Sabtu, 17 April 2010

SINOPSIS PERSONAL TASTE episode 2

Episode 2


Kae in shock. "Kapan ?" ia tanya pada In hee. Awalnya In Hee merasa bersalah tapi ia berkata, akulah yang akhirnya dipilih Chang Ryul dan aku memutuskan untuk menjalani pernikahan ini.

Chang Ryul masih merasa menyesal, tapi In Hee berkata, apa orang yang berkencan harus menikah? Young Sun tidak tahan lagi, ia berteriak, "Kim In Hee" lalu langsung menyerang In Hee. Petugas keamanan dan sekretaris Chang Ryul membawa mereka pergi. Jin Hoo dan Sang jun hanya bisa merasa kasihan pada Kae In. Kata Jin ho, ini fantastik..Han Chang ryul sedang membakar dua sisi lilin.

Kae In dan Young Sun (eh aku ingat ini yg jadi di 18 vs 29) dibawa ke ruang sound system dan tanpa mereka sadari anak young Sun mengutak-atik perangkat sound system. Tepat saat Kae In berkata..pria yang menikah hari ini adalah pacarku dan wanita nya adalah orang yang selama 10 th ini menjadi teman baikku. Young Sun langsung berkata, kau tidak sadar? kau benar2 bodoh! Dasar perempuan jalang, ia selalu merebut pacar orang, dan dari semua pria di dunia, mengapa memilih pacar teman baiknya?! Dan semua itu terekam... ke semua ruangan. Di gedung itu ada pasangan lain yang menikah. keduanya kaget sekali dan langsung keluar.

Kae in dan Young Sun menyadari apa yang dilakukan anaknya dan langsung keluar. Di luar, semua pasangan tegang dan marah2. Saat bertemu pasangan Chang ryul-In hee, Kae in hanya minta maaf telah merusak harinya dan ia mengucapkan selamat. Young Sun masih murka pada In hee. Young Sun sempat menampar In hee. Kae in dan Young Sun jalan pulang dan mereka berpisah, Kae in jalan sendirian.

Sementara itu Jin Ho mengejar Do Bin dan sengaja menabrak mobil Do Bin yang berada di parkiran untuk mendapatkan kontak. hihi...

In hee dan Chang Ryul bertengkar, Chang ryul terpengaruh kata2 Kae in yang ia dengar lewat intercom dan mereka bertengkar, In hee tidak mau pergi bersama Chang ryul dan pergi sendiri. Pernikahan batal. Ayah Chang Ryul marah dan memukulnya (hei ayah chang ryul yg jadi ayahnya Jandi hihi), ia berkata jangan panggil aku ayah jika kau tidak melakukan hal yang pantas sebagai anak!

Kae in ada di penyeberangan, saat lampu berubah hijau ia tidak jalan, dan baru mulai melangkah saat lampu akan menjadi merah kembali.


Di jalan, Jin Ho melihat Kae in jalan sendirian dengan pandangan kosong dan membuat kemacetan. Kae In tidak peduli ia terus jalan sambil menangis.


Jin ho dan Sang jun tiba di kantor. Sang jun mendapat info jika proyek itu tidak jadi menunjuk arsitek asing tapi proposal harus terbuka, Jin Ho senang, jika demikian mereka bisa bersaing dengan adil. Tae hoon menunggu mereka dan ingin mendapatkan pekerjaan-nya lagi. Ia bahkan berkata ia punya rahasia memenangkan tender museum, Jin ho tertarik, Tae hoon berkata, "Hyung apa kau pernah dengar rumah bernama Sang-go-jae?" (btw, aku suka rak segi 6 Jin Ho yg dipojok)


Di rumah Kae In (Sang Go Jae), ada rentenir mencari Won Ho. Ternyata, Won ho hutang pada rentenir itu dengan jaminan rumah. Sehingga Kae In setelah dari pernikahan Chang ryul harus menghadapi kenyataan bahwa ia berhutang 10 juta Won atau Rp 100 juta, kalau Kae In tidak bisa bayar, ia akan kehilangan rumahnya! Bahkan karena bunga sekarang total hutangnya 30 juta Won dan jatuh tempo 2 April 2010. Astaga....

Jin Ho mendengarkan Tae Hoon, menurut ayahnya, kepala perusahaan MS yang memiliki museum jatuh cinta dengan rumah tradisional Korea. Dia sudah meminta Prof Park untuk membuat design museum tapi ditolak, jika Jin Ho bisa mengintip ke dalam Sang Go Jae, maka ada kemungkinan kita bisa memenangkan tender museum.

Kae In duduk sendirian dan ia mendapat telp, ia pikir Lee Won ho, ternyata ayahnya. Kae in kaget, apalagi saat ayahnya tanya apa ada masalah? Kae In menjawab tidak ada. Kae In memastikan apa ayahnya benar akan pulang bulan Agustus dan setelah telp ditutup Kae in berkata, "Jika ayah pulang, mati aku."


Kae in masuk ke kamar kosong In Hee dan ia menghela nafas. Kae In menelepon Young Sun. Young Sun datang dan mengira Kae in bersedih, hanya..saat Young Sun melihat lagi, ternyata Kae in makan nasi campur. Young Sun hanya bisa menasihati agar Kae In terus terang saja pada ayahnya. Hubungan Kae In dan ayahnya tidak begitu baik.

Young Sun hanya berkata, mengapa oh mengapa ayahmu harus mencintai ibumu seperti itu? Ayah Kae in masih bersedih atas kematian ibu Kae In.

Jin Ho mempelajari beberapa foto tentang Sang go Jae, dan Sang jun datang dengan informasi bahwa arsiteknya membangun rumah itu untuk isteri yang dipujanya, tapi isterinya meninggal, sejak itu ia hidup dan mengajar di luar negeri. Hanya putri tunggalnya yang tinggal di Sang Go Jae.

Sang jun berkata ini bagus, dengan pesona Jin ho, maka ia tidak akan kesulitan merayu gadis itu agar bisa masuk ke Sang go jae. Sang jun juga berkata ibu gadis itu terkenal sangat cantik, maka gadis itu juga pasti sangat cantik. Jin ho memutuskan akan mengunjungi Dan art gallery besok dan Sang jun boleh mengikuti gadis itu.



Kae in duduk memainkan kursi mainan kecil dan ia ingat saat di buaian ibunya, Kae in berkata, "Aku ingin ayah memberiku pengakuan, tapi akhirnya aku seperti ini lagi, tapi hari ini aku boleh menangis kan?" Ijinkan aku menangis hanya untuk hari ini saja lalu aku akan membuang semuanya dan bangkit lagi, bu..lagipula aku adalah putrimu yang pemberani Kae In. Kae In menangis, "Ibu..."


Paginya, Kae in berbicara dengan seseorang di telp, ternyata ia bicara dengan layanan hoki seperti Mama Loreng (yg tdk akan memberikan jawaban) dsb, Kae In akan mendapat penyelamat dari timur. Kae In, "Apakah pria?" Peramal, "Bukan pria." Kae In, "Jadi wanita?" Peramal, "Bukan wanita." Kae in pusing apalagi saat menyadari tagihannya. Kae in langsung menutup telp-nya.



Sang jun mengetuk pintu dan siap dengan bunga. Ia siap merayu si pemilik rumah agar bisa masuk. Kae in keluar dengan kondisi berantakan dan keduanya langsung shock dan saling mengenali. Sang Jun kaget karena, pertama lingkaran hitam di skitar mata Kae in dan kedua, ia sadar bahwa Kae in adalah wanita dari pesta pernikahan itu. Kae In langsung berkata bukan dan menutup pintu, tapi ia keluar lagi dan memastikan "Apakah kau datang dari timur?" Sang jun langsung menelepon Jin ho, "kita ada dalam masalah besar."

Kae in mendapat telp dari toserba dan bertemu dengan manajernya yang bernama...Gu Jun Pyo! Furniture Kae in ditolak karena tidak sesuai dengan selera pasar.



Jin ho menemui Do Bin yang sedang bersama ayah Chang Ryul. Ayah Chang ryul pura2 ramah pada Jin ho sebagai putra mantan atasannya. Ayah Chang Ryul pura2 menegur Jin ho mengapa tidak pernah berkunjung ke rumah dan mengajak Jin ho makan siang bersama karena ia sudah seperti anaknya sendiri. Tapi Jin Ho menolak. Do bin berkata ia akan menunggu proposal Jin ho. Saat choi Do Bin berlalu, ayah Chang ryul berkata pada Jin Ho, bahwa anak muda dengan semangat itu bagus, hanya ia harus bisa membedakan antara semangat dan kebodohan.


Kae In dan young Sun kembali dari supermarket itu dengan truk penuh furniture Kae In. Kae in melihat Won Ho di depan rumah, dan Jin ho kebetulan juga di sekitar Sang go Jae.

Won Ho menyadari kedatangan Kae in dan lari. Kae in mengejar dan Jin Ho mengikuti mereka. Kae in tidak bisa lari dan terkilir. Ia minta Jin ho menangkapkan Won Ho untuknya. Akhirnya Won ho tertangkap dan Won ho mengaku bahwa ia menghabiskan semua uang pinjamannya dan tidak bisa menjelaskan pada Kae In. Kae In awalnya marah tapi justru merasa kasihan pada Won ho.

Mereka pergi ke restauran dan bahkan Kae in membelikan makan siang untuk Won ho. Kae In berkata ayahnya akan kembali lebih cepat dari yang ia kira, ia perlu uang sekarang dan Kae In berpikir mengenai menyewakan kamar In hee. Jin ho yang selama ini mengikuti mereka, menjadi tertarik.

Won ho berkata akan ke kamar kecil dan kabur. Kae in menunggu, lalu ia mencari Won ho, dan kaget saat menyadari Won ho kabur. Jin Ho mendekatinya dan berkata, "Apa kau ini idiot?"

Jin Ho menyadari kaki Kae in yang terkilir dan ia membawa Kae In ke RS, tidak menghiraukan protesnya dan bahkan membayar tagihan RS-nya. Kae in mencurigai motivasi Jin Ho, mengapa menjadi baik dan Jin Ho mencoba mengajar Kae in untuk berterima kasih. Jin Ho berkata daripada membayarnya, mengapa Kae In tidak mengijinkannya melihat rumah Kae In.

Jin Ho berkata ia mencari tempat tinggal baru dan kebetulan mendengar pembicaraan kalian. Kae In semakin curiga, pria dan wanita, tinggal seatap, kita tidak bisa melakukan itu. Kae in tidak mengijinkan Jin Ho melihat Sang go Jae.

Mereka sampai di rumah dan Jin ho masih mencoba meyakinkan Kae In, tapi tidak berhasil. Young Sun membuka pintu dan setelah melihat Jin ho, ia segera minta Jin Ho menunggu dan menarik Kae in. Young Sun membujuk Kae In untuk mengubah pikirannya. Mengapa Kae in harus menolaknya, Kae in butuh uang dan teman, dia punya uang dan butuh kamar.

Young Sun mengingatkan, bukankah Jin Ho itu gay? Kae In bertanya2, apa bisa berhasil. Kae in menjadi tertarik dengan ide serumah dengan pria gay, Jin ho bisa memasak, menjadi teman belanja, dan bahkan bisa facial bersama.

Akhirnya Kae In bersedia memberi kesempatan dan Young Sun mengundang Jin ho masuk. Jin Ho langsung jatuh hati pada rumah itu. Perpaduan serasi antara modern dan tradisional.

Jin Ho berkata pada Sang jun di kantor, ia akan tinggal serumah dengan Kae In. Sang Jun tidak percaya Jin ho berhasil. Sang jun berkata jika Kae in menyukainya, Jin Ho maju saja. Jin ho berkata itu tidak akan terjadi.

Sementara itu Young Sun dan Kae In masih mengagumi Jin Ho. Dan akhirnya, Kae in, Young Sun, Sang jun, dan Jin Ho bertemu di Sang go Jae untuk tanda tangan kontrak. Sang jun dan Young Sun-lah yang mengurus kontraknya sedang Jin ho dan Kae in tetap dingin saja. Setelah segel dibubuhkan, Jin ho minta Kae In menjaga kebersihan. Kae In menyetujuinya dan ia juga minta Jin ho menjaga batas2 di dlam rumah.

Sang jun berkata Jin Ho sudah seperti adiknya sendiri dan ia mengelus lutut Jin Ho. Gerakannya itu semakin meyakinkan kedua wanita itu bahwa mereka pasangan gay. Tapi baik sang Jun maupun Jin Ho tidak menyadarinya. Mereka langsung menuju kamar Jin ho untuk berbenah.

Jin Ho terluka kakinya dan Sang jun mau menolongnya, tapi ini yang di dengar Young Sun dan Kae in dari luar kamar, Sang Jun, "Buka celanamu...jangan khawatir, aku akan pelan2..oke, aku akan masuk.."

Young Sun merasa hubungan mereka mengagumkan tapi Kae in ingat pada Tae hoon dan ia menyangka Jin ho ganti2 pasangan.

In Hee kembali dari bulan madunya dan ia pindah ke tempat barunya, hanya saja Chang ryul sudah terlanjur di sana, karena diusir ayahnya. Mereka bertengkar dan akhirnya In hee pergi lagi. Jin ho berkeliling rumah Kae in dan masuk ke ruang kerja ayah Kae In, Jin ho mengintip beberapa lembar cetak biru. Sementara Jin Ho bicara di telp dengan ibunya, Kae In menyelinap ke dalam ruangan seperti hantu dan mengejutkan Jin Ho.

Kae In membawa gergaji besar di tangannya, Kae In mengingatkan semua pelanggaran akan dikenakan hukuman dan membuat Jin ho menjerit ketakutan dan lari.

Ternyata In Hee kembali ke Sang go Jae! Kae In kaget, In hee ingin kamarnya kembali, Kae in sudah merusak pernikahannya, In hee tidak benar2 bersama pacar Kae in, maka yang lalu biarlah berlalu.

Kae in tidak percaya In hee berani datang ke Sang Go jae, mereka lalu berkelahi, Jin Ho jadi keluar kamar dan mengeluhkan keributan ini.

In hee tidak percaya Kae In menyewakan kamarnya pada pria lagi. In Hee bahkan dengan tanpa malu menasihati Kae in bagaimana seharusnya Kae in hidup.



Kae in membalas, In Hee pasti tertarik pada teman barunya karena In hee ingin mencuri pria darinya, dan In Hee berkata bahwa ia bisa mendapatkan pria mana saja, tidak ada pria yang menolaknya.


Kae in yakin sekali kali ini ia bisa membuat In hee diam, Kae in berkata kau bisa mencoba ribuan tahun untuk menggoda Jin Ho. Itu tidak akan berhasil. Karena dia Gay!
sumber sinopsis Episode 2: http://kadorama-recaps.blogspot.com/

Episode 3

Kae In dan In hee bertengkar hebat. In Hee tersinggung, beraninya Kae In menyewakan kamarnya pada Jin ho. Kae In, "Aku lebih nyaman tinggal dengan seseorang yang tidak akan menusukku dari belakang."

In Hee, "Apa kau pikir pria akan melihatmu sebagai wanita? Kau seharusnya mulai berpikir bagaimana pacarmu bisa kucuri!" Kae in benar2 sakit hati dan mendorong koper In Hee dan menyuruhnya pergi. In hee berkata ia tidak tahu harus kemana dan Kae in tidak boleh mengusirnya.

In hee akhirnya pergi juga dan berkata pikirkan lagi, aku memberimu waktu untuk berpikir. Kae in, aku tidak perlu waktu, aku tidak mau berurusan denganmu lagi.


Jin Ho keluar dan in Hee sempat melihatnya sebelum ia pergi. Kae in menyadari kehadiran Jin ho dan ia terperanjat tapi ia pura2 kalem dan mengambil gergaji listriknya dan mau pergi. Jin Ho tidak membiarkannya, "Apa yang baru saja kau katakan? Siapa yang gay?" Kae In merasa Jin Ho malu dan ingin menyembunyikan keadaannya.


Kae in minta maaf dan bertanya, "Tapi apa kau benar2 bisa menyembunyikannya? Aku sudah memergokinya." Jin Ho menyadari Kae in salah paham karena beberapa kejadian yang memang tidak menguntungkan, pertama saat di hotel dan saat ia akan menyewa kamar. Jin Ho kesal dan ia merasa malu karena dikira gay padahal ia normal. Jin ho tidak mau berurusan dengan Kae In lagi. Jin ho langsung mengemasi barangnya.



"Berikan no hp-mu!"

Kae In sedang bekerja di workshopnya ketika Jin ho masuk dan minta no hp Kae In. Setelah dapat, ia langsung mengirimkan no rek-nya, "Kau bisa mentransfer uang sewa dariku ke rekening ini." Kae in kaget dan mencoba menghentikan Jin Ho, tapi Jin Ho terus pergi tanpa menjelaskan lagi. Jin Ho menyetir sambil masih merasa kesal. Ia hampir saja menabrak para penyeberang jalan.

Paginya, di kantor, Jin Ho membuat cappucino untuknya sendiri dan menenangkan syarafnya. Sang Jun melihat Jin Ho muram dan berkata, ya..pejamkan matamu dan keluarkan semuanya..ia berpikir apa mungkin karena Kae in menyukainya dan mau mendekatinya. Jin ho berkata, "Hyung, apa kau tahu apa yang dikatakan wanita itu padaku?" "Dia pikir aku ini gay." Jin Ho mau keluar dari Sang go jae.

Sang jun tidak menyetujuinya dan mendesah, Sang jun setuju dan berkata mereka akan berhadapan dengan Mirae Construction apalagi jika mereka juga menggunakan konsep Sang go Jae.

Kita tidak akan bisa menggunakan ide itu tapi, jika mereka tidak mendapatkan proyek lantas mengapa? Jin Ho bisa menutup saja perusahaannya dan aku bisa kerja di supermarket. Bukan masalah. Jin ho mengerti maksud Sang jun tapi ia belum mau menyerah.

Di Sang go jae, Young Sun mengunjungi Kae in dan Kae In menceritakan kejadian semalam pada Young sun. Young Sun memarahinya karena bicara mengenai keadaan Jin Ho sedemikian terbuka, apa kau tidak berpikir mungkin saja Jin ho belum mengira bahwa dirinya gay. Tidak heran jika ia tersinggung.

Kae in merasa bersalah tapi Jin ho tidak mau membalas telp-nya jadi ia tidak punya kesempatan minta maaf. Kae in memutuskan untuk melupakan masalah teman serumah dan ia juga tidak suka tinggal dengan Jin ho, aku hanya perlu mencari Won ho, pasti masalahnya akan beres. Ya kan?

Kae in mencari Won Ho kemana-mana, ke game online, toko komik, dan bahkan ke stasiun bawah tanah dan tidak ada hasilnya. Kae in jadi kembali memikirkan Jin ho, dan ia berpikir untuk mencoba lebih keras lagi agar Jin ho kembali.


Jin Ho dan Sang jun mendiskusikan ide2 untuk museum. Sang jun mendesak jin Ho untuk berbaikan dengan Kae in, siapa tahu jika Jin Ho beruntung, maka kau akan menjadi menantu Profesor Park.

Mereka dikejutkan dengan kedatangan Kae in yang tiba2, dan sang jun reflek menutup gambarnya, ia takut Kae in menyadari bahwa desain-nya berdasar atas Sang go Jae. Sang jun mendesak jin ho agar bersikap baik dan mengantar Kae in ke luar untuk bicara di luar saja.

Kae In minta maaf karena perkataannya dan mohon agar jin Ho memaafkan dan kembali. Kae in memberikan hadiah berupa kursi dan meja kecil dari kayu (cute euy..aku suka miniatur) dan berkata itu bukan penyuapan. Jin ho tidak terpengaruh, ia tetap tidak mau kembali dan berkata, "Terima kasih atas hadiah perpisahannya."

Hye Mi masuk ke kantor Jin Ho dan marah, mengapa Jin Ho pergi begitu saja, bagaimana ia bisa meninggalkan dirinya dan ibunya begitu saja.

Jin Ho menjawab bahwa tidak nyaman untuk Hyemi tinggal bersama dengannya. Tidak baik jika dilihat orang lain dan Hye Mi berkata ia sama sekali tidak keberatan. Jin Ho berkata, Hyemi akan kesulitan jika ia menikah kelak. pria Korea itu pikirannya sempit, mereka merasa tidak masalah tidur dimana saja dan main2 dengan gadis2 bar dan PSK, tapi jika seorang wanita tinggal bersama seorang pria, mereka akan memandang rendah.

Presiden Mirae (ayah Chang Ryul) mengunjungi Choi Do Bin dan menyuapnya dengan hadiah, sebuah lukisan mahal koleksi pribadi. Do bin tidak tertarik dan menolak dengan sopan. Chang ryul dan sekretarisnya juga datang ke museum, selain untuk menghadiri rapat mengenai proyek museum, ia juga ingin bertemu In Hee.

Mereka bertemu Jin Ho dan Sang Jun dan keempatnya langsung saling mengejek. Tapi Jin Ho dan Sang jun langsung masuk ke ruang briefing. Choi Do Bin menekankan pentingnya untuk melestarikan gaya Korea dalam gedung itu. Semua mendapat waktu satu minggu untuk menyiapkan presentasi mereka.

In Hee ada di museum dan Chang ryul berusaha berbicara dengannya, tapi In hee tidak mengacuhkan Chang Ryul. In Hee sengaja, dan saat melihat Jin Ho ia minta maaf atas kekasarannya semalam dan kata2 semalam langsung membuat Chang Ryul marah. Apa artinya


Ho sengaja membuat Chang Ryul kesal dengan berkata semalam cukup mengesankan. Chang ryul terprovokasi dan ia menarik baju Jin Ho dan ingin tahu ada apa diantara mereka berdua. Jin Ho menjawab, "Mau tahu? tapi sepertinya In hee mu ingin aku menyimpan rahasia semalam." Chang ryul akan memukul Jin Ho, tapi Jin Ho dengan anggun bergeser dan menekuk tangan Chang ryul di belakang punggungnya. Chang ryul bersumpah akan menghancurkan Jin Ho, Jin Ho menjawab, "Jika aku pikir itu akan terjadi, aku tidak akan datang ke sini."


President Han melihat anaknya dan berkata bukankah ia sudah sering mengatakan pada Chang ryul untuk mengasihani orang yang lebih lemah. Ia menyinggung keduanya. Chang Ryul seharusnya tidak membuat kekacauan dengan orang yang selalu berdarah hidungnya karena mereka, seperti idiot saja.

Jin Ho tahu ini diarahkan padanya, dan menjawab, ia tidak masalah jika hidungnya berdarah dalam pertandingan yang adil. Tapi jika lawanmu memukul dengan batu yang disembunyikan dalam tangan, itu tidak adil. Jadi kali ini, "Aku minta kau datang padaku dengan tangan kosong."

In he terkesan dengan Jin Ho, dan demikian pula Choi Do bin, yang melihat mereka dari atas.

Dalam perjalanan pulang, kedua ayah dan anak itu merasa kesal. Presiden Han karena choi Do bin juga tertarik pada presentasi Jin Ho dan mengingatkan chang ryul agar waspada. Chang ryul berkata ia tidak khawatir karena ayahnya ahli negosiasi atau dengan kata lain suap menyuap. Tapi presiden Han cemas, Choi Do Bin bukan orang seperti itu.

Ayah Chang ryul menyinggung tentang pernikahannya dengan In hee. Ayah Chang ryul melihat In hee dekat dengan Choi Do Bin. Ayahnya membujuk, jika proyek Museum ini jatuh ke tangan mereka, ia tidak akan menentang hubungan mereka. Chang ryul senang dan ia akan menghadapi Jin Ho dengan "tangan kosong".

Jin Ho dan Sang jun harus ke RS, salah satu pekerjanya mendapat luka. Mereka tidak menyalahkan Jin Ho dan lukanya tidak parah, tapi Jin ho tetap merasa bersalah karena ia terus mendorong mereka untuk kerja sedangkan mereka kelelahan.

Sang jun melaporkan bahwa klien mereka yang proyeknya sedang mereka tangani jatuh bangkrut dan lari ke Filipina. Jin Ho tidak boleh gengsi lagi, ia harus kembali ke sang Go Jae untuk mempelajari rumah itu.



In pulang dan terkejut tapi sekaligus senang melihat Jin Ho ada di Sang Go Jae. Malamnya, Jin Ho tidak ingin makan ramyeon untuk makan malam. Jin Ho mengajak Kae In untuk belanja karena hanya ada mangkuk ramyeon kosong di rumah Kae in diantara sampah2 lain.


Mereka berdua bertengkar saat membayar, tidak ada yang mau membayar dan tidak ada yang bawa uang, maka Jin Ho menggunakan ponselnya. Ponsel ? sepertinya produk pembayaran baru di Korea (pesanan sponsor, kayanya my company bisa bikin softwarenya hihi..ide lagi.. interesting...) Begini, ponsel Jin Ho di scan, dan mereka bisa mengakses rekeningnya dan dengan pasword khusus mungkin PIN, Jin Ho bisa bayar. (hmm..aku cemas, nanti lama2 PIN-nya ditanam di tangan...sigh..)

Jin Ho tidak tahan dengan Kae In yang jorok, maka ia ingin seluruh rumah dibersihkan. Kae In menekankan berarti Jin Ho setuju untuk kembali. Jin Ho berkata selama Kae in janji tidak akan mengatakan bahwa ia gay. Akhirnya mereka bersih2 tapi Jin ho hanya memerintah Kae In untuk mengepel dan Kae in selalu mengambil jalan pintas. Jin Ho tidak tahan dan ia mengambil pel dan mulai bersih2, akhirnya Jin Ho yang membereskan semuanya.

Kae In mengambil kesempatan menyelinap ke kamarnya. Jin Ho mencarinya dan melihat Kae In melihat pada miniatur meja kursi dari kayu, persis yang dihadiahkan untuk Jin Ho. Ini adalah buatan mendiang ibunya, ibunya juga seorang designer furniture.

In Hee mengambil apartemen bulan madu mereka dan ia pindah ke apartemen itu saat Chang Ryul keluar dan In Hee mengubah kode pintunya. (kalo listrik padam, bisa buka ngga ya..atau mungkin dah pake solar pannel ya..). Chang ryul kesal dan In hee berkata saat Chang ryul membeli rumah ini, ia yang beli perabotannya. In Hee mengingatkan bahwa Chang Ryul pernah berkata semua miliknya milik In hee juga, Chang ryul berkata itu ketika mereka akan menikah, kalau begini sebaiknya menikah ulang saja.

Young Sun yang mengunjungi Kae in terpesona dengan Sang go Jae yang tampak bersih. Young Sun juga membujuk agar Kae In baik2 saja dengan Jin Ho, karena ia ingin memotret Jin Ho, Young sun memotret model2 gay. Young sun memberikan alaman Won Ho pada Kae In, ia mendapatkannya atas bantuan suaminya yang polisi.


Kae In lalu pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan ia kaget setengah mati ketika melihat Jin Ho di dalam, sudah selesai mandi, hanya belum selesai memakai handuknya ...(it's embarrasing ..) Keduanya shock. Kae In langsung keluar, tapi ia kembali lagi dan berkata ia tidak melihat apa2 karena ia tidak pakai kontak lens atau kacamata. (kamar mandinya gak ada kuncinya ...)

Jin Ho bisa menerimanya, tapi ia terganggu saat malam hari, ia mendengar Young sun dan Kae in membicarakan kejadian tadi. Kae in berkata ia tidak bisa melihat jelas tapi aku cukup melihat! Young Sun ingin tahu detilnya. Kae In berkata, "Dia kelihatan bagus. Tidak jelek," Jin Ho kelihatan lega tapi Young Sun berkata dengan penuh arti, "Bukan itu. Itu."

Jin Ho tegang dan ia tahu apa maksud keduanya. Kae In menunjukkan dengan tangannya, Young sun menjawab, "Hanya segitu?" Mendengar reaksi Young Sun, Jin Ho merasa tersinggung. Beraninya dia..


Jin Ho ditelp Hyemi, ia cemas ibu Jin Ho menghilang. Jin Ho langsung lari mencari ibunya. Jin Ho mencari ibunya ke bar langganannya. Jin ho menemukan ibunya dan ia bergabung dengan ibunya. Jin Ho minta maaf karena tidak mengatakan dimana ia tinggal dan menjelaskan ia sibuk kerja.

Ibunya mengenang saat Jin Ho masih kecil dan ayahnya masih hidup. Ibunya memandangi langit malam dan bertanya-tanya mengenai rumah lama mereka. Jin Ho berjanji akan mendapatkan rumah itu untuk ibunya.

Kae In menemukan alamat Won ho dan ia justru menemukan nenek Won Ho yang tinggal di ruangan kusam dalam rumah yang sudah reyot. Nenek Won Ho mengira Kae In adalah sukarelawan yang biasa datang untuk membantu dan ia minta Kae in membacakan surat untuknya, ia pikir itu adalah surat Won Ho untuknya. Kae In membuka surat itu dan ternyata itu adalah surat peringatan dari rentenir, Kae In merasa tidak enak dan ia memutuskan memalsukan surat Won ho dan berkaat, "Nenek, apa kabar? Aku sibuk hari2 ini sehingga aku tidak bisa menemuimu. Aku minta maaf."


Kae In akhirnya mengirim pesan pada Won ho, ia akan mengusahakan uang itu. Jin Ho dan Sang Jun dan rekan kantor mengadakan barbecue bersama, setelah itu ia minum kopi sambil jalan pulang. Sampai di rumah Jin Ho terkejut dengan teriakan Kae In, dari kamar mandi, dan Jin Ho langsung menerobos masuk, keduanya shock lagi. hehe..tapi kali ini paling tidak Kae In sudah pakai handuk.


Jin Ho ingat apa yang terjadi padanya dan ia berkata bahwa tubuh Kae In tidak membuatnya tertarik, Kae in berpikirya tentu saja dia kan gay. Bahkan saat Jin Ho berkata, maaf tapi selain kau aku tertarik dengan wanita. Kae in tidak percaya.

Kae In justru minta tolong untuk mencarikan kontak lens-nya yang jatuh. Kae In cuek dan ia pikir Jin ho sama sekali tidak terpengaruh dengan tubuhnya, Kae In tidak mau repot2 pakai baju, tapi saat Jin Ho harus membantu Kae in di kamar mandi, dan berhadapan dengan..."perabot" Kae In, ..Jin Ho pusing juga.

Tapi Kae In bukannya tidak terpengaruh dengan kontak fisik, ia sempat tergelincir dan Jin Ho menahannya. Kae In jadi deg2an apalagi saat jin Ho mendekat dan mengulurkan tangannya, tapi ternyata Jin ho mengambil kontak lens Kae In yang jatuh di pundaknya. Tapi kejadian itu berpengaruh untuk keduanya. Setelah memberikan kontak lens, Jin Ho langsung keluar..bahaya..:)

Kae In lapar dan ia mengajak Jin Ho makan di luar. Jin Ho menolak, Kae In membujuknya ia mau makan Kalbi (iga panggang Korea), Kae in yang mentraktir.

nyem..nyem..kalbi...

Kae In, "Aigoo, aku kelaparan. Jika ia tidak akan makan denganku dia seharusnya tidak berbau seperti makanan, bau saja tidak mengenyangkan. Teman macam apa yang sekejam itu? Aku sangat kelaparan aku bisa mati. Tidak ada nasi di rumah dan aku ingin sekali daging sapi, dan menyedihkan pergi dan makan sendiri. Betapa menyenangkan-nya jika punya teman serumah untuk makan kalbi bersama, mareka tidak menjual kalbi dalam porsi single."

Jin Ho akhirnya pergi dengan Kae In makan Kalbi.



Di restaurant, Kae In menjadi mabuk dan mulai berkeluh kesah tentang Chang Ryul. Kae In ngomel, pria itu sama, mereka hanya berpikir wanita yang cantik dan seksi itu barulah bisa disebut wanita. KAe in berkata pada Jin ho, aku sangat senang kau bukan pria seperti itu. Jin Ho tersiksa, tapi kemudian ia melihat Choi Do Bin berjalan masuk. Jin Ho berdiri dan menghormat. Do Bin mengangguk dan tersenyum pada Jin ho lalu duduk ke mejanya.

Jin Ho memutuskan untuk segera pergi, ia tidak enak dengan Do Bin, Jin Ho menyuapkan makanan ke mulut Kae in agar mereka bisa cepat2 pergi.Kae In tidak menyadari Jin Ho terburu2, ia senang, Jin Ho baik sekali dengannya.

Kae In pergi ke kamar mandi dan seorang wanita mengirimkan minuman padanya, wanita itu mengangkat gelas dan berkedip pada Jin Ho, Jin ho tidak menghiraukannya.

Tiba2 seorang pria mendatangi Jin Ho dan marah, ia melihat mereka dan berkata bahwa wanita itu istrinya, beraninya Jin ho menggoda istrinya, ia menyebut Jin Ho gigolo.

Kae in kembali dan melihat semuanya. Ia ingin membela Jin Ho dan berkata, "Jin Ho kami tidak seprti itu." Pria itu tidak menghiraukan Kae In dan ketika ia akan memukul Jin Ho, Kae In berteriak, "Aku bilang, ia tidak seperti itu, Pria ini GAY!!!"

Jin Ho tertegun dan ia ketakutan, Do Bin mungkin sudah mendengarnya. Jin Ho kesal dan pergi.

Dalam perjalanan pulang, Kae In tidak berhenti menyesali dirinya yang sudah sekali lagi mempermalukan Jin Ho. Ia menangis dan memukul-mukul dirinya sendiri. Jin Ho kesal tapi ia hanya bisa memejamkan mata dan menghela nafas, nasi sudah menjadi bubur tidak ada gunanya menangis.

Kae In tertidur di bangku taman karena mabuk. Jin Ho tidak peduli dan berjalan pulang dan meninggalkan Kae In. Tapi saat jin Ho hampir sampai rumah, ia berubah pikiran dan kembali. Jin Ho kembali ke bangku taman itu dan membangunkan Kae in, pergelangan kaki Kae In kambuh lagi, Jin Ho akhirnya menggendong Kae In pulang.

Kae In menyanyi dan bergerak-gerak terus, Jin Ho kesulitan menggendongnya. Kae In menghela nafas, "Punggungmu hangat. Punggung ayahku juga mungkin hangat." Jin Ho heran, memangnya ayah Kae in tidak pernah menggendongnya? Kae In menjawab, "Tidak ada yang pernah menggendongku."

Jin Ho membaringkan Kae In di sofa di ruang tengah, Jin Ho menyuruh Kae in tidur di dalam.(knp org Korea suka mabuk ya, aku agak terganggu kalau lihat cewek mabuk, ngga pantas aja),

Jin Ho melihat Kae in hampir jatuh dari sofa, Jin Ho mencoba membangunkan Kae In. Kae In tidak bangun, Jin Ho mengangkat kaki Kae In dan ia berniat meletakkan ke posisi lebih aman, yang membuat Kae In bangun, awalnya Kae In curiga tapi ia ingat. Jika pria lain yang melakukannya ia pasti sudah marah, tapi Kae in merasa tidak masalah dengan Jin Ho. Karena ia Gay.


Tiba2 kaki Kae In kram dan ia berteriak kesakitan lalu minta Jin Ho memijitnya dan Jin Ho mau tidak mau memijit kaki Kae In. Kae In senang sekali dan ia berterima kasih atas bantuan Jin ho dan mengacungkan jempolnya, Jin Ho hebat!
sumber sinopsis Episode 3: http://kadorama-recaps.blogspot.com/

Episode 3

Setelah dipijat, Kae In tidur pulas di sofa, Jin Ho masuk ke kamarnya dan ia mencoba menenangkan diri atas kejadian di restaurant, di depan Choi Do Bin lagi. Tapi tenang ini demi proyek.

Paginya, Kae In bangun dan ia ingat sudah mempermalukan Jin Ho dan ia ketakutan. Kae In dengar Jin Ho akan keluar dari kamar dan ia pura2 jatuh ke lantai dalam keadaan tidur. Jin Ho mau membangunkan Kae In tapi tidak berhasil, lalu pergi.

Kae In bangun setelah Jin Ho pergi dan ke kamar mandi, Jin Ho menyelinap ke kamar mandi untuk menakut-nakuti Kae In. Jin Ho ingin Kae In minta maaf karena kejadian kemarin, tapi Kae In pura2 tidak ingat dan berkata kalau mabuk ia tidak ingat apapun. Jin Ho kesal dan pergi.

Jin Ho dan Sang Jun mengunjungi lokasi Museum Dahm, Sang Jun berkata, "Orang itu sepertinya menyukaimu." Jin Ho salah paham ia pikir Sang Jun menyebut Do Bin, ia langsung berkata, jangan ngawur, memang pria bisa menyukai pria juga? Sang Jun bingung, maksudnya Kae In.

Mereka bertemu lagi dengan ayah Chang Ryul, dan saling menyindir. Jin Ho berkata satu2nya kesalahan yang dibuat ayahku adalah mempercayai orang kepercayaannya. Presdir Han tidak terlalu terpengaruh.

Kim In Hee dan Hye Mi bersamaan datang ke kantor Jin Ho, keduanya saling melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hye Mi berkata ia adalah tunangan Jin Ho, In Hee heran bukankah orang itu gay? Jin Ho datang dan ia memang lebih ramah dan sopan pada In hee karena In hee adalah orang kepercayaan Do Bin, sedang Hye Mi diacuhkan saja.

In Hee mengundang Jin Ho ke pesta gala, disana kau akan bertemu banyak kontak profesional. Jin Ho sangat berterima kasih apalagi saat In hee juga memberi tips tentang kebiasaan Do Bin, Jin Ho bahkan mengantar In hee kembali ke museum. In hee sangat senang dan ia mengundang Jin Ho makan malam, Jin Ho langsung mengiyakan, gantian In hee yang kaget, apa pria ini benar2 gay?

Chang Ryul kebetulan ke museum dan melihat keduanya yang sedang bicara dengan akrab dan ia panik.

Jin Ho berusaha berlatih bicara di toilet untuk menjelaskan pada Do Bin bahwa yg dikatakan Kae In tidak benar. Ia bukan gay. Jin Ho bertemu Do Bin dan mereka minum kopi bersama. Jin Ho mulai menjelaskan bahwa ia bukan gay, tapi Do bin berkata ia tidak peduli masalah pribadi orang, ia hanya ingin Jin Ho melakukan yang terbaik dalam desainnya.

Do Bin suka dengan kepandaian Jin Ho apalagi saat Jin Ho juga menguasai lukisan, ia menyarankan agar mengoleksi lukisan Kandinsky saja dan bukan lukisan karya Klimt.

Young sun ke rumah Kae In dan membawa tiram dari ibunya. Kae In mengaku ia membuat masalah lagi dan bercerita mengenai kejadian memalukan di restaurant dan Young sun tidak percaya ini. Young sun akhirnya menyuruh Kae In membayar kesalahannya dengan masak untuk Jin Ho, jalan menuju hati pria adalah melalui perutnya.

In hee menelp Jin Ho dan berkata bossnya Choi Do Bin ingin makan malam dengannya, Sang Jun kagum dengan kemampuan Jin Ho. Kae In dan Young sun juga mencari film untuk ditonton bersama Jin Ho. Kae In memilih film Brokeback Mountain-nya Ang Lee hahaha...Kae in beralasan ini adalah cara agar Jin Ho bisa terbuka dengan kondisi dirinya di depannya. (masalah gay dan lesbian juga adalah masalah sensitif di Korea, banyak pria gay yang tidak terbuka karena kultur dan lingkungannya.)

Jin Ho mendengar anak buahnya googling di internet untuk mencari tahu apa yang diinginkan wanita untuk Natal, ternyata mereka ingin teman gay. Jin Ho jadi ingin tahu dan Sang Jun melihatnya.

Jin Ho pulang dan Tae Hoon menguntitnya, ia janji pada Hye Mi untuk cari tahu dimana Jin Ho tinggal selama ini.

Hye Mi menghabiskan waktu menemani Ibu Jin Ho ke spa, dan mereka sangat cocok, bagai ibu mertua dan menantu kesayangannya. Tae hoon akhirnya tahu bahwa Jin ho tinggal di sang go jae. Lalu Tae hoon segera lapor pada Hye mi.


dia datang..dia datang..

Young sun dan Kae In menyiapkan makan malam, sepanjang waktu Kae in terus minta bantuan Young sun. Kae in benar2 tegang dan ia ketakutan ketika Jin Ho pulang. Young sun mencoba mencairkan suasana dan menasihati mereka agar bicara dengan santai dan jangan terlalu resmi, tapi Jin Ho tidak terlalu tertarik dan masuk ke kamarnya. Young sun harus pulang untuk menjaga anaknya dan Kae In sendirian.


Jin Ho keluar dan mereka membicarakan lagi masalah di restaurant dan Kae in tetap berkata ia tidak ingat, lalu Jin Ho pura2 Kae In punya hutang padanya, dan Kae in menyangkalnya..berarti ingat dong..

Jin Ho tersenyum dan ia ingin Kae in menulis kontrak jika Kae in mengatakan orientasi seksualnya lagi maka Kae In harus bersedia melakukan apapun yang diminta Jin Ho. Kae in mengiyakan dengan terpaksa dan kontrak di stempel.

Kemudian Kae in mengatakan ia masak untuk makan malam dan mengundang Jin Ho. JIn Ho akhirnya memakannya dan ia berkata, "Yah rasanya lumayan untuk dimakan manusia." Dan Jin Ho memakan semua sendirian tidak membaginya dengan Kae In. Kae in mencoba lagi menawarkan nonton film tapi Jin Ho berkata ia tidak punya waktu nonton dengan Kae In.

Chang Ryul dan In hee rebutan apartemen lagi, kali ini Chang Ryul yang di dalam dan mengganti passw pintunya. Mereka bertengkar tentang apa saja dan akhirnya Chang Ryul memeluk In hee dan mohon agar In hee menerimanya kembali.

In Hee hanya berkata jika hatinya sudah pergi maka tidak akan kembali, ia selalu suka dengan yang baru dan terbaik, Chang Ryul bukan yang terbaik. Baginya pria itu seperti tas keluaran terbaru, ia akan selalu memburu yang terbaru dan paling bagus. Chang Ryul akhirnya berkata tidak ada satupun yang boleh meninggalkan apartemen, In hee setuju, tapi Chang rYul tidak boleh mencampuri urusan pribadinya.

Kae in akhirnya nonton film sendirian, tapi bukan Brokeback. Jin Ho keluar dan Kae in minta diambilkan air. Kae in reflek memanggil Jin ho, In hee ya, ia masih terbiasa dengan In hee. Jin Ho membawakan Kae in air dan berkata In hee pasti sudah lama sekali jadi teman Kae in. Kae in berkata ya sudah 10 th.

Kae in menawarkan popcorn, Jin Ho berkata, "Kau tahu itu akan langsung jadi lemak."(la aku buat omelet ama cappucino sambil ngeblog..pantesan aku tambah gemuk akhir2 ini sigh...) Kae in tidak peduli, dan Jin Ho makan popcorn juga, Kae In tanya, memangnya kenapa dengan lemak perut? Jin Ho tidak suka jika perutnya berlemak.

Kae in tanya kapan Jin Ho tahu pertama kali kalau ia gay, kalau ia beda dari yang lainnya? Jin Ho tidak menjawab. Kae in berkata lagi, ia tahu ketika berusia 7 th. Jin Ho kaget, jadi kau lesbi? Bukan, saat aku tahu bahwa aku berbeda dengan anak lain. Saat aku melihat ibu teman2ku datang ke acara di sekolah dan bahwa ibuku tidak akan datang.


Kae in berkata mungkin kau tahu bagaimana rasanya itu. Kae in terus saja tanya kapan Jin Ho tahu ia suka dengan sejenisnya, Jin Ho tidak menjawab dan hanya menyumpal mulut Kae In dengan popcorn.

Kayanya mau balas adegan ini deh, waktu Jae Kyung menutup mulut JunPyo dg popcorn ya..haha..

I amused with Min Ho and food encounters haha..


Paginya, Jin Ho mendapat musibah, ia kena diare, ia merasa sakit saat di kantor, Jin ho benar2 putus asa menahan perutnya yang sakit sambil berjalan, satu tangan menahan perut satu di bagian pantat haha..menahan agar tidak meledak. Jin ho pasti keracunan seafood. Jin Ho kesal sekali, sambil duduk di toilet, Jin Ho merancang pembunuhan yang perlahan dan menyakitkan buat Kae In.


Kae in ikut interview pekerjaan, dia pikir interview untuk posisi designer, ternyata posisi sekretaris dan Kae in langsung ditolak. Chang Ryul melihatnya. Chang Ryul mengikuti Kae In. Kae In putus asa dan makan ramen sendirian lalu pulang dan kehujanan. Chang Ryul melihat Kae In dari jauh.

Jin Ho menemui Choi Do Bin untuk janji makan malam, tapi Do Bin melihat wajah Jin Ho pucat dan keringat dingin, ia mengulurkan saputangan-nya dan usul apa kita menjadwal ulang saja, kau kelihatan tidak enak badan. Do bin minta saputangan-nya kembali, katanya saputangan ini punya nilai sentimentil. (jd ingat kata2 Jandi, perjumpaan yang paling indah adalah seperti saputangan..hehehe)

Jin Ho pulang ke rumah dan ia melihat Chang Ryul ada di luar rumah. Jin Ho marah karena tiram, makan malamnya yang batal. Kae in sangat mencemaskan Jin Ho dan ia lari kesana kesini di sekitar rumah mencari obat diare, rambutnya basah karena kehujanan jadi lantai ikut basah.


Kae in terus tanya tentang diare Jin Ho yang membuat Jin Ho tambah marah, "Berhenti berkata Diare!!" lalu Jin ho berteriak lagi karena Kae in membuat lantai basah, lalu ia mengambil handuk dan meminta Kae in mengeringkan rambutnya sebelum kena flu.

Jin Ho mendengar keributan di dapur, ternyata Kae in memecahkan piring. Jin Ho membantu membersihkan pecahannya. Apa kau bisa sehari saja tidak membuat kekacauan. Kae in membalas, Apa kau bisa sehari saja tidak mengusikku?

Ternyata Kae In membuat bubur untuk Jin Ho. Jin Ho menyuruh Kae In mencicipinya dulu siapa tahu itu beracun. Jin Ho melihat jari Kae in yang luka, Kae in berkata itu karena masak kemarin. Tiba2 Chang Ryul yang mabuk memanggilnya dari luar rumah.

Jin Ho melihat wajah Kae in dan Jin Ho berkata jangan keluar. Kae in berkata ia tidak akan keluar. Tapi Jin Ho yakin Kae In akan keluar.



Ternyata Kae In keluar. Jin Ho masuk ke kamar Kae In dengan tensoplas di tangannya, tapi melihat Kae In tidak ada, ia bergumam, "Jeon Jin Ho menang lagi." Wajahnya sedikit kecewa.


Kae In menemui Chng Ryul dan tanya apa alasan Chang Ryul memilih In hee dari yang lain, alasannya karena In hee memberikan semuanya untuknya, sementara Kae In hanya sebatas lengan (maksudnya In hee mau tidur dengan Chang Ryul), Chang Ryul berkata Kae in sangat tidak matang dan naif.

Kae In menjawab, bahwa ia sudah sangat bahagia bisa bersama Chang Ryul, setiap ciuman, setiap telp, dan bergegas menemui Chang Ryul tanpa peduli penampilannya karena ia sangat ingin menemui Chang Ryul. Chang Ryul berkata, mereka beda, Kae In tidak sesuai dengan dirinya sebagai orang dewasa dan sejajar.

(well, I think pria yang mau ceweknya tidur dengannya sebelum menikah adalah org yg egois dan tidak bertanggung jawab. Mencintai bukan berarti menuntut ceweknya melakukan apapun keinginannya, jika mencintai berarti he will take care of his girl until the wedding day. Apalagi pake mengancam akan putus jika tidak dituruti, well kataku..putus saja, who scares? Because every girl is so precious.)

Kae in merasa ini kesalahannya. Tiba2 ponsel Chang Ryul berbunyi, ternyata In Hee, Chang Ryul keceplosan dan berkata ia tinggal dengan In Hee. Kae In sangat terluka dan ia tidak percaya Chang Ryul berani menemuinya padahal ia masih tinggal dengan In Hee. Kae in marah dan menyuruh Chang Ryul pergi.


Kae In masuk ke rumah, Jin Ho menunggunya, "Dasar bodoh, kau ini seperti anak anjing, ditinggalkan majikannya, lalu lupa dan langsung lari ketika dipanggil namanya. Apa kau tahu kau terlihat sangat menyedihkan sekarang?"

Kae In, "hentikan!" Jin Ho terus saja mengomelinya. Kae in murka, ia memukul Jin Ho dengan bantal2 dan memukul dada Jin Ho. Kae in : "Apa kesalahanku? Mengapa kau membuatku terlihat begitu menyedihkan? Mengapa?" Jin Ho, "Kau yang melakukannya pada dirimu sendiri."

Kae In, "Kau tidak pernah menunggu telp sepanjang hari dari orang yang kau suka. Atau merasa hatimu akan meledak hanya melihat orang itu. Kau bisa mati dan bangkit dari kubur dan tidak pernah tahu. Orang yang membuatku merasa seperti itu tadi memanggilku keluar, tidak peduli betapa salahnya aku. Aku ingin mendengar suaranya. Apa yang bisa kulakukan? Seperti inilah aku, apa yang bisa kulakukan?"

Kae In menangis dan mata Jin Ho juga berkaca-kaca. Mereka akhirnya menenangkan diri dengan minum2. Kae In mengulang kata2 Chang Ryul. Jin Ho menyebut Chang Ryul bastard. Jin Ho meminta Kae in melupakan Chang Ryul. Kae in berkata ia tdk bisa dan berkata ini salahnya. Jin Ho, "Buatlah dia menyesal kehilangan wanita sepertimu"


Kae In tiba2 seperti mendapat ide, ia melihat ke arah Jin Ho dan bersandar pada Jin Ho, Kae In tanya, "Maukah kau membuatku menjadi seorang wanita?" Jin Ho kaget.
Episode 4: http://kadorama-recaps.blogspot.com/

source: (Thank you and credits to
http://wiki.d-addicts.com/
http://www.viikii.net/
http://www.natnatvip.org/
http://kadorama-recaps.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

JANGAN LUPA FOLLOW ya...

sinopsis drama, info music dan film korea

patrarush.blogspot.com