau Hye Ri yang menangani kasusnya. Sedangkan In Woo mencoba mengumpulkan tenaga dengan memandang sepatu bolanya lagi.
Hye Ri putus asa dengan Go Man Chul tapi dia tiba2 ingat kalau Go membeli tanah 15 tahun lalu bukan dengan uangnya. Hye Ri mengunjungi Ha Jung Nan dan mengatakan pada wanita itu kasus baru yang melibatkan Go. Ha kaget waktu mendengar Go terlibat dalam kasus pembangunan itu. Jadi Hye Ri bertanya apakah ada orang lain yang memberi Go uang sebagai kompensasi. Ha mulai gelisah dan berkata kalau dia tidak tahu apa2 dan dia tidak mau mendengar apa2 tentang Go lagi!

Hye Ri pulang ke rumah dengan kecewa. Dia bertemu dengan In Woo yang sedang duduk2. In Woo menyerahkan sebotol jus sebab Hye Ri terlihat lelah sekali. Hye Ri menerimanya. In Woo bertanya apakah dia bekerja lembur karena kelihatannya dia tidak datang dari berkencan. Hye Ri menjawab kalau tebakan In Woo salah. In Woo menyuruh Hye Ri istirahat saja soalnya kelihatannya Hye Ri muak bicara dengan seseorang dan tentu tidak ingin bicara dengannya. Hye Ri berkata kalau In Woo benar – dia muak biacar pada orang2 dan apakah In Woo tahu cara bagaimana membuat orang lain bicara ketika mereka tidak mau? In Woo memberikan nasehat. Keesokan harinya, Hye Ri bertanya pada Go apakah dia akan merespon sama: ‘lakukan sesuai hukum’ atau ‘aku tidak punya apa2 untuk dikatakan!’

Hye Ri: Young Jin Corporation adalah perusahaan palsu. Kau diminta oleh seseorang dan hanya meminjamkan namau, kan? ‘tidak ada yang bisa kau katakan.’ Orang itu bilang kalau kau mau melakukan tanggung jawab ini, dia akan memberimu uang. Tapi jika kau mengatakan namanya, dia tidak akan membiarkanmu pergi. Dia mengancammu kan? ‘lakukan sesuai hukum.’ Benar?
Go: Ya
Hye Ri: Orang itu, ketika kau memberitahunya kalau kau mendapat telpon dari kejaksaan karena masalah Apartemen Nam Woo. Dia menyuruhmu bersembunyi sekarang kan? Ketika surat perintah dikeluarkan, dia mengatakan padamu kalau dia akan membantumu kabur dari negara ini kan? Alasannya adalah dia ingin menggunakanmu agar bisa melewati undang2 kasus ini, kata dia.
Go: Uh – tunggu, apa maksudmu?
Hye Ri: Jika kau tidak tertangkap dalam kurun waktu masa undang2 pembatasan, lalu dia akan terbebas dari segala tuduhan atas kasus Young Jin Corporation. Kau tahu kan? Bahkan dalam gugatan perdata, berkat kau yang tidak punya nama dalam aset itu, dia tidak akan membayar sepeser pun. Kau juga tahu itu kan?
Go: (menunjukkan ekspresi menolak!)
Hye Ri: Tapi orang itu, jika dia mendapatkan semua keuntungan itu karena kau, dia seharusnya memberimu setidaknya 2 miliar dollar. Berapa yang dia janjikan padamu? Well… bagaimana dengan 100.000 dolar?

Go Man Chul sadar kalau dia sudah kalah. Waktu polisi akan membawanya kembali ke sel, Go berhenti di tengah dan akan mengaku pada Hye Ri. Go mengatakan kalau dia memang hanya meminjamkan namanya dan dia sama sekali tidak tahu bagaimana perusahaan itu dijalankan.

Hye Ri bertanya siapa orang yang meminjam namanya itu. Go Man Chul menjawab, “Ma Sang Tae. Presiden S.T. Construction, Ma Sang Tae!” Tidaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk….

BERSAMBUNG

credit : http://meylaniaryanti.wordpress.com/2010/07/06/sinopsis-prosecutor-princess-%E2%80%93-episode-10/

Sinopsis Prosecutor Princess Episode 9

Prosecutor Princess Episode 9 

In Woo bilang bahwa menginvestigasi tidak cocok dengan Hye Ri. Tapi Hye Ri punya bukti dan menunjukkan foto. Dia mengharapkan ada penjelasan atas semuanya. Ketika Hye Ri menjelasakn tentang kejadian di resor ski dan di bandara, In Woo tidak terlalu mendengarkan. Pikirannya sibuk memikirkan cara untuk membela diri. Akhirnya, saat Hye Ri selesai bicara, In Woo malah berkata tidak akan menjelaskan apa2 dan mendorong Hye Ri untuk menyelidiki semuanya bila dia begitu penasaran. Hye Ri tidak mempercayai ini!

Kalau mau tahu, sebenarnya In Woo khawatir sebab sudah bertindak ceroboh. Saat sampai di rumah, In Woo memandangi foto2 itu. Bagaimana mungkin ini terjadi? Apakah Hye Ri membuatnya menjadi orang tolol? In Woo tidak suka ini. Dia sudah melakukan usaha ekstra untuk menjalankan balas dendam ini dan menagakkan keadilan. Dia tidak mau ada yang menghalangi jalannya.

Sementara itu, Hye Ri sedang menelpon Yoon Ah sambil meletakkan semua barang yang In Woo belikan untuknya ke dalam sebuah kotak. Hye Ri begitu marah dan menanyakan pertanyaannya seperti siapa In Woo hingga berani bersikap seperti ini. Tidakkan dia ingin menjelaskan semuanya? Benar2 tidak bisa dipercaya! Hye Ri membuka pintu dengan kakinya dan langsung menuju apartemen In Woo sambil membawa kotak itu. Ada orang yang sedang mengawasinya!
Hye Ri dengan kasar melempar kotak itu ke tangan In Woo sambil berteriak. In Woo tercengang. Hye Ri menjelaskan tentang dirinya yang menjadi jaksa dan akan menyelidiki siapa In Woo sebenarnya. Hye Ri lalu kembali ke rumah dimana dia bergumam pada dirinya sendiri. Dia harus meninggalkan Korea secepat mungkin. Sebab, banyak orang memasuki rumahnya seolah-olah rumah ini adalah tempat public atau apa. Keesokan paginya, Hye Ri baru sadar kalau dia belum mengembalikan jam In Woo!

Di apartemen In Woo, Jenny menanyakan masalah foto itu, tentang bagaimana In Woo bisa begitu ceroboh yang bisa saja menghancurkan kasus mereka. In Woo memintanya untuk tidak khawatir tapi Jenny menyuruh In Woo diam. Jenny berkata kalau In Woo yang membuat rencana ini dan dia harus bertanggung jawab pada rencana ini.

Hye Ri bertemu dengan Yoon Ah di sebuah kafe. Yoon Ah memberitahu Hye Ri cerita dibalik foto itu. Dia mengatakan kalau ini memang keajaiban dimana cinta akhirnya bertemu. Seo In Woo pasti jatuh cinta pada Hye Ri tapi itu adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Hye Ri menjelaskan kalau banyak hal aneh terjadi yang berhubungan dengan In Woo. Yoon Ah membela In Woo dengan mengingatkan kalau dirinya tidak bisa datang ke resor waktu itu bukan karena In Woo. Hye Ri tentu tidak akan mengatakan kalau dia punya penggemar yang membantunya di saat susah. Yoon Ah menjelaskan: kalau Se Joon terlihat keren karena tidak bisa melupakan istrinya, maka In Woo juga kerena karena jatuh cinta pada Hye Ri!
Di saat yang bersamaan, Nyonya Ha dan mantan suaminya bertengkar. Pria itu ingin agar dia menarik tuduhannya tapi Ha tidak akan menyerah. Kelihatannya, uang yang diberikan mantan suaminya untuk membeli rumah berasal dari sumber yang illegal. Jika jaksa mengetahuinya, maka hal itu akan jadi bencana. Bahkan, mantan suaminya itu bisa masuk penjara. Pria itu mengatakan pada Ha apakah dia pikir ‘pria itu’ akan membiarkannya pergi? Ancaman ini membuat Ha takut. Dia tahu siapa pria yang dimaksud.

Se Joon sedang menangani sebuah kasus yang melibatkan mantan CEO Brothers Construction Corporation, sejak pertama kali mereka mulai membangun kompleks kondominium Nam Woo. Pria itu mengatakan kalau mereka hanya pemborong bawahan. Jadi mereka tidak bertanggung jawab atas bangunan yang rusak. Lalu. Siapa yang memberikan kontrak itu pada mereka? Pria itu tidak ingat, Tae Jin atau siapa. Dengan ini, Se Joon menyelidiki semua kontraktor bawahan dan perusahaan pemenang yang membangun kompleks Nam Woo.

Berita bagus untuk Hye Ri tentang kecelakaan itu. Woo Sung Mi membeli tiga asuransi pribadi empat bulan sebelum kecelakaan itu. Ini benar2 aneh. Hye Ri mulai menghitung: 3 asuransi dikali masing2 asuransi yang seharga 30.000 jadinya 90.000 dolar! Cocok. Awalnya, Hye Ri tidak memperoleh apa2 dari kasus ini. Pemenangnya hanyalah suami Choi In Suk. Suami Choi In Suk menerima 1,1 juta dollar. Masalahya, asuransi jiwa suami Choi In Suk dibeli 3 dan 5 tahun yang lalu. Jadi tidak ada keanehan disini. Hye Ri meminta rekaman telpon dan keadaan sekitar saat asuransi Sung Mi dibeli.

In Woo berada di rumah noona-nya dan menanyakan wanita itu kenapa dia menarik tuduhannya. Dia mengarang alasan yang mengindikasikan kalau ada motif tersembunyi yang tidak bisa dia bagi. Tapi In Woo begitu berambisi dan berjanji akan menemukan pengacara yang hebat untuk kasus noona. Tepat ketika Hye Ri sampai di rumah, dia bertemu dengan seorang pria. Pria ini adalah penguntit nomer 2. Sementara itu, In Woo sedang tidak mood untuk bersikap cool malam ini. Jadi saat Hye Ri memintanya untuk bertemu, In Woo pergi dengan penyamarannya sebagai penulis. Dia terlihat serius waktu mendekati Hye Ri. Hye Ri ingin tahu sudah berapa lama In Woo menyukainya secara diam2 serta kenapa dia membantu Hye Ri untuk mendapatkan Se Joon. In Woo menjawab bahwa Hye Ri memintanya untuk tidak menyukainya dan hanya menjadi teman. Jadi Hye Ri tidak merasa bersalah.
Hye Ri: Aku mengatakan kata2 itu waktu aku tidak tahu apa2. Aku mengerti bagaimana perasaanmu tapi ini terlalu rumit dan aku tidak bisa menerimanya. Jadi aku benar2 ingin membereskan kekacauan ini.
In Woo: Bagaimana?
Hye Ri: Pindah dari sini. Meski kau mengingkarinya, aku tahu kau mengikutiku waktu aku pindah kesini. Jadi… kembaliha.
In Woo: Baiklah.

Jawaban ini memang yang diinginkan Hye Ri tapi dia diam beberapa saat. Hye Ri mencoba untuk bertindak masuk akal dengan mengatakan tentang foto itu lagi. Tapi, In Woo melakukan apa yang selalu dia lakukan: apapun yang dia inginkan. In Woo tidak menjelaskan apapun. Malah, dia mengatakan kalau foto itu seharusnya menjadi hadiah perpisahan. Sebab, foto itu adalah miliknya.
Hye Ri: Bagaiman mungkin foto ini milikmu?
In Woo: Kau bahkan tidak tahu foto itu. Bagaimana mungkin foto itu jadi milikmu? Berikan padaku!
Keesokan harinya, rekaman telpon Sung Mi tiba dan setelah melakukan beberapa analisis, Hye Ri menemukan kalau ada satu nomer yang paling sering dihubungi. Siapa orang itu? Bisa saja kekasih. Tapi jika mereka sudah tidak bicara selama 4 bulan, mungkin mereka sudah putus. Tapi petunjuk tidak berhenti disitu. Asuransi dijual pada Sung Mi dari kenalan suami In Sook yang nomernya sering dihubungi itu. Semuanya jadi jelas dan Hye Ri melaporkan penemuannya pada Se Joon.
Kesimpulan akhir Hye Ri adalah Sung Mi dan Yoo Chul adalah pasangan kekasih yang bersekongkol untuk membunuh In Sook. Mereka pura2 baru kenal saat pertama kali bertemu setelah kecelakaan itu. Se Joon mengakui kalau Hye Ri itu cerdas tapi dia heran, buktinya ada dimana? Konspirasi itu benar2 solid. Tapi mereka hasus menemukan bukti. Telpon saja tidak cukup dan Hye Ri perlu bantuan Se Joon. Waktu akan pergi, Hye Ri mendapat ide brilian: bagaimana kalau menggunakan kupon makan malamnya sekarang. Se Joon kaget pada awalnya yang membuat Hye Ri yakin bakal ditolak. Tapi kemudian Se Joon bertanya Hye Ri ingin makan apa.

Hye Ri pergi ke ruangan Jung Sun dan memberitahu wanita malang itu tentang perubahan sikap Se Joon yang sekarang mau menerima perhatiannya. Hye Ri berpikir kalau dia melakukan hal yang baik dengan tidak menyembunyikan hal ini dari rivalnya. Se Joon keluar bersama Hye Ri setelah memberikan alasannya pada Jung Sun. Hye Ri terlihat begitu gembira. Se Joon bertanya dimana mereka akan makan malam. Hye Ri berkata kalau Se Joon hanya harus mengikutinya. Awalnya Se Joon mengira kalau mereka akan pergi dengan mobil yang berbeda. Hye memberitahu kalau mereka harus melakukan sesuatu sebelum makan malam.
In Woo diberitahu hal ini tepat waktu tapi dia tidak ingin pasangan itu diikuti. Jenny berkata kalau Hye Ri pasti sudah sukses merebut hati Se Joon yang membuat In Woo berkata, “Adakah hal yang tidak bisa dilakukan Se Joon ketika dia mencurahkan seluruh pikirannya pada hal itu?”

Hye Rid an Se Joon sedang menikmati sore yang indah di bawah pohon. Se Joon terlihat sedikit aneh – dia hanya ingin ke pokok utama yaitu untuk makan malam dan mengakhiri kencan gila ini. Hye Ri bertahan dan tidak ingin Se Joon meninggalkannya. Dia lalu mengundang Jaksa Yoon ke dalam mimpinya: berjalan di bawah bunga Cheery sambil berpegangan tangan! Hye Ri berkata kalau berpegangan tangan adalah pilihan. Se Joon menjelaskan kalau dulu dia pernah melakukan ini dengan istrinya. Hye Ri berada di situasi yang sulit dan kemudian setuju untuk langsung makan malam saja.
Mereka pergi ke sebuah resto di atas kapal dan Se Joon tidak menyembunyikan ketidaknyamanannya. Hye Ri berkata kalau tidak mungkin Se Joon pergi kesana dengan istrinya sebab dia disana waktu pembukaan tempat itu beberapa waktu yang lalu. Hye Ri menjelaskan kalau dulu ada 33 hal yang dia lakukan bersama pacarnya. Se Joon bertanya apakah ini adalah salah satunya yang membuat Hye Ri langsung berkata tidak. Pertanyaannya adalah kenapa Hye Ri mengajak Se Joon ke tempat yang menyedihkan? Itu adalah tempat favorit mantan pacarnya. Hye Ri mengatakan kalau dia dulu punya banyak pacar jadi Se Joon tidak perlu merasa terbebani olehnya. Dia sudah berpengalaman. Akhirnya, dia menjelaskan hubungannya dengan In Woo kalau mereka hanya teman yang kadang berciuman.

Fakta lain: mereka sedang berada di atas kapal dan Hye Ri gampang mabuk laut. Jadi Hye Ri pergi keluar buat muntah. Jaksa Yoon mengikutinya dan menepuk punggungnya dengan pelan. Kemudian Se Joon terlihat tersenyum. Kenapa Hye Ri malah memilih makan di atas kapal kalau dia mabuk laut? Hye Ri membela diri dengan berkata kalau dulu dia tidak selemah ini.

Malam telah tiba. Se Joon dan Hye Ri kembali ke bawah pohon bunga cheery. Kali ini Se Joon mau melakukannya demi Hye Ri. Itu adalah mimpi Hye Rid an dia akan membantu jadi Se Joon meraih tangan Hye Rid an berjalan di bawah bunga cheery. Setelah itu, mereka pulang ke rumah. Ketika di dalam mobil, Hye Ri memastikan bahwa Se Joon tidak perlu menjemputnya besok. Se Joon menggoda kalau dia memang tidak punya keinginan melakukan itu. Sebelum pergi, Hye Ri mengatakan bahwa In Woo bukanlah orang jahat yang ingin memanfaatkannya, dia hanya menyukai Hye Ri. Sementara itu, sebenarnya In Woo melihat pemandangan ini dari balkonnya.
Keesokan harinya, Hye Ri ingin membuat sarapan. Dia membuka kulkas dan mendapati bahwa beberap sayuran hilang. Penguntit nomer 2 pasti sarapan juga di rumah Hye Ri! Di kantor, Jaksa Jin merasa sangat tidak nyaman di sekitar Hye Rid an Se Joon, yang bersikap seolah-olah mereka melakukan sesuatu yang illegal. Akan tetapi, Min Sook memberitahu Hye Ri: kalau dua jaksa berkencan, salah satunya harus dipindahkan.
Untuk kasus Nam Woo, ternyata ada perusahaan bangkrut yang terlibat. Tapi masih ada lagi jadi Se Joon terus menyelidikinya. Langkah pertama adalah mewawancarai CEO perusahaan yang dimaksud, Go Man Chul. Dia dihubungi oleh orang dari kantor jaksa dan dia malah menghubungi Tuan Ma (ayah Hye Ri). Pertemuan antara Go Man Chul dan Jaksa Yoon direncanakan pada hari senin. Di pihak lain, pengacara yang diusulkan oleh In Woo pada Ha Jung Ran adalah Jenny, yang membatalkan tuntutan. Jenny menjelaskan kalau kedua kasus itu harus dikombinasikan sebab Hye Ri akan menanganinya dengan sangat baik. Tambahan, kalau kasus Jung Ran diputuskan oleh Hye Ri maka dia tidak akan mendapatkan kasus Man Chul. In Woo meminta Jenny untuk menunggu sampai Man Chul muncul.
Saatnya melihat kehidupan Jaksa Jin Jung Sun. Perkembangan hubungan antara Se Joon dan Hye Ri menghancurkan kepercayaan dirinya. Dia pulang kantor lebih cepat untuk mengamati isi lemarinya. Koleksi pakaiannya hanya terdiri dari banyak sekali setelan. Tapi ada sebuah dress yang informal dan cantik. Jung Sun mengenakan baju itu. Dia juga mengubah gaya rambut dan melepas kaca matanya. Dia terlihat sangat manis. Jaksa Jin kemudian pergi ke jalan bunga cheery itu. Dia menunjukkan bahwa dia juga bisa tampil feminine! Go girl!

Hye Ri masuk ke dalam rumah. Dia merasakan ada sesuatu yang aneh. Channel tv berubah dan ada pria mengerikan di dalam lemarinya. Dia langsung menelpon In Woo, yang seketika itu datang untuk menyelamatkan. In Woo menemukan pria itu dan pria itu pun dibawa ke kantor polisi. Dia mengaku kalau dia tinggal di rumah Hye Ri ketika dia sedang tidak dirumah. Pria itu juga menambahkan kalau itu adalah gaya hidup di abad ke 21! Semua orang terkejut!
Setelahnya, In Woo dan Hye Ri mengobrol di tempat mereka berciuman dulu. In Woo menyuruh Hye Ri untuk pindah dari apartemen itu. Hye Ri tidak menumpang mobil Se Joon, tidak juga berkencan. Jadi apa maksudnya? Tapi satu hal sukses: Hye Ri berkencan dengan Se Joon. In Woo memasang tampang terkejut setelah mendengar berita ini. Dia juga memastikan bahwa dia harus segera pindah dari tempat itu sebab Hye Ri sudah tidak memerlukan bantuannya lagi. In Woo akan pergi tapi Hye Ri menghentikannya. Mungkin In Woo memang bukan orang yang jahat! In Woo merasa bersalah dan pergi.
Hye Ri tidak bisa terus berpikir buruk tentang In Woo. Pria itu selalu ada untuknya dan Hye Ri mulai menyukainya. Hye Ri memikirkan permintaannya lalu pergi ke In Woo dan mengatakan kalau dia tidak perlu pindah – sudah cukup menyukai seseorang dan mengusirnya terlalu kejam. In Woo bilang dia tidak akan pindah. Ketika Hye Ri pergi, In Woo terlihat sangat bersalah karena sudah mengkhianati kepercayaan Hye Ri. Jenny yang mendengar berita ini terkejut atas ketidaktahuan Hye Ri yang malah percaya pada In Woo. Kenapa Hye Ri begitu berbeda dengan ayahnya? In Woo: “Semua anak adalah bagian berbeda dari orang tua mereka. Mereka hanya tampil berbeda. Ma Hye Ri adalah anak Ma Sang Tae!”

Ke rumah orang tua Hye Ri. Ma sang Tae sedang berdiskusi dengan istrinya (Ae Ja). Mereka terlihat khawatir ketika Sang Tae menjelaskan kalau dia akan segera menikahkan putrinya. Jadi mereka bisa memiliki ikatan keluarga yang kuat yang bisa membantu mereka di saat sulit seperti sekarang. Sang Tae tahu kalau hari ini akan datang dan dia tidak mempersiapkan diri dengan baik. Dia bahkan memberitahu istirnya untuk bertanggung jawan sebab sudah membesarkan wanita single yang mandiri. Ibu Hye Ri bereaksi lebih mengerikan dan sangat terguncang. Investigasi Se Joon sudah membalikkan semua orang yang terlibat dan Man Chul sudah bersiap2 melarikan diri.
Saat semua ini terungkap. Hye Ri sedang menanyai suami In Sook. Dia menegaskan kalau dia pertama kali bertemu dengan Sung Mi adalah pada hari saat kecelakaan itu terjadi. Hye Ri sangat marah ketika dia melempar daftar rekaman telpon di atas meja. Dia membela diri dengan mengatakan bahwa dia menutupi hal itu sebab akan terdengar sangat janggal bila mantan kekasihnya menabrak istrinya hanya beberapa bulan setelah mereka putus. Hye Ri mulai menyimpulkan kalau pria itu membunuh istirnya di rumah dan mengemasnya sebagai kecelakaan. Dia tetap tidak mengaku jadi Hye Ri harus meneruskan penyelidikannya sebab dia tidak mempunyai bukti yang cukup untuk memecahkan kasus ini.
Giliran Sung Mi yang diperiksa. Benar2 aneh kalau dia memindahkan orang yang terluka sendirian. Apakah dia tidak punya inisiatif untuk menelpon polisi atau ambulan meski pun dia mengatakan kalau itu adalah hal tercepat yang bisa dilakukan? Sung Mi tertawa, mengejek semua tuduhan yang dibuat. Hye Ri membela diri dan terus menekan Sung Mi untuk bicara. Tapi wanita ini tentu tidak akan buka mulut. Sekali lagi, Hye Ri harus menemukan bukti yang kuat.
Setelah menghadapi kedua orang itu, Hye Ri mengobrol dengan Se Joon. Jaksa Yoon tersenyum melihat kemarahan Hye Ri. Mereka mulai berbagi. Meski kecelakaan itu terjadi di area bebas CCTV, tapi rekaman bisa didapat di toko di sekitar TKP untuk memastikan kalau mereka bersama di dalam mobilnya. Se Joon terlihat bangga. Hye Ri akan memeriksa setiap CD di toko itu. Meski sulit tapi Hye Ri akan melakukannya demi keadilan.
In Woo tahu keberadan Man Chul dari jaringannya yang kuat. Dia meminta Jenny untuk menangani semua ini. Ketika sedang menelpon, In Woo melihat Hye Ri tiba di rumah. Dia ingin memanggil namanya tapi ingat Jenny masih mendengarkan. Jadi dia menutup telpon dan menuju ke tempat Hye Ri. Jaksa Ma sedang tidur di pintu masuk gedung apartemen. In Woo menyangka dia sakit. Hye Ri menanyakan foto itu, mengatakan jika In Woo tidak mau menjelaskan apa2, dia sebaiknya berhenti bersikap seolah2 dia mengenal Hye Ri. In Woo tidak menjawab tapi hanya bertanya apakah dia harus pindah? Hye Ri tidak bisa berdiri dengan bagus. Jadi setelah menangkap Hye Ri yang hampir jatuh, In Woo mengantar Jaksa Ma ke apartemennya.

Ibu sedang ada di rumah Hye Ri. Awalnya dia berusaha bersembunyi. Tapi ketika dia mendengar In Woo memanggil Hye Ri ‘sayang’, dia langsung menemui mereka. Hye Ri mencoba menjelaskan kalau mereka bukan kekasih. In Woo menyukai ini. Ae Ja telah menjadwalkan kencan untuk anaknya dan tanggal pernikahannya juga telah ditetapkan. Hye Ri tidak mau jadi ibu mengganti fokusnya dengan menanyai In Woo. Seo In Woo sangat sopan dan memanggil Ae Ja dengan sebutan ‘ibu’. Dia memegang tangan Ae Ja dan bersedih karena dia tidak punya ibu.

Ae Ja bertanya kenapa Hye Ri menyukai In Woo. Hye Ri menjawab: “Ibu… dia seperti superman!” Melihat ibunya bingung, Hye Ri lalu menjelaskan kalau In Woo selalu ada untuknya. Dia selalu membantu Hye Ri saat dalam kesulitan. Ibu terlihat sangat gembira mendengar cerita ini. In Woo sendiri merasa sangat bersalah. Setelahnya, Hye Ri menjelaskan bahwa dia tidak menyebutkan Se Joon seba ingat nasehat tentang menangani pria dan ketakukannya.

In Woo tidak bisa memikirkan apa2. Jenny memperhatikan ini saat mereka duduk di bar. Mereka sedang minum dan Jenny menyuruh In Woo untuk menggali lebih dalam tentang objek utama mereka: Hye Ri. Terlalu banyak manipulasi? Jenny bertanya kenapa hari ini In Woo terlihat sangat kacau. Apakah ada yang terjadi?
In Woo: Jenny, aku ingin berhenti.
Jenny: Apa?
In Woo: Aku pikir aku tidak bisa meneruskannya lagi.
Jenny: Apa kau membicarakan Hye Ri?
In Woo: Ma Hye Ri sangat… tolol. Aku tidak bisa melakukannya lagi sebab dia terlalu lemah!
Jenny: Apa yang kau bicarakan?
In Woo: Aku terus membohonginya tapi dia tetap mempercayaiku. Dia memahami kata2 tulus yang aku katakan setiap waktu di atas segala2nya. Dia tetap saja memilih ketulusanku. Aku jadi gila, Jenny.

In Woo: Aku… tidak ingin melakukan apa2.

BERSAMBUNG

Credit : http://meylaniaryanti.wordpress.com

JANGAN LUPA FOLLOW ya...

sinopsis drama, info music dan film korea

patrarush.blogspot.com