Selasa, 16 Februari 2010

Sinopsis Brilliant Legacy Episode 27

Sinopsis Brilliant Legacy Episode 27

Eun Sung sangat terkejut melihat ayahnya. "A... ayah!"
Tiba-tiba Eun terjatuh ke lantai. Pyung Joong berlari ke arahnya. "Eun Sung! Eun Sung!"
Eun Sung melihat ayahnya, masih shock dan belum percaya. "Ayah... Ayah..." Eun Sung meraba wajah ayahnya. "Ini benar ayahku!"
Pyung Joong memeluk putrinya. "Ayah..." Eun terus-menerus memanggil ayahnya sambil menangis.
Eun Sung: Ayah, apa yang terjadi? Jika kau masih hidup, kenapa tidak menghubungiku?
Pyung Joong: Ayo bangun, Eun Sung. Kenapa kau datang ke airport? Apa kau ingin pergi tanpa memberi tahu semua orang?
Eun Sung tiba-tiba teringat Eun Woo. "Eun Woo... Aku datang untuk melihat bertemu Eun Woo. "
Jun Se: Eun Sung, apa maksudmu?
Eun Sung: Orang itu... Ibunya Seung Mi... Dia bilang ia menemukan Eun Woo. Jadi dia ingin aku membawa Eun Woo dan pergi.
Pyung Joong: Eun Woo sudah ditemukan?
Eun Sung mengangguk.

Sung Hee frustasi mencari Eun Woo yang tidak bisa ditemukan dimanapun. "Dia sudah naik pesawat? Tidak. Aku tidak bisa pergi seperti ini."

Nenek Hwan menerima surat pengunduran diri Eun Sung yang diberikan oleh Manajer Lee. Di lain pihak, ia sudah menerima surat pengunduran diri Seung Mi. Ia curiga bahwa ini semua ada sangkut pautnya.

Eun Sung: Dia bilang, dia akan naik penerbangan selanjutnya dan membawa Eun Woo bersamanya.
Pyung Joong: Kalau dia berkata jujur, dia apsti sudah ada di airport bersama Eun Woo.
Jun Se: Telepon dia. Jangan katakan padanya bahwa kau sudah bertemu ayahmu.
Eun Sung mengaktifkan ponselnya dan menelepon Sung Hee.
Eun Sung: Aku sudah ada di airport. Aku meneleponmu untuk memastikan. Kau dan Eun Woo sudah di airport kan?
Sung Hee: Eun Sung, jangan pergi hari ini. Eun Woo sedang sakit dan kurasa kami tidak bisa pergi.
Eun Sung langsung panik. "Eun Woo sakit? Dimana?"
Sung Hee: Ia terserang flu serius dan tidak bisa pergi hari ini. Kau pulang saja dulu. Aku akan melihat kondisi Eun Woo dan menghubungimu lagi. Dan kau harus menepati janji. Jangan katakan pada orang lain.
Sung Hee menutup telepon. Dia terlihat sangat frustasi.
Pyung Joong mengajak Eun Sung ke rumah Seung Mi. Bukankah aneh jika dia bilang Eun Woo tiba-tiba sakit?
Jung Se: Tapi dia bilang pada Eun Sung jangan pergi hari ini. Mungkin saja Eun Woo benar-benar sakit.
Eun Sung menjadi sangat khawatir. Pyung Joong tetap ingin ke rumah Seung Mi. "Apa kau tahu kemana Seung Mi pindah?" tanya Pyung Joong pada Eun Sung. "Mereka pindah karena takut aku menemui mereka."
Hwan terlihat shock. Ia teringat percakapannya dengan Seung Mi ketika Seung Mi bilang alasannya pindah adalah menghindari penagih hutang.
Ponsel Eun Sung berbunyi. Nenek Jang-lah yang menelepon.
Nenek Jang: "Kau dimana, Eun Sung?" .... "Apa? Kau bertemu ayahmu?" .... "Apa?!"

Pyung Joong baru menyadari keberadaan Hwan, yang sejak tadi diam saja. "Oh, kau tadi yang bersama Eun Sung."
Hwan membungkuk memberi hormat pada Pyung Joong, "Namaku Sun Woo Hwan."
Pyung Joong membungkuk membalasnya. Ia bertanya pada Eun Sung, "Siapa dia?"
Eun Sung: Dia cucu Nenek Jang.

Eun Sung dan yang lainnya pulang dengan naik mobil Jun Se. Pyung Joong menceritakan bahwa mulanya ia percaya saat Sung Hee bilang Eun Sung pergi ke Amerika. Ia juga mendapat email dari Eun Sung yang mengatakan kalau Eun Sung takut uang asuransi akan diambil jika orang-orang tahu ayahmu masih hidup.
Eun Sung: Kau menerima email dengan namaku?
Pyung Joong: Ya. Kami beberapa kali saling mengirim email.
Eun Sung: Siapa yang melakukannya?
Hwan terkejut, namun hanya bisa diam. Eun Sung melihat Hwan sekejap. Sepertinya mereka berdua sudah tahu siapa yang melakukan hal itu.
Eun Sung: Ayah sudah mengenal Kak Jun Se selama ini?
Pyung Joong: President Park memberi aku pekerjaan. Aku berhutang banyak padanya.
Jun Se: Jangan berkata begitu.
Hwan menatap Jun Se.

Eun Woo berjalan sendirian di jalan sambil menyebut nama-nama tempat yang dihafalnya. Sung Hee dan anak buahnya belum bisa menemukan Eun Woo. Stress berat dia.

Jun Se mengantar Eun Sung dan yang lainnya ke rumah Nenek Jang. Eun Sung dan ayahnya masuk ke dalam rumah, namun Hwan berjalan keluar.
Ia berpikir dan teringat kata-kata yang pernah dikatakan Seung Mi padanya. Tentang Eun Sung yang memaksa Seung Mi agar menyembunyikan masa lalu mereka. Atau tentang Seung Mi yang berkata bahwa Eun Sung telah membohongi Hwan.
Hwan mencoba menelepon Seung Mi, namun ponsel Seung Mi tidak aktif. Ia meninggalkan pesan yang menyuruh Seung Mi menemui Hwan di bar.

Nenek Jang dan yang lainnya mendiskusikan suatu rencana untuk membuat Sung Hee tidak bisa berbuat apa-apa. Nenek meminta Young Ran menelepon Sung Hee dan menyuruhnya datang ke rumah.
Sung Hee: Ibumu ingin menemuiku? Kenapa?
Young Ran: Eun Sung menghilang tiba-tiba tanpa memberi tahu siapapun. Mungkin ia ingin menanyakan itu padamu.
Sung Hee merasa tenang. "Begitu... Tapi bagaimana aku tahu?"
Young Ran: Itulah yang kukatakan padanya. Ibu juga ingin membicarakan sesuatu denganmu.

Hwan datang ke bar Young Suk. Young Suk berkata bahwa Young Jae menghilang. Hwan khawatir dan hendak menelepon polisi, namun Young Suk menolak. "Jangan!"
Hwan: Kenapa? Apa yang terjadi?
Young Suk: Sebenarnya... Dia bukan sepupuku.
Hwan: Dia bukan sepupumu?! Lalu siapa dia?!
Young Suk: Dia cuma anak yang kutemukan. Ia menyukai piano, jadi aku berpikir akan membiarkannya pergi setelah bermain di sini. Tapi anak itu tidak mau pergi.
Hwan: Apa?! Kau tidak mengenal anak itu?!
Hwan sangat terkejut. Ia hendak menelepon Eun Sung untuk memberi tahu hal tersebut, namun ia ragu. "Bagaimana jika anak itu bukan Eun Woo?" Ia akhirnya memutuskan untuk mencari Eun Woo.
Hwan berlari menuju ke beberapa tempat kursus piano, namun tidak ada yang melihat Eun Woo.
Sung Hee datang ke rumah Nenek Jang. "Duduklah." kata Nenek Jang padanya.
Sung Hee: Sepertinya ada suatu hal yang kulakukan sehingga mengganggumu.
Nenek Jang: Benar. Sesuatu yang membuatku sangat tidak nyaman.
Sung Hee: Jika ada sesuatu yang ingin kau tanyakan, silahkan tanyakan padaku.
Nenek Jang: Aku tidak bisa menanyakannya sendiri padamu.
Nenek Jang memberi isyarat. Eun Sung dan Pyung Joong turun dari lantai atas.
Sung Hee terlonjak kaget.
Young Ran meremas tangan Pyo Sung Chul saking cemasnya. (cie cie..) Namun Sung Chul berusaha melepas genggaman tangannya itu. "Jangan bergerak. Aku menggenggam tanganmu karena aku gemetar."
Sung Chul: Walaupun aku ingin, tapi kau tahu kan... Kita harus berkencan.
Young Ran: Oh? Ya.

Sung Hee gemetar dan terlihat ketakutan.
Nenek Jang: Sepertinya kau penasaran bagaimana ayah dan putri ini bisa bertemu.
Pyung Joong: Dimana Eun Woo?
Nenek Jang: Semua sudah berakhir. Jadi, ayo kita selesaikan ini. Hal yang paling penting saat ini adalah menemukan Eun Woo. Katakan dimana Eun Woo.
Sung Hee: Kenapa aku harus bicara tentang Eun Woo di depan Nenek Hwan?
Pyung Joong: Ayah dan kakak Eun Woo ada di sini. Katakan dimana Eun Woo.
Sung Hee: Aku tidak tahu. Aku hanya ingin Eun Sung pergi.
Eun Sung: Kau bohong!
Pyung Joong: Kau melihat bagaimana aku mencari Eun Sung dan Eun Woo. Bukankah sudah cukup kau mencoba memutus hubungan darah kami? Apa kau berniat membawa Eun Woo pergi lagi?
Sung Hee: Siapa yang memutus hubungan darah kalian? Bagaimana bisa orang yang sudah mati punya hubungan darah?
Pyung Joong: Apa?
Sung Hee: Bukankah kau sudah mati? Kau yang memulai ini. Jika kau tidak berpura-pura mati, aku juga tidak akan memulai ini.
Nenek Jang: Aku tidak bisa mendengarkan ini lagi! Setelah suamimu meninggal, kau mengambil semua uang asuransi dan mengusir anak-anak. Siapa yang melakukan itu?
Sung Hee: Jika kau tidak berada diposisiku, kau tidak bisa bilang itu salah atau benar.
Nenek Jang: Mencampakkan Eun Woo juga karena situasi?
Sung Hee: Apa kau melihatku mencampakkan Eun Woo?
Sung Hee berdiri dan hendak berjalan pergi. Tapi Eun Sung berkata padanya, "Semua yang kau katakan adalah kebohongan, kecuali mengenai Eun Woo. Tolong, katakan padaku dimana Eun Woo."
Sung Hee: Ya. Jika aku tahu dimana Eun Woo, aku akan mengatakannya padamu. Tapi saat ini aku tidak tahu dimana dia, jadi aku tidak bisa mengatakan apa-apa.
Pyung Joong: Jika kau menyentuh Eun Woo, kau akan kuampuni!
Sung Hee berjalan keluar dan mengemudikan mobilnya. Pyo Sung Chul sudah siap di dalam mobil untuk mengikuti Sung Hee.

Hwan hampir putus asa mencari Eun Woo. Namun tiba-tiba ia mendengar suara piano yang biasa dimainkan oleh Eun Woo. Arahnya dari sebuah gereja. Hwan segera berlari masuk ke gereja, dan di sana ia melihat Eun Woo sedang memainkan piano.
"Oi! Go Eun Woo!" panggil Hwan. Ia mendekati Eun Woo. "Apakah kakakmu bernama Go Eun Sung?"
Eun Woo: Aku sedang menunggu kakak.
Hwan tersenyum lega. Ia melihat kalung Eun Woo yang sama dengan Eun Sung. "Jadi itu benar kau?" Hwan memeluk Eun Woo.

Pyo Sung Chul berhasil mengikuti Sung Hee ke rumahnya yang baru.
Begitu sampai rumah, Sung Hee langsung memasukkan pakaian ke dalam koper.
Nenek Jang meminta Eun Sung dan ayahnya untuk tinggal di rumahnya. Namun mereka menolak.
Di saat yang sama, Hwan mengajak Eun Woo ke rumah Nenek Jang. Eun Woo terlihat takut, namun Hwan mengatakan bahwa ini adalah rumahnya. Eun Woo tidak perlu khawatir.
Eun Sung dan Pyung Joong keluar dari rumah Nenek. Mereka sangat terkejut melihat Eun Woo datang bersama Hwan. Eun Sung bergegas berlari dan memeluk Eun Woo.
Eun Sung: Eun Woo! Ini benar Eun Woo-ku!

Nenek Jang bertanya pada Hwan bagaimana ia menemukan Eun Woo. Hwan menceritakan bahwa ia bertemu Eun Woo di bar Young Suk dan bahwa Eun Woo bukanlah sepupu Young Suk.
Eun Woo ikut-ikutan bicara. "Jika aku ingin bertemu kakak, aku tidak boleh mengatakan apapun. Jika aku menelepon, aku tidak bisa bertemu kakak."
Eun Sung menoleh. "Eun Woo, siapa yang bilang begitu?"
Eun Woo: Ibu.
Semua orang terdiam dan terkejut.
Pyung Joong: Apa benar ibu yang bilang?
Eun Woo bangkit. Ia menyebutkan nomor telepon ibunya, nomor mobil ibunya dan apartment tempat tinggal ibunya.
Eun Sung menangis. "Bagaimana bisa ia melakukan itu padaku saat ia..." Eun Sung memegang dadanya yang sesak. "Nenek, aku tidak bisa diam seperti ini. Tolong tanya pada Paman Pyo Sung Chul dimana Seung Mi tinggal."
Nenek Jang meminta Hwan mengantarkan Eun Sung dan Pyung Joong lalu langsung pulang ke rumah lagi.
Seung Mi duduk di taman. Ia menangis dan membakar foto-fotonya bersama Hwan. Ia membakar foto terakhir, namun berubah pikiran dan memungut foto itu lagi.
Seung Mi pulang ke rumah dan melihat ibunya sedang membereskan barang-barangnya. Ia berkata pada Seung Mi agar ia segera pergi.
Sung Hee menceritakan pada Seung Mi tentang perjanjiannya dengan Eun Sung.
Seung Mi: Ibu bilang apa? Aku meminta ibu untuk menyerahkan Eun Woo pada Eun Sung dan kita pergi. Apa aku memintamu untuk membuat Eun Sung pergi?
Sung Hee: Maaf.
Seung Mi: Ibu, kenapa kau seperti ini? Kenapa harus kau yang menjadi ibuku? Memiliki ibu sepertimu membuat aku gila! Apakah begitu sulit melepaskan uang? Aku sudah melepaskan kak Hwan. Kenapa kau tidak bisa melepaskan uang? Kenapa?
Sung Hee: Itu bukan karena uang. Untuk sesekali, sebagai ibumu, aku ingin melakukan sesuatu untukmu.
Seung Mi: Kenapa kau melakukan itu untukku? Aku tidak menginginkan itu.
Sung Hee: Karena itu, kau harus pergi. Aku tidak tahan melihatmu disakiti karena aku. Seung Mi, pergi sekarang. Aku akan menyelesaikan semuanya. Bawa ini dan pergi ke New York. Kau bilang ingin bersekolah di sana, kan?
Seung Mi menolak. Ia bertanya dimana ibunya kehilangan Eun Woo. Sung Hee mengatakan bahwa ia akan mencari Eun Woo sendiri, dan jika berhasil menemukan Eun Woo, ia akan membawa Eun Woo pada Eun Sung atau membesarkan Eun Woo sendiri.
Seung Mi menangis melihat ibunya seperti itu. "Ibu... Kenapa ibu begini?"

Hwan mengantar Eun Sung, Eun Woo dan Pyung Joong ke apartment Seung Mi. Saat itu, Sung Hee sedang memaksa Seung Mi pergi. Sung Hee membuka pintu dan terkejut melihat Pyung Joong sudah ada di depan pintu.
Seung Mi: Eun Woo!
Eun Woo: Kakak.
Pyung Joong menarik Sung Hee masuk ke dalam apartment. Ia hendak memukul Sung Hee, tapi Eun Woo melarangnya. "Itu ibu!" ujar Eun Woo. "Dia akan sakit jika ayah memukulnya. Ibu tidak boleh sakit."
Pyung Joong: Kau dengar? Dia memanggilmu ibu.
Eun Woo: Ibu, Eun Woo menuruti ibu. Jika aku ingin bertemu kakak, aku harus menuruti ibu.
Seung Mi menangis dan berlari keluar. Eun Sung mengejarnya. Hwan, yang sedang menunggu diluar, melihat mereka.
Eun Sung: Kau! Apa kau yang mengirim email pada ayahku? Apa kau menggunakan namaku untuk mengirim email pada ayahku?
Seung Mi: Ya.
Eun Sung menampar Seung Mi. Hwan melihatnya. "Kenapa kau tega melakukannya? Kenapa kau tega membiarkan aku tidak bertemu ayahku yang ternyata masih hidup? Kau membuatku pergi ke Amerika agar aku tidak bisa bertemu dengan ayahku lagi selamanya?"
Seung Mi: Itu tidak benar. Aku bilang, aku ingin mengirimkan Eun Woo padamu dan pergi. Jika kau tidak berhubungan dengan nenek, aku pasti sudah memberitahukanmu. Apa kau tahu apa artinya bagiku mengatakan padamu bahwa ayah masih hidup? Artinya adalah akhir hubunganku dengan kak Hwan.
Eun Sung: Jadi semuanya karena dia? Karena satu orang itu?
Seung Mi: Ayahmu sangat berharga untukmu, kan? Untukku, kak Hwan adalah orang yang berharga. Ayahmu adalah orang yang baik. Aku bertemu dengannya beberapa kali sebelum ia dan ibu menikah, dan aku sangat menyukainya. Ia baik hati dan hangat. Ia sangat berbeda dengan ayah kandungku. Aku sangat senang ia menjadi ayah tiriku. Tapi, di rumah ayahku yang baru ada kau. Kau sangat dekat dengan ayahmu. Kalian berdua sering bertemu di luar dan makan bersama. Walaupun ia pulang larut setelah bekerja, ia tetap mengobrol denganmu selama 30 menit di kamarmu. Tidak ada ruang untukku di antara kalian berdua. Ayah tidak pernah mengabaikanku. Ia melakukan yang terbaik untuk putri dari wanita yang ia nikahi. Aku makin merasa sedih karenanya. Aku merasa memanfaatkan ibuku. Aku tidak pernah membawa teman ke rumah dan tidak ingin orang lain tahu kalau aku hidup bersamamu. Jadi aku selalu berangkat sekolah 30 menit lebih awal.
Eun Sung: Apa hubungannya semua itu dengan hal yang sedang kita bicarakan?
Seung Mi: Kak Hwan adalah orang yang kesepian dan terluka seperti aku. Walaupun orang lain tidak menyukainya karena sifatnya buruk, tapi ia tidak pernah seperti itu padaku. Aku sangat menyukainya. Aku merasa ada orang yang memperlakukan aku seperti seseorang yang spesial. Kau tidak tahu betapa berartinya itu. Hanya kak Hwan. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpanya.
Eun Sung: Karena dia kau menyembunyikan semua ini?
Seung Mi: Maafkan aku, Eun Sung. Aku tidak punya pilihan lain.
Eun Sung berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Seung Mi.

Hwan mendekati Seung Mi dan bicara padanya. "Apakah kau adalah Seung Mi yang kukenal? Kau bilang melakukan semua ini untukku? Apa aku bagimu hingga membuatmu melakukan hal semacam ini!"
Hwan meninggalkan Seung Mi dan pergi ke bar Young Suk. Tanpa berkata apa-apa, ia langsung memukuli Young Suk karena telah memanfaatkan Eun Woo.

Pyung Joong, Eun Sung dan Eun Woo menginap di rumah Nenek Jang. Ketika Eun Sung dan Eun Woo sudah tidur, Pyung Jung pergi keluar dan menangis. Ia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan. "Ini semua salahku."
Nenek Jang melihatnya dari belakang.

Ayah Jun Se membantu Pyung Joong untuk mengembalikan lagi identitasnya. Sung Hee menutup rekeningnya, berniat untuk mengembalikan uang asuransi. Jika uang asuransi dikembalikan, Pyung Joong ataupun Sung Hee tidak akan terkena sanksi hukum.

Eun Sung membawa Eun Woo dan Pyung Joong ke rumahnya yang kecil. Pyung Joong kelihatan sangat sedih. "Eun Sung, tunggulah sebentar lagi. Ayah akan bekerja keras. Setelah identitasku kembali, dan dengan kemampuanku, tidak akan sulit mendapat pekerjaan."
Eun Sung mengangguk. "Ayah akan mencari uang. Aku akan mencari uang juga. Secepatnya kita akan membeli rumah yang baru."

Sung Hee sangat frustasi dan tertekan. Suatu malam ia keluar seorang diri.
Perasaan Seung Mi tidak enak. Ia bergegas ke kamar Sung Hee untuk mencari ibunya. Namun Sung Hee tidak ada di sana. Seung Mi berlari keluar dan berteriak-teriak memanggil, "Ibu! Ibu!"
Sung Hee ternyata berada di atap apartment. Ia menaiki undakan dan memegang pagar pembatas (sepertinya Sung Hee mau bunuh diri).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

JANGAN LUPA FOLLOW ya...

sinopsis drama, info music dan film korea

patrarush.blogspot.com