Senin, 08 Februari 2010

sinopsis Brilliant Legacy Episode 14 dan 15

Brilliant Legacy Episode 14

Melihat sikap Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang tidak seperti biasanya, Eun-sung (Han Hyo-joo) sempat keheranan. Begitu kembali ke restoran dan mendengar Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun) memanggil pemuda itu, Eun-sung membelalakkan mata tidak percaya : Woo-hwan ditempatkan di restoranyang sama dengannya.

Kehadiran Young-ran (Yoo Ji-in) dan Woo-jung (Han Ye-won) di apartemennya membuat Sung-hee (Kim Mi-sook) sibuk, ia langsung membersihkan barang-barangyang bisa menunjukkan hubungan dengan Eun-sung. Bahkan, foto keluarga b
arunya dimasukkan ke dalam tas milik Seung-mi (Moon Chae-won) supaya tidak terlihat.

Gertakan Young-ran dan Woo-jung ternyata tidak membuat gentar Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung), yang keruan saja membuat keduanya ketar-ketir. Apalagi, Woo-hwan ternyata tetap tinggal di rumah. Dengan mulut manisnya, Sung-hee membela keputusan Young-ran dan Woo-jung serta menyalahkan Eun-sung yang mau menerima warisan Nenek Jang tanpa memikirkan perasaan keluarga sang nenek.

Di hari kedua bekerja di restoran cabang, Woo-hwan melakukan berbagai kejutan. Pertama, ia mengganti pakaian resmi yang biasa dikenakan dengan yang lebih kasual sehingga Eun-sung sempat keheranan. Hal kedua yang dilakukannya benar-benar drastis, Woo-hwan menyambut para tamu yang datang dengan sikap penuh hormat dan sopan. Keruan saja, Manajer Lee dan (terutama) Eun-sung terbengong-bengong saking takjubnya.

Begitu melihat reaksi para pekerja restoran, Woo-hwan langsung melangkah ke belakang gedung dengan perasaan malu setengah mati. Setelah selesai makan siang, Manajer Lee memerintahkan Woo-hwan untuk menggantikan pekerjaan tukang parkir. Wajah Eun-sung langsung pucat ketika dua orang pelanggan mempermalukan pemud
a itu, namun ia tersenyum begitu melihat Woo-hwan mampu mengendalikan emosinya.

Saat sampai di rumah, Sung-hee hanya bisa menggelengkan kepala melihat Young-ran yang bermalas-malasan dan membuat apartemennya b
erantakan. Meski kesal, Sung-hee berusaha menutupi perasaannya. Tak lama kemudian, Woo-hwan muncul bersama Seung-mi. Rupanya, kehadiran pemuda itu juga membawa misi ganda : mengajak ibunya Young-ran dan adiknya Woo-jung pulang.

Kembali ke rumah ternyata tidak semudah yang dikira. Begitu Young-ran dan Woo-jung muncul, keduanya langsung disambut oleh kemarahan Nenek Jang, yang langsung mengusir mereka keluar. Keruan saja, Woo-hwan dan Kepala Pelayan Pyo berusaha mati-matian membujuk Nenek Jang. Setelah tenang, Nenek Jang
akhirnya mengijinkan Young-ran dan Woo-jung pulang.

Saat hendak pulang, Sung-hee bertemu dengan Eun-sung yang kebetulan baru sampai. Keduanya langsung terlibat pembicaraan serius, Sung-hee kembali mendesak Eun-sung untuk mau melepas warisan NenekJang dengan alasan demi kebahagiaan Woo-hwan. Namun kali ini Eun-sung tidak terpancing, dengan tegas ia mengatakan tidak akan membiarkan harta NenekJang jatuh ke tangan Sung-hee yang serakah
dan tega melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dimau.

Di restoran, Manajer Lee langsung menegur Woo-hwan saat mendengar pemuda itu memanggil Eun-sung, yang memiliki jabatan yang lebih tinggi, dengan panggilan biasa. Di atas gedung, Eun-sung langsung tertawa terbahak-bahak begitu Wo
o-hwan memanggilnya dengan bahasa formal. Diam-diam, Woo-hwan terkesima melihat Eun-sungyang apa adanya.

Obrolan antara Eun-sung dan Woo-hwan mampu meluruskan kesalahpahaman yang terjadi (Eun-sung mengira Woo-hwan mengacuhkannya karena soal warisan Nenek Jang, padahal apa yang dilakukan pemuda tersebut adalah karena merasa bersalah telah membuat Eun-sung kehilangan ayah sekaligus adik tercintanya). Keduany
a akhirnya sepakat untuk memisahkan masalah pribadi dengan pekerjaan.

Pelan tapi pasti, Woo-hwan mulai terpikat dengan Eun-sung terutama sejak melihat gadis itu tertawa lepas. Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, dan di depan pintu telah menunggu Eun-sungyang langsung menyerahkan amplop berisi uang.

Diam-diam, Seung-mi terus berkomunikasi lewat email dengan Pyung-joong (Jun In-taek) dengan menyamar sebagai Eun-sung. Paginya, ia meminta Sung-hee untuk meminjamkan sejumlah uang pada sang ayah tiri supayabisa hidup mandiri. Permintaan tersebut sudah tentu membuat Seung-hee heran, pasalnya tidak ada yang tahu dimana Pyung-joong tinggal.

Pulang dari restoran dan hendak mengembalikan tas Seu
ng-mi yang sempat diminta Woo-jung, secara kebetulan Woo-hwan membuka tas tersebut. Apa yang dilihatnya sangat mengejutkan : foto keluarga Seung-mi dan Sung-hee...dimana satu sosok yang sangat dikenalnya juga ada disana.
---------------------------------------------------------------------------
Brilliant Legacy Episode 15

Hwan memilihkan gantungan HP untuk seung Mi. Saat dia merogoh tas Seung Mi dia menemukan selembar foto. Dia kaget melihat orang-orang di foto itu. Seungmi dan Eun Sung berfoto seperti layaknya keluarga dengan orang tua dan adik mereka.

Seung Mi datang, dia curiga melihat wajah Hwan yang tiba-tiba masam. Hwan menunjukkan foto itu. Seung Mi tercekat hampir tak bisa bicara. Namun Seung mi orang yang sukar berbohong. Dia menceritakan hampir semuanya kepada hwan. Bahwa Eun Sung itu saudara tirinya dan ayah tirinya itu telah meninggal dunia. Dan bahwa mereka bangkrut dan terpaksa keluar darirumah.
"Apa benar ada kejadian seperti itu", tanya hwan
"Eun Sung juga tahu", kata Seung Mi
Dia hanya mengatakan Eun Sung pergi dahulu dari rumah tapi uang itu hilang. Tak lama kemudian Eun Woo juga hilang.


Dia juga tidak menceritakan kasus apartemennya yang baru yang sebenarnya.
"Ibu mencari Eun Sung mengajak Eun Sung tinggal lagi bersama mereka tapi Eun Sung menolak". "Eun Sung juga menyarankan kita tidak usah merasa menganal satu sama lain" (padahal ini bukan usulan Eun Sung tapi disuruh Sung Hee)
"Mengapa hal sebesar ini kamu tidak cerita padaku?" desak Hwan.
"Kakak tidak tau, perasaan tidak mau dikasihani dan dipandang lemah oleh orang yang kita cintai. Mungkin menurut saya lebih baik begini. Apalagi ibu malu, tidak mau diketahui orang bahwa dia telah menjanda 2 kali"


Eun Sung datang ke restoran Jun Se. Jun Se sedang bad mood karena masalah dengan ayahnya.
"Kalau kau tidak ingin diganggu, aku akan pergi", kata Eun Sung dengan hati-hati
"Tidak, duduklah di sini"
Eun Sung berusaha menghiburnya. Jun se ingin ditemani jalan-jalan. Mereka akhirnya bersepeda seru, kebut-kebutan di taman. Dan lalu minum jus bersama.

Hwan bertemu Eun Sung, dia mulai curiga kembali pada Eun sung. Menurut Hwan , Eun Sung mempunyai banyak muka, tidak bisa diketahui bagaimana dia yang sebenarnya. Dia merasa dibohongi Eun sung yang pura-pura tidak mengenal Seung Mi. Eun Sung tak mengerti mengapa Hwan kembali ketus kepadanya.

Eun Sung dan manager sedang membuat rencana untuk meningkatkan bisnis di cabang ke 2 dengan melakukan acara peringatan ke 30 tahun dibukanya cabang ke 2. Hwan cemberut karena dia tidak disertakan
dalam rapat mereka. Tapi Eun Sung berkata bahwa mereka pun mengakomodasi saran Hwan untuk membuat porsi anak dan tempat bermain anak. Manager berencana mengratiskan makanan saat acara itu.
"Bukannya kit bermaksud meningkatkan pemasukan? mengapa malah digratiskan?", hwan heran
"Ini cara meningkatkan bisnis", kata manager menjelaskan

Hwan datang ke bar temannya, di sana dia kembali melihat anak asuhan sahabatnya (tak lain adalah Eun Woo). Eun Woo terlihat berperilaku aneh di depan piano.Temanya bilang dia anak autisyang genius bermain piano. Hwan merasa heran memang banyaknya orang autis yang genius main piano. Hwan mencoba mengajak Eun Woo berbicara dan memintanya main piano. Eun Woo marah.

Temannya berkata, "jangan mengganggunya jika dia sedang di depan piano".
Dari cara marah anak itu Hwan merasa teringat akan seseorang.
Hwan bertanya kepada temannya pendapatnya tentang Seung Mi. Menurut temannya Seung Mi itu orang yang begitu polos dan jujur. "Seung Mi memiliki hati jaman dahulu tetapi penampilan masa kini"
Hwan juga merasa Seung Mi bukan orang tipe pembohong. Tapi dia juga melihat Eun Sung juga tidak berbohong. Dia bingung siapa yang bisa dia percaya.

Hwan satu bis dengan Eun Sung yang terisi penuh. Dia masih sebal pada Eun Sung. Tapi dia tetap tidak tega ketika melihat Eun Sung terhimpit di antara para pria di bis. Hwan menarik Eun Sung ke dekatnya, menghalangi dan melindunginya dari himpitan orang. Ketika mereka turun, Eun Sung ingin mengucapkan terimakasih, tapi Hwan pergi berlalu begitu saja. Eun SUng heran, apalagi sebenernya mau hwan yang akhir-akhir ini ketus padanya.

Oh Young Ran bermaksud menjodohkan putrinya Jung dengan Jun Se. Dia membicarakan hal ini dengan Pengacara park ayah jun se. Setahu ayahnya, Jun Se belum mempunyai pacar. Nyonya Oh sangat lega
Oh Young ran juga menemui nenek. Nenek emang menyukai pribadi Jun Se (emang baik sih). Nenek berkata dia akan mati dengan tenang jika cucunya bersama pria seperti Jun Se.

Nyonya Oh begitu semangat, dia berencana bertemu Jun Se. Apalagi Jung, dia saking semangatnya siap menggantikan apapun tugas rumah tangga ibunya di rumah, selama ibunya keluar menemui Jun Se. Oh Young Ran menemui Jun Se, dia berkata akan mengembalikan uang Jun Se yang dipakai untuk menebus Hwan dikantor polisi dulu. Dia mengajak Jun Se ke tempat lain. Nyonya Oh meminta Jun Se mau "mengambil" Jung.
Jun Se awalnya tidak mengerti. tapi akhirnya dia berkata dia hanya menganggap Jung sebagai adiknya saja.
"Ada seseorang yang saya sukai"

Ibu nya Oh Young ran berkata pada Jung, bahwa Jun Se berkata dia sudah menyukai seseorang. Mereka dan pengacara Park juga bingung. Jung kesal dia ingin menanyakan langsung kepada Oppa Jun Se.


Pulang kerja. Jun Se menjemput Eun Sung di depan restoran. Eun Sung masuk ke dalam mobil. Jun Se berkata dia akan mengajak Eun Sung ke tempat spesial. Hwan melihatnya dari kejauhan (ayo cemburu ga?).
Ternyata Jun Se mengajak Eun Sung ke rumahnya untuk memasak bersama. Dia tahu Eun Sung pernah memasak kreasi spesial nasi campur (bimbibap) dengan steak untuk keluarga Hwan. Jun Se ingin mencoba dan melihat Eun Sung membuatnya (sambil pendekatan kali...).

Jung diam-diam mengikuti Jun Se ke apartemennya. Dia begitu terpukul melihat Eun Sung bersama Jun Se dan bersama masuk ke apartemen Jun Se

Eun Sung berkata bahwa dia pertama kali menciptakan masakan itu di amerika. Dia mencoba membuat masakan dengan bahan-bahan korea. Teman-temannya sangat menyukai masakannya dan berkata masakan korea terenak di dunia. Eun Sung ingin masakan korea bisa go internasional.
Mereka makan berdua, Jun Se memuji masakan Eun Sung.
Setelah makan mereka berjalan-jalan berdua sambil minum soft drink di taman. Pada kesempatan itu Jun Se bermaksud menyatakan perasaannya pada Eun Sung

Source:Indosiar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

JANGAN LUPA FOLLOW ya...

sinopsis drama, info music dan film korea

patrarush.blogspot.com