Sabtu, 09 Juli 2011

Sinopsis City Hunter episode 5

City Hunter episode 5

by : TIRZA
Jin Pyo siap menembak. Nana berdiri dalam kegelapan dan Yoon Sung lari secepat mungkin ke tempat Nana.
Jin Pyo membidik dan Yoon Sung tepat waktu mendorong Nana jatuh.

Yoon Sung langsung lari dari situ. Tapi dia tidak sadar kalau kalungnya jatuh. Nana mengambilnya.
Sementara di saat bersamaan, mobil SWAT team tiba. Mereka langsung menyerbu masuk ke dalam gedung dimana Jin Pyo berada.

Jin Pyo segera membereskan barang2nya dan turun dengan tenang. Jin Pyo menekan tombol lift dan berencana turun di satu lantai dibawahnya.

Tapi tim SWAT sudah menutup semua pintu keluar dan mengatur agar semua lift menuju lantai satu.

Jin Pyo mulai tegang, ia mengeluarkan pistol dan bersiap membela diri. Tim SWAT bersiap di depan lift dengan senjata dalam keadaan siap tembak.

Tiba-tiba bagian atas lift terbuka dan Yoon Sung muncul sambil mengulurkan tangan ke ayahnya. (Jangan tanya bagaimana dia melakukannya, City Hunter gitu lo..)

Jin Pyo kaget, Yoon Sung!

Yoon Sung menarik Jin Pyo ke atas dan menutup tutup lift. Jadi ketika lift tiba di lantai dasar, tim SWAT kaget karena lift kosong!
Yoon Sung dan Jin Pyo berusaha kabur keluar. Paman Shik Joon yang menjemput mereka.

Polisi berusaha mengejar mereka tapi mobilnya terhalang oleh truk yang dikemudikan Kim Sang Gook untuk memperlambat mereka.

Polisi marah2, apa yang kalian lakukan? cepat pindahkan! Kim Sang Gook tidak bersedia, ia berkata justru harus memeriksa CCTV dulu, siapa sebenarnya yang salah.

Yoon Sung, Jin Pyo, dan Shik Joon bisa lari dengan aman. Jin Pyo marah, apa kau yang mematikan lampu?
Yoon Sung mengaku, ya. Itu aku.

Jin Pyo : Kita sudah sepakat kalau siapapun yang lebih dulu menemukan target kedua yang harus mengurusnya!
Yoon Sung : Untuk mencapai satu tujuan, kita harus beradaptasi. Aku mempelajarinya darimu, Ayah.

Shik Joon mencoba mencairkan suasana dengan memberi salam, Kapten..bertemu dengan anda seperti ini agak aneh, ya.
Jin Pyo tidak menggubris, ia tetap marah karena Yoon Sung merusak kesempatan-nya membunuh musuhnya.

Yoon Sung : Meskipun kau membunuh Seo Yong Hak, lalu apa? apa semuanya akan berakhir dengan balas dendam?

Yoon Sung menjelaskan, kalau mereka membunuh Seo Yong Hak sekarang, masyarakat akan berpikir dia dibunuh karena pemilu yang akan datang dan kejahatan-nya akan tetap tersembunyi.

Yoon Sung : Dia hanya akan menjadi martir untuk demokrasi, begitu beritanya disiarkan oleh media. Apa itu yang kau inginkan? Mulai sekarang, keamanan akan ditingkatkan. Balas dendam akan sulit.
Jin Pyo : Jadi kau ingin menyerah?

Yoon Sung : Jika aku ingin menyerah sekarang, aku tidak akan memulainya. Ayah, kumohon bantu aku.
Jin Pyo menghela nafas, tapi dia tidak marah lagi.

Seo Yong Hak dan keluarganya sudah dibawa ke RS. Nana dan rekan2nya menyusul kesana.
Seo Yong Hak baik2 saja. Tapi istrinya syok dan harus bed-rest. Mungkin Ny. Seo punya sakit jantung. Seo Yong Hak berkata jika saja lampu tidak mati, pasti akan ada yang tertembak.

Anak Seo Yong Hak berkata ia berharap kena tembak. Ibu dan ayahnya kaget, apa?
Bukan tertembak sampai mati, tapi terluka agar tidak perlu ikut Wamil.

Seo Yong Hak kesal : Dong Hoon kau harus pergi. Aku ini pahlawan perang dan mulai berkarir sebagai Menteri Pertahanan. Dari semua anakku, bagaimana kau bisa tidak ikut Wamil?
Dong Hoon membela diri, tapi kedua kakak juga tidak pergi, kenapa aku harus pergi?

Dong Hoon : Ayah, aku benar2 terluka, aku luka saat olah raga. Meskipun sudah dioperasi, rasanya masih sakit kalau aku jalan.
Seo Yong Hak marah dan ia tidak peduli. Seo Yong Hak ingin menangkap orang yang berani menembaknya. Dong Hoon, bagaimanapun kau harus pergi!
Lalu ia pergi.

Dong Hoon merengek pada ibunya, Ibu..bukankah ibu berkata akan meyakinkan ayah?

Ibunya juga kesal, kau seharusnya membaca atmosfirnya sebelum buka mulut. Apa ini saat yang tepat untuk membicarakan masalah tidak ikut Wamil? Kau benar2 bodoh.

Seo Yong Hak bertemu Nana dan Eun Ah diluar. Nana sedikit tergores wajahnya. Seo berterima kasih pada Nana, saat itu jika kau tidak menggunakan cahaya dari ponselmu, keluargaku dan aku tidak akan tahu dimana harus bersembunyi.
Nana berkata itu memang tugasnya sebagai petugas keamanan.

Seo berkata sekarang ia mengerti kalau menjadi Presiden itu tidak gampang. Nana berkata kalau Seo tampak tenang.
Seo : Tentu saja, aku sudah mengalami 4 dekade mendengar suara tembakan.

Sekretaris Seo berkata kalau media sudah siap. Seo Yong Hak sebenarnya ingin langsung menemui media, tapi sekretaris atau jurkam-nya usul, bagaimana kalau mengatakan pada masyarakat tentang penderitaan yang harus anda alami?
Anda harus ke RS sebelum menerima interview. Ini akan bagus untuk image anda.

Seo Yong Hak : Ya, baiklah, baiklah..seperti ini lebih baik.
Lalu mengikuti saran jurkamnya. Nana berubah wajahnya saat melihat sandiwara politik di depannya. (welcome to the real world...)

Jin Pyo mampir ke apartemen Yoon Sung dan ia setuju membantu anaknya.
Jin Pyo : Seperti katamu, kita punya tujuan sama.

Shik Joon mendekat sambil membawa minuman, Kapten, anda bijaksana. Ini bisa dikatakan dua kepala lebih baik daripada satu strategi. Shik Joon menawarkan ginseng merah, tapi keduanya tidak minum.

Yoon Sung berkata kalau Seo Yong Hak lebih populer baik di militer maupun di masyarakat, dibandingkan Lee Kyung Wan. Ada satu kelemahan Seo Yong Hak, yaitu ..sepatu boot.

Yoon Sung : Karena kualitas sepatu boot yang jelek, para tentara tidak puas.
Jin Pyo heran, kenapa tidak mengganti pemasok saja.

Masalahnya, kata Yoon Sung, Seo Yong Hak adalah CEO perusahaan sepatu itu dan sulit berurusan dengan Menteri Pertahanan.
Yoon Sung menambahkan, dan ketiga putra Seo Yong Hak mangkir dari kewajiban Wamil.
Jin Pyo sekarang kaget, semuanya? ketiga-tiganya?

Jin Pyo pulang dan Kim Sang Gook tanya apa Jin Pyo benar2 akan membiarkan Yoon Sung mengurus ini? Bagaimana jika dia menangkap Seo Yong Hak?
Jin Pyo : Kalau saatnya tiba, aku akan mengatasi masalah itu dengan caraku.

Paginya, Jaksa Kim dan bossnya mendapat surat keluhan tentang Seo Yong Hak.

Sudah biasa surat seperti ini, tapi yang satu ini memberikan detil mengenai rekening2 dan juga masalah korupsi. Boss minta Jaksa Kim menyelidiki dengan seksama, cari tahu apa tuduhan ini benar.
Jaksa Kim : Apa ini maksudmu? kau sudah jadi semakin malas.
Bossnya ketawa.

Lalu Jaksa Kim memeriksa lagi rekaman CCTV dalam lift. Ia kaget, ada yang sengaja menghalangi pandangan CCTV!
Jaksa Kim meminta anak buahnya mengulang lagi rekaman, dan terlihat Jin Pyo menekan tombol lift tanpa mengenakan sarung tangan.

Jaksa Kim : Identifikasi semua sidik jari yang ada di sekitar tombol lantai 41!

Bibi Nana masuk sambil membawa banyak surat, ia menegur rekannya, petugas Jang Pil Jae, sebenarnya berapa kartu kredit yang kau miliki? Ini semua tagihanmu. Lalu ada undangan untuk Jaksa Kim.
Kim heran, undangan pesta ulang tahun?
Bibi Nana berkata hadiahnya akan semakin besar akhir2 ini.

Yoon Sung dan Nana bertemu di koridor Blue House. Yoon Sung berkata ia dengar tentang tindakan heroik semalam, bahkan ada luka di wajahmu, sepertinya lumayan serius.
Nana dengan dingin berkata ia hanya melakukan tugasnya.

Yoon Sung : Apa kau bukan wanita? Apa kau tidak takut terluka? Tapi benar, lebih mudah jadi pengawal dengan wajah seram.

Nana : Untuk menghadapi mereka yang bercanda denganku, tentu saja aku harus punya penampilan seram. Seperti apa wajahku, bukan urusanmu Lee Yoon Sung!

Nana mendapat surat lagi, yaitu perintah pengosongan dari pengadilan. Nana bingung dan telp bibinya. Ini konfirmasi kalau petugas Kim memang bibi Nana.
Nana berkata ia dapat surat pengosongan. Bibinya berkata jika Nana tidak segera mengosongkan rumah, mereka akan mengusirmu.

Nana bingung. Bibinya minta Nana tinggal saja bersama mereka. Tapi Nana tahu diri, rumah bibinya juga terlalu kecil, cuma dua kamar dengan 5 orang. Nana hanya minta dicarikan kontrakan yang murah.

Jaksa Kim juga mendengar percakapan Petugas Kim dan ia mencoba membujuk pemilik apartemen Nana tapi tidak berhasil.

Yoon Sung ada di dekat Nana dan mendengar percakapan-nya. Ia segera telp Shik Joon. Yoon Sung meminta Shik Joon membeli apartemen Nana.

Shik Joon menemui pemilik restoran itu. Shik Joon membujuknya untuk menjual apartemen-nya kembali padanya.
Pria itu justru curiga, tadi ada juga yang ingin membelinya dan sekarang kau. Ada apa sebenarnya/

Shik Joon kesal, dasar brengsek! dulu aku suka judi dan hampir kehilangan tanganku, demi menolongku, ayahku harus menjual rumah ini. Sekarang aku sudah punya uang, dan ayahku ingin mati di rumah itu. Apa kau tidak akan berbakti pada orang tuamu?

Pria itu tetap menolak. Shik Joon mengancam, restomu ini bagus juga, bisa dijadikan motel, jika aku menyebarkan gosip, maka restomu ini bisa bangkrut.
Shik Joon lalu bicara dengan bahasa yang cepat dimengerti, yaitu mengeluarkan uang tunai, aku akan membayarmu. Ini sejuta Won, sejuta lagi..
Pria itu mulai tertarik, tapi tetap berkeras dan berkata, aku membayar pajak besar untuk rumah itu!

Shik Joon : Aku mengerti..aku mengerti. Ini sejuta lagi, tambah sejuta, ada tambahan 2 juta Won.
Pria itu masih bicara, menurut gosip, akan ada rencana pembangunan kembali?

Shik Joon : Ah kau ini! Aku akan memberimu 1 juta lagi, dan 1 juta lagi, 2 juta dan 2 juta.
Pria itu memanggil Shik Joon sebagai boss! dia masih ingin bicara tapi Shik Joon jadi kesal, berapa? berapa yang kau inginkan? Ayo kita tentukan saja.

Shik Joon mengancam dengan memasukkan uangnya lagi, lupakan saja! kau tidak mau ini kan?
Pria itu langsung mencegahnya, memang beda kalau mentahnya diperlihatkan lebih dulu ya hahaha..
Pria itu setuju menjual apartemen-nya ke Shik Joon. Itu uang hanya untuk membujuknya saja lo..sekitar 10 juta Won!

Jaksa Kim mengirim surat untuk Nana :
"Nona Kim Nana, apa kau baik-baik saja? Saat aku menghadapi masalah, aku selalu ingat kalimat ini. Aku tidak takut pada bayangan. Karena tidak jauh darimu, ada cahaya."

Jaksa Kim menemui Soo Hee, ia menunjukkan undangan itu. Sae Hee tersenyum, sepertinya Hyun Jun (teman mereka) mengira kita masih bersama.
Soo Hee berkata kalau Nana akan datang karena ia mengundangnya. Sae Hee minta Yeong Jo menemui Nana sebelum pergi.

Nana dan Yoon Sung sedang melepas keluarga Mi Jin pindah dari apartemen itu. Ayah mereka kembali untuk menjemput mereka dan kedua anak itu tampak gembira bertemu ayahnya lagi.
Ayah Mi Jin berterima kasih pada Nana, aku benar2 minta maaf Nana.

Nana : Terima kasih karena kau kembali. Mi Jin, Do Jin, jangan nakal. ok?
Do Jin memberikan hadiah pada Yoon Sung dan Nana. Mi Jin menjelaskan Do Jin ingin memberikan hadiah untuk unni dan oppa, dia memberikan yang paling berharga.
Selamat tinggal!

Yoon Sung melihat mainan Pororo di tangannya, mengapa dia memberiku ini?
Nana minta Yoon Sung menerima saja, itu yang paling berharga yang dimilikinya.

Yoon Sung juga melihat ada tensoplas gambar pororo untuk Nana, maka ia langsung menempelkan pororo-plast itu di pipi Nana.

Yoon Sung : Aku kan sudah bilang untuk memakai plester yang tidak meninggalkan bekas. Kim Nana, meskipun wajahmu adalah senjata, apa kau tidak bisa menghargainya?
Apa kau mau pamer kalau kau sudah kerja keras? Aku paling benci wanita sepertimu. Sebagai wanita, kau sama sekali tidak mengurus dirimu sendiri. Atau tahu bagaimana berpenampilan. Dan kau hidup biasa saja.

Nana jadi marah lagi : Lee Yoon Sung, aku akan mengurus diriku atau tidak, aku tidak harus mendengarmu bicara mengenai ini. Aku tidak sepertimu yang punya banyak hal baik. Aku bahkan tidak punya waktu untuk memberi plester.
Kalau aku memikirkan tentang masalahku, kepalaku..sudahlah lupakan saja.

Ada tukang pos datang dan memberikan kartu pos untuk Nana. Nana senang sekali, dari Paman Kaki Panjang!
Nana bergegas pergi. Yoon Sung teriak, hei Kim Nana kau mau kemana?

Nana pergi saja, dan Yoon Sung masuk mobil lalu mengikutinya. Nana protes, kau mengikutiku?
Yoon Sung : Aku cuma mengikuti GPS :)

Nana pergi menemui Dokter Soo Hee, kakak! Soo Hee tersenyum.
Yoon Sung juga turun dari mobil. Nana kesal kenapa mengikutiku?

Tidak, kata Yoon Sung. Ia punya urusan dengan Soo Hee.

Nana heran, ia baru tahu kalau Yoon Sung dan Sae Hee saling kenal. Sae Hee membenarkan, waktu itu Lee Yoon Sung-ssi sudah membantuku.
Yoon Sung berkata ingin memelihara anak anjing, dan ingin minta nasihat.

Nana menunjukkan surat dari Paman Kaki Panjang-nya pada Soo Hee dan memuji tulisan tangannya. Nana membacakan kalimat terakhir yang disukainya. Membuat Yoon Sung mencibir.

Tapi Nana tidak mempedulikan Yoon Sung. Yoon Sung menyindir, kalimat itu sengaja dipilih oleh pria untuk menggoda wanita.
Nana : Lee Yoon Sung-ssi!
Yoon sung : Jangan pedulikan aku, lanjutkan saja.

Jaksa Kim muncul dari dalam kantor Soo Hee. Aku harus pergi, Soo Hee
Nana menyapanya. Yoon Sung sebal melihatnya. Nana heran, Jaksa Kim kenal Soo Hee juga?

Soo Hee : Kami jadi teman sejak 10 tahun lalu.

Jaksa Kim mencemaskan wajah Nana. Nana berkata ini luka dalam tugas.
Soo Hee berkata kalau Nana baru membaca kartu pos dari Paman Kaki Panjang.

Yoon Sung menyindir Jaksa Kim dengan surat Paman Kaki Panjang. Yoon Sung mengutip kalimat terakhir yang disukai Nana dan mengejek kalau pri itu pasti aneh juga membosankan.
Jaksa Kim merah wajahnya.

Soo Hee mencairkan suasana dengan mengundang mereka semua masuk untuk minum kopi.

Mereka menunggu kopi dari Soo Hee sambil menonton TV. Kebetulan ada siaran berita tentang Mantan Menteri Pendidikan, Kim Jong Shik yang memberikan beasiswa pada banyak siswa.
Jaksa Kim terlihat bangga dengan apa yang dilakukan ayahnya. Tapi tiba-tiba Nana minta channel-nya diganti.

Jaksa Kim : Ada apa?
Nana teringat kecelakaan yang menimpa ayahnya dan ia berkata tidak menyukai Kim Jong Shik secara pribadi.

Soo Hee memberikan dog-food untuk Nana, terima kasih karena mau merawat anjing yang tidak punya tuan.
Jaksa Kim mengantar Nana dan membawakan dog-foodnya.

Yoon Sung dan Jaksa Kim rebutan lagi untuk mengantar Nana. Tapi kali ini Nana memilih Jaksa Kim.

Yoon Sung ditinggal begitu saja di depan pet shop Soo Hee. Soo Hee terlihat geli, kau berteman dengan Nana, ya kan?
Yoon Sung membenarkan. Kami kerja di departemen yang berbeda, tapi dia instruktur bela diriku di Blue House.

Soo Hee tersenyum : Tidak heran kalau kalian bertengkar.
Soo hee tanya lagi, bukankah tadi Yoon Sung akan merawat anak anjing? Yoon Sung berkata lain kali saja.

Yoon Sung pergi dan melewati apotik. Ia melihat Jaksa Kim melepas plester pororo Nana dan menempelkan plester yang tidak berbekas.
Yoon Sung kesal melihatnya. Ia melemparkan plester yang sama ke bangku di sebelahnya.

Nana tanya tentang kecelakaan lalu lintas 10 th lalu, ia ingin tahu apa kasusnya masih bisa diselidiki lagi?

Jaksa Kim terlihat resah dan berkata kalau kasusnya sudah ditutup. Tapi mungkin bisa saja, hanya akan sulit.
Jaksa Kim : Apa kau tahu sesuatu yang perlu diselidiki lagi?

Nana : Ya. Ada yang harus kuketahui kebenaran-nya, saat itu aku masih terlalu muda.
Nana bertekad akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Jaksa Kim menghela nafas. Kemungkinan besar mantan Menteri Kim terlibat dalam kecelakaan ini.

Nana pulang dan membaca semua kliping berita tentang Menteri Kim Jong Shik. Nana terlihat bahagia saat membaca surat dari Paman Kaki Panjangnya.

Yoon Sung kirim sms, kau terlihat lebih baik kalau pakai plester pororo.
Nana kesal dan tidak membalas sms Yoon Sung.

Yoon Sung menunggu balasan sms Nana, ayo balas..balas..masih belum balas?

Paman Shik Joon mendekat sambil bicara di telp, ya dia sudah pulang. Shik Joon minta Yoon Sung menyalakan TV.

Ternyata Jin Pyo ingin melakukan video-chat dengan Yoon Sung, apa kau sudah dengar kabar tentang Seo Yong Hak?

Yoon Sung : Saat ini Seo Yong Hak sekali lagi menolak pengenalan senjata dari Mars Inc karena ada masalah. Tapi pertama kalinya militer mengambil senjata dari Mars inc adalah saat Seo Yong Hak menjadi Menteri Pertahanan keamanan.

Benarkah? tanya Jin Pyo.
Yoon Sung berkata kalau saat itu, masalah yang timbul mengenai senjata tidak diungkap. Ini aneh. Direktur Mars adalah Hodson dan dia akan tiba di Korea Selatan dalam 3 hari.
Yoon Sung akan menyelidiki hal ini. Jin Pyo terlihat puas.

Jin Pyo menawarkan Yoon Sung makan, Yoon Sung sudah makan. Kau sudah makan, Ayah?
Jin Pyo mengeluh, kakinya sakit karena arthritis.

Yoon Sung tanya apa dia perlu kesana, atau paling tidak paman?
Jin Pyo menolaknya dan memutus telp.

Paman Shik Joon cemas, aigoo...Kapten sudah mulai tua, dulu dia tidak pernah mengeluh sakit apapun.
Yoon Sung meraba kalungnya dan ia kaget karena ternyata hilang!

Disaat yang sama, Nana memperhatikan kalung yang ditemukannya.

Chun Jae Man dan Seo Yong Hak bertemu. Mereka kesal, siapa penjahat itu?
Chun : Kudengar ada pertanyaan yang diajukan tentang sepatu boot cacat yang diproduksi perusahaanmu.

Chun berpikir mungkin saja pihak Mars akan berbalik menyerang Seo Yong Hak itulah mengapa ia mengirim sniper.
Tapi menurut Seo bukan pihak Mars, kemungkinan besar ada hubungan dengan peristiwa th 1983.

Seo : Saat itu waktu Lee Kyung Wan dikirim ke kantor Jaksa, ada ID militer di lehernya, apa kau masih ingat?
Seo sudah melacak nama2 prajurit itu dan mereka sepertinya anggota pasukan khusus yang menghilang. Mereka menghilang Oktober 1983.

Seo dan Chun resah, mereka pasukan khusus yang dikirim ke Korut. Kita menentangnya, kan? Bagaimana kalau masyarakat tahu, jika pasukan khusus itu kita bunuh dengan tangan kita sendiri? Kita berdua akan tamat.

Chun Jae Man minta asisten-nya untuk melacak City Hunter. Orang itu muncul bersamaan kedua anak itu, dia datang ke tempat dimana anak-anak itu berada.
Chun : Kau harus menyelidiki anak-anak itu, pasti ada hubungan antara dia dengan kedua anak itu.

Chun Jae Man juga meminta memperkuat keamanan disekitarnya, tambahkan 20 orang lagi yang bisa dipercaya.

Presiden Choi jalan-jalan ditaman Blue House sambil merenung, apa Jin Pyo?

Presiden mengingat pertemuan-nya dengan ibu Yoon Sung. Kalau ternyata Jin Pyo mengambil putranya 28 th lalu.
Presiden : Jin Pyo...sampai kapan akhirnya kau bisa melepaskan semuanya?

Da Hye jalan mendekati ayahnya dan melihat ke arah yang sama dengan ayahnya. Presiden kaget, kau mengejutkanku.
Da Hye : Ayah, apa kau melihat UFO? kenapa kau selalu melamun kalau melihat langit?

Da Hye datang untuk membujuk ayahnya agar menjadikan Lee Yoon Sung sebagai tutornya. Kali ini aneh ayah, aku benar2 ingin belajar.

Staf IT Blue House harus latihan judo. Ki Joon beberapa kali dibanting oleh Eun Ha. Kau sama sekali tidak punya kekuatan, ayo dengan kekuatan, lagi!
Ki Joon sudah sekian kalinya dibanting, bahkan Eun Ha sempat menggodanya saat Ki Joon terbaring di pangkuan Eun Ha. Kau terlihat lucu!

Ki Joon langsung berdiri, wanita ini, kenapa kau menyentuhku?
Kepala bagian langsung menegur Ki Joon, apapun gender-nya, kau harus menghormati dia karena dia adalah instrukturmu.

Tidak jauh dari pasangan itu, Yoon Sung juga diajari teknik judo oleh Nana. Tapi Yoon Sung sama sekali tidak menghiraukannya.
Nana tersinggung, kalau ada yang mengajarimu, kau harus memperhatikan dan belajar.

Yoon Sung : Aku bukan anggota keamanan, kenapa aku harus mempelajari ini?
Nana : Begitu? Apa kau pikir kau kerja di tempat yang biasa saja?
Yoon Sung : Itu sebabnya kau harus melindungi aku.

Nana menyindir, ada orang yang menyelidiki sampai malam hanya untuk menangkap sniper. Apa kau tidak merasa malu? Maksud Nana, Jaksa Kim.

Yoon Sung kesal, Kim Nana, jadi karena orang itu maka kau mau memakai plester tanpa bekas itu? Lalu dengan kecepatan yang mengherankan, Yoon Sung membanting Nana.

Nana justru teringat dengan gaya orang yang menyelamatkannya saat ada penembak gelap itu.
Nana sedikit syok. Tapi Yoon Sung terus saja bicara, untuk orang itu, kau lebih ingin terlihat sebagai wanita, ya kan?

Nana : Ya. Untuk orang sebaik Jaksa Kim, akan sangat baik kalau dia melihatku sebagai wanita.
Nana jalan pergi, kepalaku sedikit sakit.

Tim IT kerja seperti biasa. Tiba-tiba Ki Joon panik, kenapa ini? Foto apa ini? kenapa tidak berhenti? Sistem mereka tiba-tiba menampilkan foto sepatu boot yang rusak.

Kepala bagian minta Ki Joon menghentikannya, tapi Ki Joon berkata tidak bisa. Karena serangan ini, sistem-nya overload dan sistem komunikasi jadi lumpuh.

Bossnya panik, Ki Joon kau yang bertanggung jawab atas keamanan sistem, ya kan?

Ki Joon berkata dia tetap tidak bisa. Yoon Sung akhirnya turun tangan dan berhasil menghentikan serangan foto itu.

Boss minta Yoon Sung melacak IP address hacker itu dan mengirimkannya ke kantor polisi.
Yoon Sung melihat Ki Joon dengan pandangan curiga. Ki Joon diam saja.

Yoon sung bertemu Ki Joon di toilet dan ia heran, kau sengaja melakukannya, ya kan?
Ki Joon pura2 tidak mengerti. Yoon Sung berkata dengan kemampuan Ki Joon, kau tidak bisa berkata "aku tidak bisa melakukannya."

Yoon Sung : Apa alasannya? mengapa kau tidak melakukannya?
Ki Joon : Tidak melakukan apa?
Lalu ia buru2 keluar.

Anak buah Chun Jae Man sampai di apartemen Nana. Ia mencari alamat Mi Jin. Ternyata Mi Jin sudah pindah dan ada penghuni lain disitu.

Saat pria itu akan pergi, justru ia melihat Kim Nana yang naik tangga ke apartemen-nya. Yan Rong ingat, Nana yang sudah mengantar kedua anak itu.

Yoon Sung dan rekan2nya sudah selesai kerja. Tapi mereka mencegah Yoon Sung pulang, mereka ingin mengajak Yoon Sung makan malam lalu karaoke.

Yoon Sung menolak dengan alasan ia benci bajunya bau daging. Tapi mereka bahkan bersedia mengganti menunya, sampai ke menu sushi yang mahal. Yoon Sung mau tidak mau akhirnya ikut dengan mereka.

Mereka pergi ke karaoke dan mendesak Yoon Sung menyanyi (ada apa dengan orang Korea ini, such annoying habit) tapi justru Ki Joon yang menyanyi. Ki Joon sudah mabuk berat.
Semua merasa Ki Joon merusak suasana dan minta seseorang mengantar Ki Joon pulang.

Yoon Sung langsung mengambil kesempatan untuk kabur, biar aku saja yang mengantar Go Ki joon sunbae! Mereka minta Yoon Sung kembali setelah mengantar, tapi Yoon Sung tentu saja tidak akan kembali.

Ki Joon sempoyongan, dan rekannya sudah menelepon sopir pengganti. Yoon Sung kaget saat melihat nama perusahaan sopir pengganti itu, kepala peluru! ah..ini kan..(tempat Nana bekerja)

Ki Joon mabuk dan bicara : Anti-hacking apa? Kau tidak tahu apa-apa. Orang yang sama sekali tidak ikut Wamil! (karena Lee Yoon Sung sepertinya pemegang US Green Card)

Ki Joon mengaku. Dia memang sengaja tidak menghentikan hacker itu, kau mau apa? Ki Jon cerita tentang seseorang yang dulunya normal dan bahkan atlit Taekwondo, kembali dari Wamil setelah kakinya cacat.

Ki Joon : Kenapa aku harus membeli sepatu boot yang jelek? Mengapa membiarkan mereka mengenakan sepatu dengan paku?
(Karena pemuda Korea yang ikut Wamil tidak bisa memakai sepatunya sendiri kecuali yang dibagikan oleh kesatuan, dan mereka benar2 hidup dengan sepatu itu)

Ki joon menangis, adikku..kena tetanus dari paku itu dan kehilangan kakinya.

Nana datang dan melihat Ki Joon serta Yoon Sung. Ki Joon heran melihat Nana, apa kau sopir pengganti itu?

Nana tidak bisa menjawab, karena sebagai petugas keamanan dia tidak boleh kerja diluar. Ki Joon nyengir, kau dan Lee Yoon Sung..kalian punya hubungan spesial?
Nana menyangkal, tapi Yoon Sung bertanya, apa aku harus mengatakan yang sebenarnya?

Ki joon tidak sabar dan menelepon sopir lagi, kenapa dia belum datang juga? Yoon Sung merampas ponsel Nana dan mematikannya.
Yoon Sung memasukkan Ki Joon ke bangku belakang dan menyuruh Nana duduk di sebelah Ki Joon. Yoon Sung sendiri yang mengantar Ki Joon pulang.

Yoon Sung tanya, kemana? Ki Joon hanya menjawab, lurus saja. Hahaha..

Ki Joon meletakkan kepalanya ke bahu Nana. Yoon Sung kesal dan menyetir dengan zig zag untuk memisahkan keduanya.

Yoon Sung menggendong Ki Joon yang mabuk dan menekan bel. Pintu terbuka, seorang pemuda dengan kruk menyambut mereka. Yoon Sung dan Nana tertegun, kaki pemuda itu tinggal satu.

Yoon Sung bisa menebak, orang yang dibicarakan Ki Joon adalah adiknya.

Yoon Sung membaringkan Ki Joon dan melihat foto Ki Joon bersama adiknya di meja. Ki Huk masuk dan berkata ini bukan gaya kakaknya, minum soju sampai mabuk, biasanya dia tidak mau menyentuh hal-hal yang buruk untuk kesehatan. Pasti ada sesuatu.

Yoon Sung : Kami pergi dulu. Maaf mengganggumu di jam selarut ini.
Ki Huk : Terima kasih sudah mengantar kakak-ku pulang.

Yoon Sung dan Nana pulang naik bis. Nana berterima kasih pada Yoon Sung karena membantunya, kalau ketahuan kerja sebagai sopir, aku bisa dikeluarkan.

Yoon Sung diam saja dan memejamkan matanya, ia memikirkan kata2 Ki Joon dan kondisi adik Ki Joon.

Nana memanggilnya, tapi Yoon Sung pura-pura tidur dan meletakkan kepala ke bahu Nana.
Nana menyingkirkan kepala Yoon Sung, tapi Yoon Sung tidak bergeming dan justru senyum.

Akhirnya Nana ketawa dan membiarkan kepala Yoon Sung di bahunya.

Yoon Sung jalan mengantar Nana pulang ke apartemen-nya.

Yan Rong (anak buah Chun Jae Man) menyusup ke apartemen Nana dan memeriksa. Ia telp ke Chun, dan berkata kalau Nana ada di acara Lee Kyung Wan waktu itu, dia sepertinya lumayan dekat dengan anak2 itu.

Yoon Sung mengeluh, melelahkan sekali, apa kau selalu jalan kaki setiap hari? Nana membenarkan. Ini bagus untuk latihan.
Nana : Kau pergi kerja setiap hari dengan mobil, kau akan jadi malas, gemuk, lembek dan lemah..tubuhmu akan tidak terbentuk.

Yoon Sung : Mobil dibuat untuk kita duduki. Katakan sejujurnya, kau ingin bersama denganku, jadi kau sengaja tidak membangunkanku. Jangan pura-pura.

Nana : Benar2 tidak bisa dipercaya, bahuku sudah hampir patah.

Yoon Sung : Aku sudah menyetir untukmu. Aku bahkan mengantarmu sampai sini, kau seharusnya berterima kasih.
Kalau begitu berikan aku kimchi lagi, yang seperti waktu itu.

Nana : Jadi kau sampai sini hanya untuk kimchi?
Yoon Sung : Siapa suruh kau membuatnya dengan enak?
Nana : Bukan aku yang membuatnya, itu buatan bibiku.

Yoon Sung mengikuti Nana sampai ke apartemen-nya. Nana protes, kenapa kau ikut sampai sini? Kau tidak boleh masuk. Tunggu disini.

Nana melarang Yoon Sung masuk. Yoon sung heran melihat pintu apartemen Nana tidak terkunci. Nana hanya mengira kalau kuncinya rusak. Yoon Sung melihat Yan Rong yang menggenggam pisau, siap menyerang Nana.
Yoon Sung langsung waspada dan memanggil Nana, Kim Nana, berapa lama lagi?

Yan Rong menyadari ada orang melihatnya. Ia langsung keluar dan lari.

Yoon Sung menunggu Yan rong di dekat tangga, ia merebut topi Yan Rong dan memakainya untuk menyembunyikan wajahnya.

Yoon Sung dan Yan Rong terlibat perkelahian. Yan Rong kalah dan lari.

Yoon Sung kembali ke apartemen Nana, ia langsung masuk. Nana protes tapi Yoon Sung berkata kalau gemboknya sangat jelek dan pintunya bahkan tidak bisa dikunci.

Nana tidak terlalu peduli, benarkah? aku akan memperbaikinya nanti.
Yoon Sung teriak : Hei!

Nana : kenapa kau teriak? mengejutkan.
Yoon Sung : sebagai wanita single, apa kau tidak takut?
Apa yang akan kau lakukan dengan pencuri di rumahmu?

Nana tidak takut, aku tingkat 4 Judo dan punya anjing. Yoon Sung hanya menghela nafas saja.
Ia mengusir Yoon Sung keluar dengan kotak isi kimchi-nya. Pulang sana.

Yoon Sung tidak bisa pulang, ia menggoncang pagar besi Nana dan ngomel, lihat ini..lihat!

Yoon Sung ingat wajah Yan Rong, itu pria yang berkelahi dengannya di yacht. Yoon Sung memutuskan duduk sepanjang malam di tangga depan apartemen Nana.
Yoon Sung heran : Bagaimana dia bisa mengetahui Nana?

Yan Rong menghadap Chun Jae Man dan memberikan data tentang Nana.
Jae Man baru kali ini mendengar tentang Nana. Yan rong berkata kalau Kim Nana adalah pengawal di Blue house. Ia mengumpulkan informasi tentang Kim Jong Shik.

Jae Man memerintah Yan rong terus menyelidiki Nana. Ada kecurigaan sedikit saja, kau harus lapor padaku.
Yan rong berkata kalau ia mungkin sudah menemukan orang yang disebut City Hunter itu.

Jae Man tertarik, siapa dia?
Yan Rong : Akan kukatakan setelah yakin.

Paginya, Nana sibuk mencari kontrakan rumah. Tapi semua minta uang deposit besar, rata2 5 juta Won untuk 30 Pyeong (35,6 kaki persegi)
Kepala bagiannya datang, aku dengar kau harus membayar kembali untuk tagihan mobil di gaji bulananmu, sebenarnya ada apa?

Nana bingung menjelaskannya. Kepala bagian juga mengatakan kalau pengadilan selalu mengirim surat, bagaimana kau bisa jadi pengawal kalau seperti ini?

Kepala bagian : Jika kau jadi aku, apa kau akan membiarkan orang dengan masalah keuangan menjadi pengawalmu? Jika kau tidak bisa menyelesaikan masalah dengan segera, maka mengundurkan diri saja dari tim, mengerti?
Nana : Tapi itu...
Kepala Bagian : Karena kau, seluruh tim bisa terpengaruh. Tidak ada yang akan mempercayai kita lagi.
Nana : Saya minta maaf, saya akan mencari cara untuk mengatasinya.

Nana menemui pemilik resto dan mohon pengertian-nya, aku akan pindah setelah aku menemukan kontrakan. Jangan minta pengadilan mengirim surat seperti itu lagi.

Pria itu berkata tidak ada gunanya bicara dengannya. Ia sudah menjual apartemen Nana lagi. itu bukan milikku lagi.
Nana kaget : Apa? Kau menjualnya kepada siapa?

Yoon Sung mengeluh karena kopinya tidak sama dengan racikan Nana. Bagaimana Kim Nana membuatnya?

Yoon Sung melihat Nana mendekat, Kim Nana! Kau datang tepat waktunya, aku tidak bisa membuatnya seperti buatanmu.
Yoon Sung : Bantu aku membuat kopi, ok?

Nana tampak menahan marah : Lee Yoon Sung ssi, siapa yang memberimu ijin untuk mencampuri urusan orang lain? Bagaimana kau bisa membeli rumahku?



Intermezzo dikit, anak siapa ini ya.....? Siapa coba bayi ini, ada yang tahu? hehehe..

BERSAMBUNG

credit : http://kadorama-recaps.blogspot.com

1 komentar:

JANGAN LUPA FOLLOW ya...

sinopsis drama, info music dan film korea

patrarush.blogspot.com