Senin, 08 Februari 2010

Sinopsis brilliant legacy episode 16

Jun Se membuat Eun Sung bingung. Ia sedikit memaksa Eun Sung dengan mengatakan agar Eun Sung tidak membawa masalah harta warisan nenek dan juga Hwan ke dalam urusan mereka. Tapi mau gimana lagi, Eun Sung menolaknya. Ia mengatakan bahwa dirinya belum siap untuk menerima laki-laki manapun dihatinya. Mungkin itu akan lama.. Ia tidak bisa mementingkan dirinya dulu sementara Eun Woo belum juga ditemukan. Jun Se menerima alasan Eun Sung. Ia akan tetap menunggu sampai Eun Sung dapat menerimanya.

Sementara Ibu Hwan bercerita masalah itu kepada nenek. Nenek merasa kasihan, melihat Woo Jung yang sedang menangis di dalam kamarnya. Lagi-lagi Woo Jung juga membahas warisan yang jatuh ke tangan gadis yang dipikirnya telah merebut Jun Se darinya.

Eun Sung pulang ke rumah. Menceritakan pada nenek yang sedang duduk di teras bahwa rumah makannya akan mengadakan 30th anniversary. Belum selesai Eun Sung bicara, nenek menyuruh Eun Sung untuk segera masuk ke dalam rumah.
Di dalam, Ibu Hwan langsung mengintrogasi Eun Sung. Mengatakan bahwa Eun Sung begitu murahan dengan merebut Jun Se dari tangan Woo Jung. Woo Jung pun demikian. Ia menghina Eun Sung sampai suaranya di dengar oleh Hwan yang sedang berada di kamarnya. Hwan keluar kamar (Berantemnya di depan kamar Hwan sih,, hehe), tiba-tiba menarik Ibu dan Adiknya masuk ke dalam kamar Woo Jung. Hwan mengatakan dengan tegas, “Itu bukanlah salah Eun Sung. Lagipula kau pun sudah ditolak Jun Se. Memangnya di dunia ini tidak ada pria lain selain Jun Se?!” Sementara Eun Sung yang mendengarnya merasa tidak enak dengan kenyataan yang dihadapinya sekarang.

Di tempat lain, Jun Se dimarahi habis-habisan oleh sang Ayah karena membuat keluarga Hwan kecewa dengan dirinya yang pergi bersama dengan Eun Sung. Jun Se menelepon Eun Sung yang juga sedang kebingungan dengan permasalahan yang ada. Ia meminta maaf pada Eun Sung karena dirinya sudah salah mengajak gadis itu ke apartemennya.

Pagi itu, Eun Sung dihadapkan dengan sikap dingin keluarga Hwan, tak terkecuali nenek yang juga membela cucunya. Maka Eun Sung memutuskan untuk pergi bekerja lebih dulu dengan alasan bahwa dirinya harus menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu. Membuat Hwan jadi kesepian saat menunggu Bus di Halte..

Di rumah makan, dilakukan penulisan kritik dan saran untuk seluruh karyawan. Hwan mulai menulis satu persatu kritiknya di atap lantai atas. Saat memikirkan apa yang akan ditulisnya untuk Eun Sung, Hwan melihat di bawah sana ada Eun Sung yang juga sedang menulis kritik dan saran itu.
Setelah itu, Eun Sung dan Hwan kembali menempelkan kertas brosur di tempat-tempat umum. Saat Eun Sung tengah memegangi kertas brosur itu untuk di tempelnya, Hwan tidak becus untuk menggunting selotip sama sekali. Ia meminta Hwan saja yang memegangi kertas itu sementara dirinya merekatkan selotip pada sisi-sisi kertas brosur. Begitu Eun Sung masuk ke dalam kedua tangan Hwan, Hwan pun jadi salah tingkah lagi. Padahal jelas-jelas Eun Sung sudah selesai menempelkan selotip, namun Hwan masih saja memegangi kertas itu. Hehehe..
Jun Se mendatangi rumah nenek untuk bertemu dengan Woo Jung yang hari itu tidak masuk kerja. Ia mengatakan pada Woo Jung bahwa dirinya menyukai Eun Sung. Ia juga hanya menganggap Woo Jung tidak lebih dari seorang adik yang lucu. Akhirnya Woo Jung mau menerima penjelasan Jun Se.

Kembali ke rumah makan,, kepala toko membagikan kartu-kartu kritik dan saran untuk para karyawannya. Hwan melihat kartu-kartu untuknya yang berisi tentang pujian dan juga kritik. Salah satunya, Hwan mendapati satu kartu bertuliskan “Walaupun sikapmu tidak bagus, tapi kau sebenarnya orang yang baik kok”.. Hwan bingung, “Siapa yang menulis ini?”

Saat hendak pulang, Hwan melihat Eun Sung yang sedang menyendiri di Halte Bus. Alhasil Hwan sendirian naik Bus. Memperhatikan Eun Sung yang terlihat sedang sedih.
Jun Se menelepon, menanyakan keberadaan Eun Sung. Eun Sung berbohong, mengatakan bahwa sekarang dirinya sedang sibuk menempelkan kertas brosur seperti biasa. Tiba-tiba, dibelakan Eun Sung sudah ada Jun Se yang keluar dari mobil. Bertanya pada gadis itu mengapa dirinya berbohong. Jun Se mengatakan bahwa permasalahan itu bukan merupakan salah Eun Sung. Ia meminta maaf, karena dirinya, Eun Sung jadi merasa bersalah.

Eun Sung menelepon ke rumah nenek. Ibu Hwan yang mendengar sendiri bahwa Eun Sung akan menginap dirumah temannya. Saat Ibu Hwan membertitahukan kabar itu, Hwan jelas kaget. Sementara nenek mengingat ketika dirinya masih tinggal bersama Eun Sung yang saat itu mengatakan bahwa dirinya akan terus tinggal bersama nenek, jika nenek selalu baik kepadanya.

Dikamarnya, Hwan masih memikirkan kartu yang bertuliskan bahwa dirinya adalah orang yang baik. Saat mengambil buku notes milik Eun Sung yang disimpan olehnya, Hwan tertegun. Melihat ada kesamaan bentuk tulisan di kartu dan di buku notes tersebut…

Esoknya, Hwan mengajak Eun Sung untuk kembali menyebarkan brosur-brosur. Kali ini dirinya sendiri yang menawarkan acara itu kepada para nenek untuk ikut berpartisipasi. Semua nenek senang mendengarnya. Namun Hwan sedikit bercanda, “Tapi kalian tidak boleh datang.” Nenek-nenek bingung, “Lho, mengapa?” Hwan menjawab, “Karena nenek terlihat masih 40 tahunan.” Wkwkwk.. Semua nenek tertawa, mengangan-angankan bahwa mereka ingin mempunyai cucu seperti Hwan. Sementara Eun Sung ikut senang melihat sikap ramah Hwan kepada para nenek yang seperti itu.
Eun Sung menemui nenek Hwan, berniat untuk benar-benar keluar dari rumah. Namun nenek tidak menyetujuinya. Ia mengatakan bahwa Eun Sung sudah ikut bersama dirinya, tidak dapat pergi begitu saja untuk saat ini.

Di lain tempat, Ayah Eun Sung kebingungan karena tiba-tiba email Eun Sung tidak bisa dibuka. Bertanya pada orang disebelahnya, ternyata account email itu sudah tidak terpakai, ditutup oleh Seung Mi.

Hari perayaan 30th Anniversary dimulai. Semua karyawan sibuk menata ruangan. Tak terkecuali Seung Mi, Jun Se dan Hye Ri yang ikut membantu mereka..
Begitu acara selesai, Hwan yang sedang sibuk membersihkan meja, melihat Eun Sung yang membawa banyak tumpukan mangkuk. Hwan mencoba menghampiri Eun Sung untuk ditolongnya. Sayangnya, Jun Se datang membantu Eun Sung lebih dulu. Seung Mi yang juga melihat kejadian itu, merasa prihatin dengan raut wajah Hwan yang kecewa.

Eun Sung pergi ke atap lantai atas untuk beristirahat di atas bangku. Di saat yang sama Hwan datang dan melihat Eun Sung yang sedang tertidur dengan kaki menekuk. Merasa tidak tega dengan gadis itu, Hwan membawa bangku tambahan untuk meluruskan kaki Eun Sung. Ia juga meletakkan pohon di samping wajah Eun Sung agar dapat melindunginya dari terik matahari. Tiba-tiba Jun Se datang membawa minuman untuk Eun Sung. Kaget melihat adegan itu sampai membuat minuman yang dibawanya hampir jatuh.
Eun Sung terbangun dari tidurnya. Bingung melihat diatas kepalanya terdapat pohon itu. Ia bergegas masuk ke dalam rumah makan dan mengumumkan kepada seluruh karyawan bahwa pendapatan rumah makan itu cukup besar. Kepala toko mengajak seluruh karyawan untuk merayakan keberhasilan mereka dengan makan-makan dan menyanyi ditempat karaoke.
Saat Eun Sung menemani Jun Se menyanyi (Lebih tepatnya sambil pegangan tangan), Hwan melihat mereka dengan penuh perasaan cemburu. Tidak mau kalah dari mereka, Hwan pun mengajak Seung Mi untuk menemaninya bernyanyi.
Namun, Tatapan Hwan terus menerus tertuju pada Eun Sung yang sedang berbicara dengan Jun Se. Eun Sung pun melakukan hal yang sama. Mencuri-curi pandang kearah Hwan yang sedang bernyanyi..

Keluar dari ruangan, Hwan melihat Jun Se yang sedang berbicara di telepon. Tiba-tiba Hwan marah kepada Jun Se tanpa alasan yang jelas. Jun Se bingung, “Kenapa? Kau marah karena Eun Sung?” Hwan semakin kesal, menonjok laki-laki itu dan mengatakan bahwa dirinya memang marah kepada Jun Se karena Eun Sung. Padahal, dibelakang mereka ada Seung Mi yang mendengar dan melihat kejadian itu dengan jelas…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

JANGAN LUPA FOLLOW ya...

sinopsis drama, info music dan film korea

patrarush.blogspot.com